Connect with us

Pemerintahan

Warga Mulai Terdampak Kekeringan, Pemerintah Lakukan Dropping Air ke Sejumlah Wilayah

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)—Sejak beberapa waktu terakhir masyarakat Gunungkidul mulai mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Pasalnya kemarau yang terjadi mengakibatkan sebagian wilayah di Bumi Handayani mengalami kekeringan. Untuk itu,  sebagian warga mulai melakukan berbagai cara untuk dapat menikmati air bersih seperti biasa. Mulai dari memanfaatkan sumber air yang masih tersedia, membeli air dan mengajukan droping ke pemerintah pun mulai dilakukan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan mulai Selasa (21/07/2020) kemarin pihaknya mulai melakukan droping air ke sejumlah wilayah yang telah mengajukan permintaan air.

Pada pengiriman awal ini ada 9 titik yang tersasar diantaranya Dusun Piyuyon dan Banyumanik di Kalurahan Pacarejo; Dusun Ngalangombo dan Sendang di Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu. Sedangkan di Kapanewon Rongkop meliputi Dusun Kerdonmiri, Tirisan dan Karangwuni, Kalurahan Karangwuni; Dusun Kemesu dan Karangwetan di Kalurahan Semugih, Kapanewon rongkop.

Berita Lainnya  Keluarkan Surat Edaran, Dinas Himbau Petani Percepat Persiapan Lahan Pertanian

“Masing-masing padukuhan mendapat 4 tanki. Untuk nantinya wilayah lain jika telah mengajukan permohonan kemudian akan dilakukan dropping air dari pemerintah,” ujar Edy Basuki, Rabu (22/07/2020).

Tahun ini pemerintah menganggarkan 700 juta rupiah untuk penaggulangan kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Anggaran ini diharapkan mampu meringankan beban masayarakat dalam pemenuhan air. Di sisi lain, beberapa kapanewon juga memiliki anggaran tersendiri untuk penanggulangan kekeringan di wilayahnya.

Saat ini ada sedikitnya 6 kapanewon yang telah melaporkan data rawan kekeringan. Dari enam wilayah tersebut, yang menjadi prioritas dropping di awal yakni kapanewon Semanu, Rongkop, Tepus dan Girisubo.

“Untuk prioritas awal di empat kapanewon itu. Nanti bisa berkembang ke wilayah lain sesuai dengan dampak dan kondisi di lapangan,” imbuh dia.

Salah satu kalurahan yang sejak akhir Juni lalu mengalami kekeringan yakni Kalurahan Purwodadi, Kapanewo Tepus. Pemerintah setempat kemudian mengambil tindakan dengan melakukan droping air secara mandiri menggunakan anggaran yang dimiliki kapanewon. Langkah ini diambil untuk meringankan beban masyarakat dalam mendapatkan air bersih untuk konsumsi dan keperluan lainnya

Berita Lainnya  Menelisik Peluang Budidaya Bonsai Santigi di Masa Pandemi

Di wilayah ini, tampungan yang dimiliki warga sudah menipis ketersediaan airnya, begitu pula dengan sumber-sumber lain. Sehingga masyarakat harus membeli air dnegan harga yang tidaklah murah.

Salah seorang warga padukuhan Duwet, Kalurahan Purwodadi, Sumino mengatakan untuk pemenuhan air bersih keluarganya, pria berusia 62 tahun ini harus memikul derigen dan pergi menuruni bukit. Ia terpaksa berjalan sejauh 1,5 kilometer untuk mendapatkan air dari sumber yang masih ada airnya. Jalanan perbukitan dengan perlintasan yang tidak mudah hampir setiap hari ia lalui .

“Jalan kaki agar mendapatkan air untuk konsumsi, mandi dan kebutuhan lainnya,” kata Sumino,

Ia terpaksa mengambil air sendiri ke sumber mata air yang jaraknya cukup jauh. Karena memang kondisi geografis di wilyahnya.

Berita Lainnya  Saat Pasukan Ojek Online Ikut Memeriahkan Upacara HUT RI di Alun-alun Wonosari

Panewu Tepus, Alsito mengungkapkan sejak akhir bulan Juni 2020 lalu memang wilayahnya mulai kesulitan air. Dari pemerintah kapanewon memiliki anggaran untuk melakukan droping air, untuk itu sejak beberapa minggu lalu pihaknya yang menggandeng pihak ketiga mulai melakukan droping air.

“Sudah mulai ada droping air yang kami lakukan sejak beberapa waktu lalu,” ujar Alsito.

Letak geografis dan faktor lainnya memang menjadikan wilayah Tepus setiap tahunnya kesulitan mendapatkan air, terlebih saat musim kemarau. Wilayah ini menjadi salah satu daerah rawan kekeringan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Berita Terpopuler