fbpx
Connect with us

Info Ringan

Lima Kisah Unik Tentang Gunung Bromo

Diterbitkan

pada tanggal

Jogja,(pidjar.com)–Berbagai kisah unik nan mistis yang terjadi di gunung-gunung yang ada di Indonesia sudah banyak dibahas oleh berbagai sumber. Kisah itu telah menyebar dari mulut ke mulut dan akhirnya menjadi kepercayaan di masyarakat. Salah satunya seperti pada gunung yang ada di Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Kabupaten Lumajang dan kabupaten Malang di Jawa Timur. Gunung Bromo yang berdiri kokoh dengan ketinggian 2.329 mdpl tersebut menjadi gunung yang banyak menyimpan cerita mistis yang sanggup membuat bulu kuduk berdiri. Gunung  Bromo sendiri menjadi gunung yang paling banyak di kunjungi oleh banyak wisatawan setiap tahunnya. Keindahan gunung Bromo memang sangat terkenal oleh banyak wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Berikut beberapa fakta menarik tentang gunung bromo yang menambah wawasan dirangkum dari berbagai sumber.

Pasir Hisap

Keindahan Padang Savana yang terhampar sejauh mata memandang adalah bagian kecil keindahan yang dimiliki gunung Bromo. Gunung yang kerap kali mengalami erupsi tersebut menjadi ikon wisata yang berada di 4 wilayah kabupaten. Gunung yang satu ini telah menjadi destinasi wisata yang menarik. Namun tidak hanya cerita keindahan saja, cerita-cerita mistis yang menyelimuti gunung tersebut pun tak kalah menarik untuk di bahas. Salah satu yang sering dibicarakan dan paling ditakuti adalah keberadaan pasir hisap yang bisa membahayakan para pengunjung. Padang Savana yang terlihat memanjakan mata. Ternyata, menyimpan bahaya yang mengintai para pengunjung. Keberadaan pasir hisap yang ada di kawasan gunung Bromo memang menjadi misteri. Konon, orang tak sengaja menginjak pasir tersebut akan tersedot ke dalam tanah. Keberadaannya yang misterius membuat pengunjung harus tetap waspada saat berlibur ke daerah wisata yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau disingkat TNBTS.

Embun membeku di Gunung Bromo

Fenomena embun membeku memang tidak hanya terjadi kawasan Bromo tetapi hampir di beberapa gunung yang ada di Indonesia. Embun membeku yang dikenal pula dengan sebutan Frost terjadi akibat udara dingin angin Moonson timur yang berembus dari benua Australia. Keberadaan embun membeku yang menyelimuti wilayah yang berada di sekitar gunung Bromo memang mampu menarik perhatian pengunjung. Meskipun bagi sebagian petani merupakan ancaman yang dapat mengganggu pertanian mereka. Namun, keberadaan fenomena embun membeku yang terjadi setiap musim kemarau tersebut menjadi pemandangan menarik bagi para pengunjung yang berkunjung pada bulan Agustus sampai dengan bulan September. Tertarik untuk merasakan sensasi dinginnya embun membeku? Kamu bisa langsung berkunjung ke gunung Bromo.

Berita Lainnya  Mewaspadai Indikasi Depresi  Anak Usia Dini

Kerajaan Jin Dengan 18 Tingkat Di Area Gunung Bromo

Bila kita sering mendengar cerita tentang keberadaan kerajaan Jin yang tersebar di beberapa gunung yang ada di wilayah Indonesia. Maka, kamu juga akan mendapatkan hal serupa di gunung yang konon diambil dari nama seorang dewa utama dalam ajaran Hindu bernama Brahma atau dieja Brama oleh suku Tengger yang berada di wilayah kawasan gunung Bromo. Gunung yang masih aktif tersebut telah beberapa kali memuntahkan isi perutnya dengan interval waktu 30 tahun. Ledakan terbesar gunung Bromo sendiri terjadi pada tahun 1975, sementara yang terakhir pada tahun 2015 sampai saat ini. Gunung Bromo memang masih mengalami erupsi, namun hal tersebut tidak menghentikan para pelancong yang penasaran dengan keindahan gunung yang konon menjadi kerajaan mahkluk gaib terbesar yang sangat menakutkan. Penduduk sekitar percaya bahwa di gunung Bromo terdapat kerajaan yang memiliki 18 tingkat. Ki Bromo dipercaya oleh warga setempat sebagai penjaga gunung sekaligus yang membangun kerajaan gaib di gunung Bromo. Mereka juga percaya bahwa letusan besar gunung Bromo adalah bagian dari proses pembangunan kerajaan yang dilakukan Ki Bromo. Meskipun demikian, tetap bersikap bijak dalam menyikapi hal tersebut.

Pusaka Di Bawah Lava Gunung Bromo

Menurut cerita yang beredar di Masyarakat. Di bawah gunung Bromo terdapat pusaka yang tersimpan aman. Konon cerita ini berhubungan dengan cerita kerajaan Majapahit yang mencari tempat perlindungan dari musuh-musuh kerajaan yang bersekutu untuk menaklukkan kerajaan Majapahit. Dari kesamaan budaya yang ada di Bali dan Bromo, konon kerajaan Majapahit terpisah menjadi dua bagian. Dimana satu bagian bersembunyi di kawasan Bromo, sementara yang lainnya menuju ke wilayah Bali. Cerita tentang pusaka sakti itu sendiri konon muncul untuk membantu pasukan Majapahit yang bersembunyi di Bromo. Perihal kebenaran itu sendiri kita serahkan pada Tuhan yang maha tahu.

Ritual adat Yadnya Kasada

Ritual adat Yadnya Kasada adalah ritual yang sering terdengar dilakukan oleh masyarakat Tengger. Ritual ini diadakan setiap setahun sekali dan mampu menarik perhatian wisatawan. Ritual Yadnya Kasada telah turun temurun dilakukan oleh masyarakat yang berada di Kawasan Tengger di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Yadnya Kasada biasa dilakukan pada hari ke 14 atau Kasodo menurut penanggalan Hindu Tengger. Kegiatan ini berupa memberikan sesajen yang ditujukan pada Sang Hyang Widhi dan para leluhur yang dipercayai oleh masyarakat setempat. Sesajen itu berupa hasil bumi atau binatang ternak yang akan dilarung ke tengah kawah gunung Bromo. Selain membutuhkan perjuangan karena harus dilakukan di puncak gunung Bromo, waktu pelarungan pun harus dilakukan pada dini hari. Praktik kepercayaan masyarakat Tengger memang sudah dilakukan berabad-abad. Masyarakat tengger berpedoman pada kepercayaan Hindu lama.

Berita Lainnya  White Tea, Teh Ningrat dengan Berbagai Manfaat

Legenda Joko Seger dan Roro Anteng yang Terkenal

Berbicara mengenai gunung yang satu ini. Maka tak akan lepas dari legenda yang telah menjadi mitos dan hampir dikenal oleh para pakar Sejarah yang ada di Indonesia yaitu legenda Roro Anteng dan Joko Seger. Konon, nama Tengger erat kaitannya dengan kisah pasangan tersebut. Tengger sendiri diambil dengan menggabungkan nama dua tokoh legenda di Jawa Timur tersebut. Roro Anteng adalah putri dari kerajaan Majapahit yang jatuh cinta pada Joko Seger yang merupakan putra dari Brahmana. Kecantikan Roro Anteng yang tersohor ke pelosok negeri membuatnya harus memilih antara  cinta Joko Seger dan jawara sakti yang ingin mempersunting dirinya dengan mengancam kehidupan orang tua Roro Anteng. Sifat lembut yang dimiliki Roro akhirnya memuruskan memilih jawara tersebut untuk menyelamatakan kedua orang tuanya. Sebelum Roro dipinang, ia meminta syarat yang harus dipenuhi oleh sang jawara. Syaratnya itu berupa membangun telaga di bawah kaki bukit yang mengitari gunung Bromo. Untuk memenuhi hasratnya, sang jawara memenuhi permintaan sang putri. Roro Anteng pun mulai mencari akal supaya jawara tersebut gagal memenuhi syarat. Roro berusaha membuat seekor ayam berkokok sebelum fajar. Ia pun berhasil mengelabui sang jawara sakti. Karena kecewa telah gagal sang jawara melempar batok kelapa yang digunakannya untuk mengeruk telaga tersebut hingga menjelma menjadi sebuah gunung yang dikenal sebagai Gunung Batok.

Misteri Akar Gaib Gunung Bromo

Keberadaan akar gaib yang berada di gunung Bromo memang menjadi misteri. Menurut pakar spiritual, akar gaib ini melingkar di wilayah gunung Bromo dan hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat akar gaib ini. Berdasarkan cerita masyarakat hilangnya para pendaki adalah akibat akar gaib tersebut. Konon mereka yang berniat jahat akan melihat penampakan akar ini.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler