Connect with us

Pemerintahan

Kualitas Air di Gunungkidul Terus Menurun

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kualitas air di Gunungkidul saat ini terus mengalami penurunan. Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul mengklaim bahwa penurunan kualitas air tersebut lantaran berbagai faktor yang terjadi di bumi handayani termasuk diantaranya adalah perilaku manusia. Salah satu faktor utamanya adalah pola hidup masyarakat yang sembarangan, misalnya saja membuang sampah dan limbah ke sungai dan beberapa tempat yang tidak semestinya. Kendati terus mengalami penurunan, kualitas air masih aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, perilaku buang sampah sembarangan seperti yang banyak terjadi ini memang cukup berpengaruh besar dalam menurunnya kualitas air. Hal ini lantaran jika tanah dan air yang ada terkontaminasi dengan limbah berbahaya, maka kemudian akan sulit terurai. Sehingga kemudian saat air melimpah, bakteri tersebut justru semakin meluas.

Berita Lainnya  Kisah Buruh Penganyam Tikar Yang Menolak Menyerah Meski Buta dan Terserang Stroke

“Perlu diwaspadai memang. Yang menjadi PR adalah bagaimana memahamkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang baik,” terang Aris Suryanto, Sabtu (06/07/2019).

Meski penurunan kualitas terhitung masih dalam taraf kecil, namun setiap kali dilakukan pengecekan terus terdapat penurunan. Guna menekan penurunan yang semakin tinggi, dari DLH sendiri terus berupaya melakukan sosialisasi pada masyarakat agar tidak membuang sampah semabarangan, menjaga pola hidup dan menggenjot program kali bersih.

Ia mengklaim jika program ini terus diterapkan penurunan kualitas air dapat ditekan. Sebenarnya tak hanya masyarakat umum, melainkan sesekali dari dinas juga memberikan arahan pada wisatawan atau pengunjung ke kabupaten Gunungkidul untuk turut menjaga kebersihan lingkungan.

“Terus kami upayakan sosialisasi. Sebenarnya untuk indeksnya sendiri masih aman hanya saja selalu ada penurunan,” terang dia.

Disinggung mengenai kualitas udara di Ginungkidul seiring bermunculannya industri besar dan mulai padatnya jalanan akibat membanjirnya kendaraan di Gunungkidul, ia mengklaim jika kualitas udara di Gunungkidul masih cukup baik. Meski terdapat berbagai bangunan namun untuk udara sendiri tidak perlu dikhawatirkan.

Berita Lainnya  PSTKM Resmi Diperpanjang, Pemkab Gunungkidul Bahas Keringanan Syarat

“Untuk udara sendiri ndak ada masalah meski kendaraan mulai meningkat tajam dan banyak usaha industri,” tambah dia.

Beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan pengecekan di sejumlah titik yang sekiranya padat aktifitas kendaraan dan perindustriannya. Hasilnya, untuk kualitas udara sendiri masih baik dan justru ada sedikit peningkatan.

Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi tersebut disinyalir lantaran ruang terbuka hijau di Gunungkidul masih tersedia cukup banyak. Sehingga kemudian polusi yang terjadi akibat kendaraan atau aktifitas industri dapat diminimalisir dengan adanya ruang terbuka.

“Misalnya di Ponjong ada banyak aktifitas pertambangan, tapi di sana ruang hijaunya tersedia cukup banyak jadi ndak masalah,” imbuh Aris.

Idealnya di masing-masing perkantoran memiliki ruang hijau meski hanya seculi. Dari dinas juga mengarahkan pada masyarakat untuk melakukan penanaman tanaman hijau dipekarangan masing-masing guna membantu menyaring polusi yang ada di sekitar lingkungan.

Berita Lainnya  Diperuntukan Bagi Ekonomi Bawah, Kementerian Keluarkan Program Gerakan Setengah Miliar Masker

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

bisnis1 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata4 hari yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Berita Terpopuler