fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Puluhan Tahun Belum Pernah Teraliri Air PDAM, Pengangkatan Air Bawah Tanah Bekah Jadi Asa Warga Purwosari

Published

on

Purwosari,(pidjar.com)–Ribuan Kepala Keluarga di tiga kalurahan di Kapanewon Purwosari sebentar lagi akan menikmati aliran air dari PDAM Tirta Handayani. Tentu saja hal itu menjadi angin segar bagi para warga. Pasalnya selama ini mereka terpaksa membeli air tangki untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari dengan biaya ratusan ribu rupiah.

Asa warga tersebut terwujud setelah dimulainya pembangunan saluran air baku Sungai Bawah Tanah (SBT) Bekah di Padukuhan Temon, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari. Pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp 12 miliar itu nantinya akan mampu mengaliri ribuan rumah di tiga Kalurahan.

“Debit airnya 17,8 liter per detik. Kira-kira akan mampu mengaliri 1500 SR (saluran rumah tangga) di tiga kalurahan yakni Giriwungu, Giripurwo dan Giricahyo,” terang Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharta usai Groundbreaking Pembangunan Penyediaan Air Baku Sungai Bawah Tanah, Rabu (28/04/2021).

Ia menjelaskan, selama ini memang sudah ada saluran pipa yang tertanam di 3 kalurahan itu. Namun demikian, belum pernah sekalipun pipa tersebut dialiri air.

“Jaringan pipa sudah terpasang antara 19-20 tahun yang lalu tapi isinya yang belum ada. Selama ini masyarakat memenuhi kebutuhan airnya dengan membeli air tangki,” terang dia.

Toto menambahkan, dengan debit air 17,8 liter per detik itu nantinya akan mampu menghapus kesedihan masyarakat. Sebab, selama ini masyarakat harus membeli air tangki senilai ratusan ribu rupiah selama musim kemarau tiba.

“Tentu ini menjadi kabar baik bagi masyarakat. Semoga pembangunannya lancar dan cepat selesai,” imbuh Toto.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Sungai Serayu Opak, Dwi Purwantoro mengatakan bahwa standar nasional Indonesia rata-rata kebutuhan air baku 110 liter per hari per orang. Sehingga dengan debit yang ada saat ini yakni 17,8 liter per detik dapat mencukupi kurang lebih 13.362 orang.

“Pekerjaan ini akan dilakukan kurang lebih 8 bulan. Akhir bulan November atau di awal bulan Desember sudah bisa kami serahkan fisik manuvernya,” kata Dwi Purwantoro.

Dalam kesempatan ini Bupati Gunumgkidul, Sunaryanta menyampaikan bahwa pembangunan ini sesuai visi misinya untuk memperjuangkan kebutuhan air di wilayah Selatan.

“Mudah-mudahan pelan-pelan dari pembangunan di kawasan bekah ini bisa mengairi di wilayah selatan yang notabennya masih kekurangan air nanti semua akan terwujud, kami atas nama pemerintah daerah 24 bersedia 24 jam untuk berkoordinasi” jelas Bupati.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler