Pemerintahan
Puluhan Tahun Belum Pernah Teraliri Air PDAM, Pengangkatan Air Bawah Tanah Bekah Jadi Asa Warga Purwosari
Purwosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Ribuan Kepala Keluarga di tiga kalurahan di Kapanewon Purwosari sebentar lagi akan menikmati aliran air dari PDAM Tirta Handayani. Tentu saja hal itu menjadi angin segar bagi para warga. Pasalnya selama ini mereka terpaksa membeli air tangki untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari dengan biaya ratusan ribu rupiah.
Asa warga tersebut terwujud setelah dimulainya pembangunan saluran air baku Sungai Bawah Tanah (SBT) Bekah di Padukuhan Temon, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari. Pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp 12 miliar itu nantinya akan mampu mengaliri ribuan rumah di tiga Kalurahan.
“Debit airnya 17,8 liter per detik. Kira-kira akan mampu mengaliri 1500 SR (saluran rumah tangga) di tiga kalurahan yakni Giriwungu, Giripurwo dan Giricahyo,” terang Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharta usai Groundbreaking Pembangunan Penyediaan Air Baku Sungai Bawah Tanah, Rabu (28/04/2021).
Ia menjelaskan, selama ini memang sudah ada saluran pipa yang tertanam di 3 kalurahan itu. Namun demikian, belum pernah sekalipun pipa tersebut dialiri air.
“Jaringan pipa sudah terpasang antara 19-20 tahun yang lalu tapi isinya yang belum ada. Selama ini masyarakat memenuhi kebutuhan airnya dengan membeli air tangki,” terang dia.

Toto menambahkan, dengan debit air 17,8 liter per detik itu nantinya akan mampu menghapus kesedihan masyarakat. Sebab, selama ini masyarakat harus membeli air tangki senilai ratusan ribu rupiah selama musim kemarau tiba.
“Tentu ini menjadi kabar baik bagi masyarakat. Semoga pembangunannya lancar dan cepat selesai,” imbuh Toto.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Sungai Serayu Opak, Dwi Purwantoro mengatakan bahwa standar nasional Indonesia rata-rata kebutuhan air baku 110 liter per hari per orang. Sehingga dengan debit yang ada saat ini yakni 17,8 liter per detik dapat mencukupi kurang lebih 13.362 orang.
“Pekerjaan ini akan dilakukan kurang lebih 8 bulan. Akhir bulan November atau di awal bulan Desember sudah bisa kami serahkan fisik manuvernya,” kata Dwi Purwantoro.
Dalam kesempatan ini Bupati Gunumgkidul, Sunaryanta menyampaikan bahwa pembangunan ini sesuai visi misinya untuk memperjuangkan kebutuhan air di wilayah Selatan.
“Mudah-mudahan pelan-pelan dari pembangunan di kawasan bekah ini bisa mengairi di wilayah selatan yang notabennya masih kekurangan air nanti semua akan terwujud, kami atas nama pemerintah daerah 24 bersedia 24 jam untuk berkoordinasi” jelas Bupati.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
