Connect with us

Sosial

Penggunaan Herbisida Untuk Pemberantasan Gulma di Lahan Pertanian Yang Lebih Aman Dan Efektif

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Rumput atau gulma menjadi salah satu pengganggu pertanian. Di Gunungkidul sendiri, para petani menggunakan berbagai macam metode untuk pembasmian rumput atau gulma yang tumbuh di lahan pertanian mereka. Sebagian petani di Kabupaten Gunungkidul sendiri sudah menggunakan herbisida atau obat kimia pengendali gulma atau rumput yang mengganggu tanaman. Tentunya ada takaran dan cara khusus yang harus diperhatikan agar tidak merusak tanaman pangan.

Untuk memberikan edukasi, Alishter Indonesia belum lama ini memberikan pelatihan kepada kelompok tani tentang penggunaan herbisida yang aman dan tidak merusak tanaman pangan.

Ketua pusat Alishter Indonesia, Mulyadi mengungkapkan, saat musim pertanian seperti sekarang ini, lahan tanaman pangan atau tanaman hortikultura banyak ditumbuhi dengan gulma atau hama rumput yang mengganggu. Biasanya petani menggunakan cara-cara tertentu untuk membasmi tanaman pengganggu tersebut.

Berita Lainnya  Kisah Perjuangan Tiga Warga Planjan Perjuangkan Hak Tanah Yang Berimbas Tak Tersambungnya JJLS

“Secara tradisional biasanya petani mencabuti tanaman tersebut. Tapi jika menggunakan cara seperti ini membutuhkan waktu yang lama dan tenaga ekstra. Cara lain yang lebih efektif adalah penggunaan zat kimia atau herbisida,” papar Mulyadi.

Pemanfaatan herbisida ini memang lebih mudah dan efisien. Namun demikian, petani juga harus lebih paham penggunaan herbisida secara terbatas agar bermanfaat sesuai dengan tujuannya. Ia menyampaikan, ada cara yang cukup aman dalam penggunaan herbisida. Cairan ini dicampur dengan air yang kemudian disemprotkan pada rumput-rumput liar yang mengganggu tanaman pangan atau hortikultura. Dalam kurun waktu tertentu, rumput liar atau gulma akan mati dan membusuk kembali ke tanah.

Mulyadi menambahkan, dalam penggunaannya sendiri juga harus hati-hati. Hal ini menjadi penting agar tanaman pangan tidak terkena dengan zat kimia ini.

Berita Lainnya  Korban Tenaga Kesehatan Terus Bertambah, Ribuan Petugas Puskesmas Jalani Swab Tes Massal

“Kami adakan pelatihan ini agar petani di Gunungkidul mengetahui cara mengendalikan hama rumput liar yang lebih mudah dan efektif. Di samping itu mendapatkan pengetahuan yang luas,” jelas dia.

Pelatihan yang diselenggarakan ini menghadirkan sekitar 100 petani dari Gunungkidul ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul dengan menghadirkan Petugas Penyuluh Lapangan(PPL) pertanian.

Sementara itu, salah seorang petani Tugiyo mengatakan tumbuhan liar atau gulma memang banyak ditemukan di lahan pertanian milik warga. Adapun selama ini petani masih secara tradisonal dalam pembasmiannya yaitu dicabut atau dengan alat pertanian. Dengan adanya sosialisasi serta pelatihan semacam ini, petani lebih paham tentang pemanfaatan zat kimia.

Berita Lainnya  Temukan Penyalahgunaan LPG 3 Kilogram Oleh Pelaku Industri, Begini Langkah Tegas Dinas

“Sudah tahu sejak lama ada obat pengendali rumput liar, ini sangat membantu kami dalam.pembasmian rumput liar. Tinggal semprot saja, tetapi juga perlu diperhatikan baik takaran dan sasarannya,” ujar Tugiyo.

Sebab jika tumbuhan liar tidak dikendalikan, akan sangat berdampak pada pertumbuhan tanaman pangan atau hortikultura. Akibatnya bisa saja petani merugi akibat gagal panen.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler