Connect with us

Hukum

Diwarnai Drama Kucing-kucingan, Mantan Kades Bunder Terpidana Kasus Korupsi Akhirnya Dieksekusi

Diterbitkan

pada

Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Setelah mangkir beberapa kali atas panggilan eksekusi yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Wonosari, akhirnya Kabul Santoso, mantan kepala Desa Bunder, Kecamatan Patuk dijemput paksa oleh tim kejaksaan. Adapun proses eksekusi terpidana korupsi ratusan juta pada anggaran pendapatan asli desa tersebut sempat diwarnai aksi kucing-kucingan. Pasalnya yang bersangkutan sempat bersembunyi dan tidak mau dieksekusi oleh petugas. Kabul sendiri telah divonis hukuman penjara 4 tahun akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukannya tersebut.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungkidul, M. Darojat mengungkapkan, eksekusi paksa terpaksa dilakukan lantaran sesuai dengan aturan yang berlaku, jika yang bersangkutan tidak kooperatif dalam panggilan dari Kejaksaan lebih dari dua kali maka upaya jemput paksa ini bisa dilakukan. Senin (19/08/2019) kemarin, petugas berusaha mendatangi rumah Kabul Santoso untuk menjemput yang bersangkutan guna menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus eksekusi.

Berita Lainnya  Jual Satwa Liar Dilindungi Hingga Bikin Minizoo, 5 Orang Diamankan Ditreskrimsus Polda DIY

Namun diperoleh informasi jika yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah. Petugas kemudian berusaha mencari ke ladang yang biasanya dikunjungi oleh Kabul, namun juga tidak ada aktifitas di lokasi tersebut. Petugas kembali memastikan keberadaan Kabul di rumahnya. Ternyata diketahui dalam pengecekan lanjutan ini, yang bersangkutan ternyata sedang berada di dalam rumah. Petugas akhirnya menangkap yang bersangkutan yang kembali hendak bersembunyi saat melihat petugas datang.

“Eksekusi kami lakukan kemarin siang di rumah terpidana kasus korupsi. Sempat berusaha menghindar dan bersembunyi namun berhasil kami amankan,” kata Darojat, Selasa (20/08/2019) saat dikonfirmasi.

Selanjutnya setelah dilakukan penjemputan terhadap yang bersangkutan, sempat dilakukan pula pengecekan kondisi kesehatan terhadap Kabul Santoso. Hasil dari pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis sendiri menyatakan bahwa kondisi kesehatan Kabul dalam kondisi baik. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis ini, eksekusi lalu dilakukan dan Kabul langsung dikirim ke LP Wirogunan Yogyakarta.

“Setelah dilakukan cek kondisi kesehatan langsung kami bawa ke LP Wirogunan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” imbuh dia.

Eksekusi mantan Kepala Desa Bunder, Kecamatan Patuk yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Gunungkidul merupakan ekseskusi pada terpidana kasus korupsi yang kesekian kalinya pada tahun 2019 ini. Pasalnya beberapa waktu lalu, dari kejaksaan sendiri juga telah melakukan eksekusi pada sejumlah terpidana lainnya yang terjerat kasus serupa untuk kasus lainnya.

Berita Lainnya  Dibekuk Saat Jualan Es Krim, Pelaku Pencabulan Bocah SMP Sempat Dikepung Warga

Sebagaimana diketahui, Kabul Santoso merupakan mantan Kepaada Desa Bunder. Ia lengser setelah terjerat kasus korupsi lantaran menyalahgunakanketugasan yang ia emban sebagai pemimpin rakyat tingkat desa. Pada periode pemerintahannya, ia dinyatakan Majelis Hakim Tipikor terbukti melakukan korupsi yang menyebabkan kerugian negara mencapai lebih dari 137 juta rupiah.

Kabul menggunakan uang Pendapatan Asli Desa Bunder untuk memperkaya diri sendiri, atau digunakan untuk kepentingan pribadinya. Beberapa waktu lalu, sebenarnya yang bersangkutan telah dilakukan penahanan dengan kasus serupa. Kemudian kembali dieksekusi untuk melakukan hukuman lanjutan lantaran vonis hukumannya telah incracht. Kabul sendiri dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda 200 juta subsider 6 bulan penjara.

Berita Lainnya  Alami Kemarau Terparah, Harga Air di Gedangsari Telah Sentuh Rp 400.000 Per Tangki

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Berita Terpopuler