Pemerintahan
Pergeseran Pelanggaran Selama Penurunan Level PPKM, Kini Didominasi Sektor Wisata
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejak diberlakukannya PPKM Darurat pada 03 Juli 2021 lalu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Gunungkidul terus mengintensifkan patroli di masyarakat. Merujuk pada data, Satpol PP Gunungkidul setiap bulannya menemukan ratusan pelanggaran aturan yang terjadi.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah, Satpol-PP Gunungkidul, Sugito, menuturkan pada bulan Juli atau awal penerapan PPKM, pihaknya menemukan 524 pelanggaran. Banyaknya pelanggaran pada bulan Juli tak terlepas dari adaptasi masyarakat terhadap perubahan pembatasan aktifitas. Paling banyak pelanggaran yang ditemukan ialah pada sektor usaha kuliner sedangkan tindakan yang paling banyak dilakukan oleh pihaknya ialah teguran lisan sebanyak 456 pelanggaran.
Sementara pelanggaran pada bulan Agustus mulai menurun. Pihaknya mencatat terdapat temuan sebanyak 381 pelanggaran yang masih di dominasi oleh usaha kuliner. Tak berbeda jauh dengan bulan sebelumnya, tindakan yang paling banyak diambil ialah teguran lisan sejumlah 356 pelanggaran.
“Kalau untuk yang bulan September masih dalam pencatatan ya, tapi kami terus lakukan patroli. Seperti pagi sampai siang tadi, kami patroli di swalayan-swalayan,” beber Sugito, Kamis (23/09/2021).
Menurut Sugito, setelah diturunkannya PPKM level 4 ke level 3, sektor-sektor yang ditemukan pelanggaran mengalami pergeseran. Ia mencontohkan saat awal penerapan PPKM Darurat dan level 4, pihaknya paling banyak menemukan pelanggaran pada sektor usaha kuliner. Namun setelah diturunkan menjadi level 3 dengan berbagai kelonggarannya, pihaknya kini paling banyak menemukan pelanggaran pada objek-objek wisata.
“Ya memang ada pergeseran pada sektor pelanggaran, itu karena ada kelonggaran di beberapa sektor seperti usaha kuliner dan swalayan,” sambungnya.
Selain itu, pada awal masa PPKM pihaknya juga banyak menemukan pelanggaran di acara-acara hajatan pernikahan. Beberapa kali pihaknya sampai harus membubarkan hajatan pernikahan karena tidak berjalan dengan aturan yang berlaku. Namun saat ini, pihaknya jarang menemukan pelanggaran pada hajatan pernikahan saat melakukan patroli.
“Sekarang paling banyak di objek-objek wisata untuk pelanggarannya ya, khususnya pantai yang menjadi tujuan wisatawan. Tapi dengan adanya kejadian kecelakaan bus rombongan wisatawan kemarin, kami makin meluaskan patroli,” Jelasnya.
“Selain ke tempat wisata, saat ini kami juga patroli ke swalayan-swalayan untuk melihat apakah sudah menggunakan aplikasi pedulilindungi atau belum. Meskipun memang susah untuk mendapatkannya, tapi kami dorong agar segera menerapkan aplikasi pedulilindungi,” tutup Sugito.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
