fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Rawan Laka dan Macet, 3 Titik Jalan Rusak di Jalur Wisata Ini Disurvei Polisi dan Dinas

Diterbitkan

pada

Tepus,(pidjar.com)–Dalam menjaga keamanan,Ketertiban, dan kelancaran lalu lintas serta mencegah terjadinya Laka lantas, Polsek Tepus, Dinas Perhubungan Gunungkidul, DPUPRKP, Panewu Tepus, bersama lurah Sidoharjo melakukan kegiatan survei jalan rusak dan berlubang. Ada 3 titik yang rawan macet dan merupakan jalur wisata yang mendapatkan prioritas dalam survei pada Kamis (10/02/2022) siang kemarin.

Kapolsek Tepus, AKP Jarwanto mengatakan pihaknya, telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar segera dilakukan tindak lanjut di jalur wisata tersebut. Karena apabila terus dibiarkan, sejumlah kerusakan jalan dapat membahayakan dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, dengan status sebagai jalur wisata dengan keramaian yang cukup tinggi, kerusakan jalan ini memicu terjadinya kemacetan yang tentunya membuat wisatawan tidak nyaman.

“Kegiatan survei jalan ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman dan kondusif,” kata AKP Jarwanto.

Jarwanto menjelaskan, dalam kegiatan tersebut yang menjadi survei utama ada 3 titik jalan. Yaitu di depan Pasar Bintaos Tepus, Tikungan Pundak Sidoharjo, dan juga Simpang Tiga Pantai Slili.

“Yang menjadi pokok permasalahan utama adalah jalanan yang rusak sehingga saat hujan air menggenang dan tidak kunjung surut itu berpotensi menyebabkan laka lantas. Selain itu di Simpang tiga slili juga permasalahan parkir kendaraan yang tidak sebanding dengan lahan parkir sehingga mengakibatkan kemacetan,” urai Kapolsek

Dirinya berharap dengan adanya kontribusi dari berbagai pihak sehingga ke depannya dapat segera terealisasikan perbaikan jalan maupun langkah lain yang akan diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan bahwa jalan yang disurvei tersebut merupakan jalan provinsi. Sehingga pihaknya perlu berkoordinasi dengan Pemda DIY untuk melakukan penanganan. Dirinya berharap nantinya akan segera ada tindak lanjut dari Pemda DIY mengingat pentingnya ruas-ruas jalan tersebut.

Berita Lainnya  Pemakaman Warga Playen Yang Meninggal Mendadak Datangkan Petugas Khusus, Begini Klarifikasi Pemkab Gunungkidul

“Jadi nanti kita usulkan perbaikan ke Provinsi, kemudian kita juga coba untuk di beberapa titik yang rawan kita pasangi rambu-rambu terlebih dahulu untuk mengatasi kondisi darurat,” kata Rakhmadian Wijayanto.

Disinggung mengenai pelebaran jalan untuk mengantisipasi kemacetan, Rakhmadian mengungkapkan menurutnya dengan pelebaran jalan ini memerlukan biaya yang besar dan waktu yang cukup lama. Sehingga perlu adanya langkah lain yang lebih cepat serta realistis untuk mengatasi kemacetan.

“Kalau dilebarkan butuh biaya yang besar dan waktu yang lama, karena itu rencana kita dari Dishub untuk tepian jalan raya yang besar seperti JJLS Yang sebentar lagi akan jadi, kita akan dirikan semacam shuttle atau taman parkir di mana bus-bus besar akan berhenti di sana,” jelas dia.

Dalam rencana tersebut, dirinya menyebutkan akan bekerjasama dengan Organda Kabupaten yang dapat mengkondisikan bus-bus wisata untuk parkir atau transit di shuttle atau taman parkir tersebut.

Berita Lainnya  Inspeksi di 4 Kecamatan, Dinas Temukan Buku Pelajaran SD Yang Cantumkan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

“Kemudian untuk menuju ke pantai, nanti kita gunakan kendaraan-kendaraan kecil yang nanti kita libatkan peran masyarakat. Karena perkara macet itu masalah yang mendesak yang harus segera diatasi, maka yang bisa kita atasi adalah penggunaan lahan yang masih luas untuk parkir bus besar. Selain itu juga dapat memberi pemasukan ekonomi untuk masyarakat sekitar pantai,” jelas mantan Camat Tanjungsari ini.

“Mudah-mudahan untuk rencana perbaikan jalan maupun rencana shuttle bus ini kami berharap bisa mendapat dukungan baik dari pemerintah lokal, provinsi dan juga masyarakat sehingga semua masalah dapat segera teratasi,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler