fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Lindungi Petani Cabai dari Permainan Harga, Pemerintah Bangun Pasar Lelang

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sering terjadinya permainan harga cabai saat sebelum dan setelah panen menjadi sebuah keprihatinan tersendiri. Hal itu pun kerap membuat para petani sering kali merugi. Menyikapi hal ini pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama dengan pemerintah pusat membangun sebuah bangunan pasar lelang untuk memudahkan para petani.

Petugas Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Restu mengatakan bangsal pasar lelang ini dibangun menggunakan dana ABPN. Diharapkan dengan adanya bangsal pasar lelang ini mampu meningkatkan keuntungan petani maupun kelompok tani cabai di Kabupaten Gunungkidul.

“Bangunan yang sekarang sudah jadi ini nantinya akan dioperasikan oleh para petani dan pemerintah agar menjadi sebuah bangsal pasar lelang. Gunungkidul selama ini produksi cabainya lumayan banyak,” kata Restu.

Adapun bangsal pasar lelang ini berdiri di Padukuhan Karanggumuk, Kalurahan Karangrejek Kapanewon Wonosari. Dibangun di pusat kota karena letaknya yang cukup strategis, kemudian selama ini Kapanewon Wonosari, Playen, Semanu, dan Karangmojo menjadi sentra cabai di Kabupaten Gunungkidul.

“Nanti pengoperasiannya ada kesepakatan harga antara pembeli dengan petani. Ini untuk menekan permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak,” imbuhnya.

Selama ini harga cabai rendah dari petani. Sedangkan saat sampai ditengkulak justru harganya mrlambung tinggi. Dengan begitu petani hanya mendapatkan untung sedikit bahkan merugi.

“Selisih harganya tentu tinggi. Ada sortir kualitas jadi tidak semua dipukul rata. Pada intinya kita harapkan bisa menolong petani cabai di Gunungkidul, harganya sesuai lah. Selama ini kan gila-gilaan terus kemudian pas panen anjlok,” ucapnya.

Selain lelang cabai, seiring perkembangannya nanti juga bisa digunakan untuk lelang produk perkebunan dan hortikultura di Kabupaten Gunungkidul. Beberapa waktu terakhir sayur dan jenis hortikultura lainnya sedang dijajal oleh para petani.

“Mudah-mudahan tahun ini sudah mulai beroperasi. Harapan kami nanti bisa berkembang dan jalan seperti di Merapi itu,” imbuh Restu.

Sebelum dan diawal puasa kemarin, harga cabai bahkan mencapai 120 ribu per kilogramnya belum jenis cabai lain yang juga tinggi. Kemudian saat ini petani panen harganya justru menurun drastis, perkilo hanya dihargai sangat murah.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengungkapkan, pihaknya bersama dengan DPP akan menjalin sinergitas berkaitan dengan penjualan hasil panen khususnya sektor hortikultura agar lebih baik.

“Kita ini sedang bicarakan bagaimana pemasaran dan skema yang tepat agar kebutuhan terbenuhi, harganya tidak terlalu tinggi. Ya kasihan petani dan pembeli,” ucapnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler