Sosial
Puluhan Pelajar Ikuti Wisuda Tahfidz
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Tunas Mulia Wonosari menggelar wisuda tahfidz dan akhirussanah Angkatan XVI, Minggu (18/6/2023) di GOR Siyono. Sejumlah peserta didik tampil memeriahkan acara yang dikemas sederhana seperti tahun-tahun sebelumnya ini.
Ketua Yayasan Bina Umat Mulia Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan kesempatan tersebut yayasan melaksanakan wisuda tahfidz juz 29 dan 30, pada kegiatan ini diberikan pula penghargaan terhadap siswa-siswi kelas 6 yang berprestasi baik akademik maupun non akademik (volley, renang, karate, taekwondo, dan sepakbola).
“Kegiatan yang kami lakukan ini bentuk apresiasi kepada para peserta didik yang telah menghafal juz 29 dan 30,” ucap Kelik Yuniantoro.
Prestasi terus diukir oleh para peserta didik. Pada tahun ajaran ini, SMPIT Tunas Mulia berhasil meraih peringkat ke-5 rata-rata nilai Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) se Kabupaten Gunungkidul.
Keseriusan yang dalam mengukir prestasi baik dari bidang akademik maupun non akademik terus dilakukan untuk melahirkan generasi hebat, berkolaborasi dan bergandeng tangan dengan semua pihak, orang tua, dan Pemerintah Kabupaten khususnya Dinas Pendidikan.
“Tahun ini SDIT Tunas Mulia memiliki siswa sejumlah 447 siswa, dan meluluskan 82 siswa kelas 6 angkatan ke-16. Ada 4 lembaga pendidikan yang bernaung di bawah YBUM Gunungkidul yaitu TPA-KBIT Tunas Mulia, TKIT Tunas Mulia, dan SDIT Tunas Mulia, dan SMPIT Tunas Mulia.
Acara dimeriahkan pula dengan tampilan dari siswa-siswi SDIT dan SMPIT Tunas Mulia yang menggambarkan keberagaman nusantara dan kearifan lokal. Putra-putri dan orang tua/wali siswa Nampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Perjalanan bangsa ini akan ditentukan oleh generasi penerus, tumbuh dan berkembangnya, runtuh dan hancurnya suatu bangsa tergantung generasi penerus dan masyarakat. Bekalan pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan kepada anak-anak, harus didasari dan dilandasi oleh bekal moral agar mampu menjawab tantangan jaman,” ucap Bupati Gunungkidul.
Dirinya memberikan arahan kepada orang tua untuk menyiapkan anak-anak yang kelak akan menjadi para pemimpin dan pewaris perjalanan bangsa Indonesia.
Sabtu kemarin, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Sodo, Kapanewon Paliyan juga menggelar wisuda Tahfidzul Qur’an. Tercatat 49 Tahfidz dan 76 siswa kelas sembilan turut diwisuda, wisuda ini sebagai merupakan agenda tahunan sekolah sebagai bentuk apresiasi bagi siswa yang mampu mencapai target hafalan minimal satu juz.

Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah Sodo, Maryanto, mengatakan program tahfidz merupakan salah satu program unggulan di sekolahnya. Sebelum dinyatakan lulus, para siswa terlebih dahulu di uji hafalan Al-qur’an. Para siswa sejak masuk pertama kali ke MTs disebutnya langsung digembleng oleh para mentor agar dapat menghafal Al-qur’an sesuai standar sekolah. Menururtnya, program tahfidz di sekolahnya ditujukan untuk mencetak generasi yang cinta Al-qur’an.
“Program tahfidz disini sudah berjalan sekitar empat tahun ini, nah ini yang hafalannya sudah lancar kami wisuda berbarengan dengan pelepasan kelas sembilan,” ucap Maryanto.
Pada tahun ini, dikatakannya peserta wisuda tahfidz paling banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 49 siswa dinyatakan lulus dalam penghafalan Al-qur’an dengan paling banyak penghafal satu juz dengan 41 peserta. Menariknya, hafalan siswa dari program Tahfidz di MTs Muhammadiyah Sodo bisa mencapai enam juz.
“Sisanya yang delapan peserta itu beragam hafalannya, ada yang dua juz dan paling banyak enam juz,” terang Maryanto.
Melalui wisuda ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk terus belajar dan menghafal Al-qur’an. Tidak sekedar dihafal, para siswa diharapkan juga bisa mempelajari, memahami, dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari.
Disebutnya salah satu lembaga yang cukup aktif mendukung program tahfidz di sekolahnya ialah Yayasan Attawasol Insany Singapura. Salah seorang pimpinannya, Ustad Leyaket Ali Muhamad Umar mengatakan para siswa yang dinyatakan lulus hafalan Al-qur’an agar meneruskannya hingga dewasa nanti. Hal ini penting agar hafalan yang sudah ada bisa terus diasah dan dikembangkan kedepannya.
“Tentu perlu ada perencanaan di dalam kehidupan sekarang dan seterusnya, karena kalau tidak ada bisa jadi sebuah kegagalan di masa depan,” tutupnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
