Pemerintahan
Rawan Laka dan Macet, 3 Titik Jalan Rusak di Jalur Wisata Ini Disurvei Polisi dan Dinas
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dalam menjaga keamanan,Ketertiban, dan kelancaran lalu lintas serta mencegah terjadinya Laka lantas, Polsek Tepus, Dinas Perhubungan Gunungkidul, DPUPRKP, Panewu Tepus, bersama lurah Sidoharjo melakukan kegiatan survei jalan rusak dan berlubang. Ada 3 titik yang rawan macet dan merupakan jalur wisata yang mendapatkan prioritas dalam survei pada Kamis (10/02/2022) siang kemarin.
Kapolsek Tepus, AKP Jarwanto mengatakan pihaknya, telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar segera dilakukan tindak lanjut di jalur wisata tersebut. Karena apabila terus dibiarkan, sejumlah kerusakan jalan dapat membahayakan dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, dengan status sebagai jalur wisata dengan keramaian yang cukup tinggi, kerusakan jalan ini memicu terjadinya kemacetan yang tentunya membuat wisatawan tidak nyaman.
“Kegiatan survei jalan ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman dan kondusif,” kata AKP Jarwanto.
Jarwanto menjelaskan, dalam kegiatan tersebut yang menjadi survei utama ada 3 titik jalan. Yaitu di depan Pasar Bintaos Tepus, Tikungan Pundak Sidoharjo, dan juga Simpang Tiga Pantai Slili.
“Yang menjadi pokok permasalahan utama adalah jalanan yang rusak sehingga saat hujan air menggenang dan tidak kunjung surut itu berpotensi menyebabkan laka lantas. Selain itu di Simpang tiga slili juga permasalahan parkir kendaraan yang tidak sebanding dengan lahan parkir sehingga mengakibatkan kemacetan,” urai Kapolsek
Dirinya berharap dengan adanya kontribusi dari berbagai pihak sehingga ke depannya dapat segera terealisasikan perbaikan jalan maupun langkah lain yang akan diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan bahwa jalan yang disurvei tersebut merupakan jalan provinsi. Sehingga pihaknya perlu berkoordinasi dengan Pemda DIY untuk melakukan penanganan. Dirinya berharap nantinya akan segera ada tindak lanjut dari Pemda DIY mengingat pentingnya ruas-ruas jalan tersebut.
“Jadi nanti kita usulkan perbaikan ke Provinsi, kemudian kita juga coba untuk di beberapa titik yang rawan kita pasangi rambu-rambu terlebih dahulu untuk mengatasi kondisi darurat,” kata Rakhmadian Wijayanto.
Disinggung mengenai pelebaran jalan untuk mengantisipasi kemacetan, Rakhmadian mengungkapkan menurutnya dengan pelebaran jalan ini memerlukan biaya yang besar dan waktu yang cukup lama. Sehingga perlu adanya langkah lain yang lebih cepat serta realistis untuk mengatasi kemacetan.
“Kalau dilebarkan butuh biaya yang besar dan waktu yang lama, karena itu rencana kita dari Dishub untuk tepian jalan raya yang besar seperti JJLS Yang sebentar lagi akan jadi, kita akan dirikan semacam shuttle atau taman parkir di mana bus-bus besar akan berhenti di sana,” jelas dia.
Dalam rencana tersebut, dirinya menyebutkan akan bekerjasama dengan Organda Kabupaten yang dapat mengkondisikan bus-bus wisata untuk parkir atau transit di shuttle atau taman parkir tersebut.
“Kemudian untuk menuju ke pantai, nanti kita gunakan kendaraan-kendaraan kecil yang nanti kita libatkan peran masyarakat. Karena perkara macet itu masalah yang mendesak yang harus segera diatasi, maka yang bisa kita atasi adalah penggunaan lahan yang masih luas untuk parkir bus besar. Selain itu juga dapat memberi pemasukan ekonomi untuk masyarakat sekitar pantai,” jelas mantan Camat Tanjungsari ini.
“Mudah-mudahan untuk rencana perbaikan jalan maupun rencana shuttle bus ini kami berharap bisa mendapat dukungan baik dari pemerintah lokal, provinsi dan juga masyarakat sehingga semua masalah dapat segera teratasi,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
