Sosial
Orang Tua Tak Mampu Belikan Handphone, Siswi Kurang Mampu Ini Nyaris Berniat Putus Sekolah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Senyum dengan tetesan air mata Tri Novi Rahmadani (16) pecah pada Jumat (14/08/2020) pagi tadi di halaman Mapolres Gunungkidul. Remaja berprestasi asal Kapanewon Panggang ini mendapatkan bantuan berupa smartphone. Hadiah yang terhitung sepele memang, akan tetapi menjadi sangat berarti bagi Novi.
Novi sendiri memang hidup penuh dalam keterbatasan. Fasilitas yang memadai menjadi hal yang jauh dari jangkauannya, termasuk smartphone yang saat ini sangat penting untuk menuntut ilmu. Selama pandemi sehingga kemudian dikembangkan skema belajar di rumah, siswi kelas 8 SMPN 2 Panggang cukup kelabakan. Tak seperti para remaja seusianya, ia memang tak memiliki handphone. Hal ini tentunya sangat menghambat kegiatan belajarnya di mana hampir semuanya harus menggunakan gadget.
Dengan kendala ini, Novi sendiri mengaku hampir putus asa dan sempat berniat tak ingin melanjutkan sekolah. Ia juga tak berani meminta handphone kepada ibunya, Wakiyem (54). Bagaimana tidak, sekedar untuk makan pun ia bersama ibunya yang tinggal di Padukuhan Prahu, Kalurahan Girimulyo, Kepanewonan Panggang ini merasa kesulitan. Novi, sapaan akrabnya memang sejak kecil telah ditinggal sang ayah yang telah menghadap sang pencipta.
“Saya hampir berputus asa, jika dikeluarkan sekolah karena sering tidak mengerjakan tugas online ndak papa,” ucap Novi, Rabu pagi.
Novi sendiri cukup beruntung lantaran di tengah kesulitannya itu, ia mendapatkan bantuan dari salah seorang pemilik counter handphone yang berkenan untuk meminjamkan samrtphonenya demi kepentingan belajar Novi. Namun begitu, setiap harinya, ia harus rela berjalan kaki sejauh tiga kilometer lantaran lokasi counter handphone itu berada di Kalurahan Girimulyo.

Setiap pagi, Novi harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer dari rumahnya menuju ke konter handphone tersebut. Usai sholat subuh membantu orangtuanya, ia berangkat ke konter handphone tersebut untuk mengerjakan tugas. Rutinitas ini sendiri telah dijalani oleh Novi selama 4 bulan terakhir.
“Saya berangkat jam 06.00 WIB dan sampai di konter pukul 07.00 WIB,” ucapnya sambil sesekali mengelap tetesan air mata di pipinya.
Kisah Novi ini sendiri kemudian didengar oleh jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Gunungkidul. Para polisi wanita ini lantas tergerak untuk memberikan bantuan kepada Novi. Pada Jumat pagi tadi, sebuah handphone diberikan kepada Novi. Harapannya dengan pemberian ini, Novi lebih giat dalam belajar.
Semenyara itu, sang Ibunda yang turut hadir di Mapolres Gunungkidul, Wakiyem mengaku sebenarnya sangat kasihan melihat keadaan anaknya yang tidak bisa seperti anak-anak lain. Besar keinginannya untuk dapat membelikan anak bungsunya tersebut sebuah telepon genggam agar bisa mengerjakan tugas dari sekolahnya. Namun keadaan perekonomian membuat Wakiyem tak bisa berbuat apa-apa.
“Ya mau bagaimana lagi, hanya bisa pasrah karena memang tidak ada pekerjaan tetap,” ucap ibu satu anak ini.
Untuk makan, ia hanya mengandalkan pekerjaannya menjadi buruh tani dengan kondisi yang belum jelas siapa yang membutuhkan jasanya. Mencangkul maupun menanam tanaman ia tekuni untuk menyambung hidup dan membesarkan anak semata wayangnya itu.
“Sehari kadang mendapat Rp 30.000 dan paling banter Rp 40.000,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Nurwidiastuti menambahkan, pemberian bantuan handphone kepada Novi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang ke 74 ini. Jajaran Polwan Polda DIY memang menggelar aksi bakti sosial. Selain penyerahan bantuan kepada Novi, pihaknya juga memberikan 1.000 paket sembako.
“Kebetulan Novi ini berprestasi namun kurang beruntung, semoga bisa bermanfaat untuk menunjang belajar ananda,” tutup Iptu Enny.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
