fbpx
Connect with us

Sosial

Penggunaan Herbisida Untuk Pemberantasan Gulma di Lahan Pertanian Yang Lebih Aman Dan Efektif

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Rumput atau gulma menjadi salah satu pengganggu pertanian. Di Gunungkidul sendiri, para petani menggunakan berbagai macam metode untuk pembasmian rumput atau gulma yang tumbuh di lahan pertanian mereka. Sebagian petani di Kabupaten Gunungkidul sendiri sudah menggunakan herbisida atau obat kimia pengendali gulma atau rumput yang mengganggu tanaman. Tentunya ada takaran dan cara khusus yang harus diperhatikan agar tidak merusak tanaman pangan.

Untuk memberikan edukasi, Alishter Indonesia belum lama ini memberikan pelatihan kepada kelompok tani tentang penggunaan herbisida yang aman dan tidak merusak tanaman pangan.

Ketua pusat Alishter Indonesia, Mulyadi mengungkapkan, saat musim pertanian seperti sekarang ini, lahan tanaman pangan atau tanaman hortikultura banyak ditumbuhi dengan gulma atau hama rumput yang mengganggu. Biasanya petani menggunakan cara-cara tertentu untuk membasmi tanaman pengganggu tersebut.

“Secara tradisional biasanya petani mencabuti tanaman tersebut. Tapi jika menggunakan cara seperti ini membutuhkan waktu yang lama dan tenaga ekstra. Cara lain yang lebih efektif adalah penggunaan zat kimia atau herbisida,” papar Mulyadi.

Pemanfaatan herbisida ini memang lebih mudah dan efisien. Namun demikian, petani juga harus lebih paham penggunaan herbisida secara terbatas agar bermanfaat sesuai dengan tujuannya. Ia menyampaikan, ada cara yang cukup aman dalam penggunaan herbisida. Cairan ini dicampur dengan air yang kemudian disemprotkan pada rumput-rumput liar yang mengganggu tanaman pangan atau hortikultura. Dalam kurun waktu tertentu, rumput liar atau gulma akan mati dan membusuk kembali ke tanah.

Mulyadi menambahkan, dalam penggunaannya sendiri juga harus hati-hati. Hal ini menjadi penting agar tanaman pangan tidak terkena dengan zat kimia ini.

“Kami adakan pelatihan ini agar petani di Gunungkidul mengetahui cara mengendalikan hama rumput liar yang lebih mudah dan efektif. Di samping itu mendapatkan pengetahuan yang luas,” jelas dia.

Pelatihan yang diselenggarakan ini menghadirkan sekitar 100 petani dari Gunungkidul ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul dengan menghadirkan Petugas Penyuluh Lapangan(PPL) pertanian.

Sementara itu, salah seorang petani Tugiyo mengatakan tumbuhan liar atau gulma memang banyak ditemukan di lahan pertanian milik warga. Adapun selama ini petani masih secara tradisonal dalam pembasmiannya yaitu dicabut atau dengan alat pertanian. Dengan adanya sosialisasi serta pelatihan semacam ini, petani lebih paham tentang pemanfaatan zat kimia.

“Sudah tahu sejak lama ada obat pengendali rumput liar, ini sangat membantu kami dalam.pembasmian rumput liar. Tinggal semprot saja, tetapi juga perlu diperhatikan baik takaran dan sasarannya,” ujar Tugiyo.

Sebab jika tumbuhan liar tidak dikendalikan, akan sangat berdampak pada pertumbuhan tanaman pangan atau hortikultura. Akibatnya bisa saja petani merugi akibat gagal panen.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler