Connect with us

Pemerintahan

Proses Pencetakan KIA Kolektif Lamban, Ini Penjelasan Dinas

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Proses pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Gunungkidul mengalami sejumlah kendala. Banyak di antara masyarakat yang mendaftarkan KIA secara kolektif baik di Pemerintah Desa maupun di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga kini tak kunjung jadi. Bahkan, saat ini ada ratusan KIA yang tidak dapat tercetak.

Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Gunungkidul, Arisandy mengatakan, salah satu kendala lambatnya pencetakan KIA di Disdukcapil ialah adanya keterbatasannya Sumber Daya Manusia (SDM). Pihaknya hanya memiliki dua petugas yang bertugas sebagai tenaga penginput data, scaner foto serta pencetak kartu untuk pembuatan secara kolektif. Jumlah ini tentunya sangat minim jika dibandingkan dengan beban kerja yang harus diemban. Alhasil, terkait hal tersebut, pencetakan KIA menjadi lamban.

Berita Lainnya  Data Penerima Bantuan Covid19 Tak Tepat, Kades Temukan Ada PNS Yang Terdaftar

“Kalau di masing-masing kecamatan bisa mengentri tidak ada masalah, tapi saat ini yang terjadi di kecamatan sudah terlalu sibuk dan yang mengentri adalah dari kami,” ujar Arisandy kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (13/08/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, dari 167.000 permohonan KIA, dalam waktu yang singkat pihaknya harus bisa mencetak 87. 000 kartu yang harus segera dicetak. Adapun dari jumlah tersebut, tak hanya asal cetak, sebelumnya petugas harus melakukan proses entri data, scan foto dan pencetakan.

“Yang paling memakan waktu ialah scan foto, kadang kalau pas pengajuan usianya empat setengah tahun nah karena antri kami mulai entri dan scan foto pas anak itu berusia lima tahun. Sistem kami otomatis menolak, karena untuk usia lima tahun harus sudah ada fotonya,” beber Arisandy.

Selain itu, untuk alat pencetaknya pun juga terbatas. Adapun alat cetak untuk KIA kolektif hanya ada dua unit.

Berita Lainnya  Enam Aliran Sungai di Wonosari Dalam Kondisi Tercemar, Satu Diantaranya Bertaraf Tercemar Berat

“Jika pengen cepat kami sarankan untuk mendaftarkan KIA ke loket Disdukcapil, di sana juga ada petugas pengentri data dan mesin pencetak. Kalau mengurus di loket bisa satu hari jadi,” ujarnya.

Untuk masyarakat yang terlanjur mendaftarkan secara kolektif, namun KIA tidak kunjung jadi, ia menyarankan untuk mengambil berkasnya, kemudian mendaftarkan secara mandiri di Disdukcapil Kabupaten Gunungkidul.

“Kalau berkasnya masih di kecamatan ya ambil di kecamatan, kalau berkasnya di sini ambil di sini. Kami memang memprioritaskan untuk pemohon KIA yang datang langsung ke kantor,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Markus Tri Munarja menambahkan, guna memangkas proses yang terlalu lama terkait pencetakan KIA, pihaknya akan mengembangkan program Latika yang bekerjasama dengan desa-desa di Kabupaten Gunungkidul. Adapun Latika sendiri ialah Lahir, Mati, Kartu Keluarga dan KIA.

Berita Lainnya  Update Covid19, Hampir 2 Minggu Tak Ada Penambahan Kasus Aktif di Gunungkidul

“Ini program untuk layanan online melalui desa untuk mempercepat layanan. Masyarakat diberi kemudahan dengan mengurus di desa saja dokumen kependudukan,” tutur Markus beberapa waktu yang lalu.

Dengan adanya terobosan ini, nantinya Pemerintah Desa akan bisa mengentri berkas secara online yang dikirim Disdukcapil dan diverifikasi. Kemudian setelah jadi, nanti masyarakat bisa mengambil berkas kependudukan tersebut di Desa.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler