Peristiwa
Dua Minggu Gelar Operasi Patuh, Satlantas Polres Gunungkidul Tindak Ribuan Pelanggar
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Operasi Patuh Progo tahun 2020 yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul sudah selesai. Selama 14 hari operasi patuh, ribuan pelanggar peraturan lalu lintas ditindak tilang oleh petugas kepolisian. Bahkan kendaraan yang tidak memenuhi komponen standar ada yang diamankan (disita).
Kaposko Operasi Patuh Progo, Iptu Soni Yuniawan mengatakan selama 14 hari operasi pihaknya telah menilang 1.051 pengguna jalan yang melanggar aturan. Tahun ini, terdapat 3 prioritas penindakan yakni tidak menggunakan helm, lawan arus, dan komponen kendaraan tidak standar.
Mayoritas yang ditindak selama operasi ini komponen kendaraan tidak standar seperti spion, body kendaraan, dan knalpot blombongan. Kendaraan-kendaraan yang tidak sesuai ini kemudian diamankan di Polres Gunungkidul.
“Kalau mau diambil yang bersangkutan harus mengganti komponen tersebut di Polres disaksikan oleh petugas. Untuk penindakan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3 ribu pelanggar,”paparnya.
Menurut Soni, tahun 2020 ini skema operasi patuh progo memang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya mengedepankan pencegahan, untuk teguran sendiri mencapai 950 lebih. Teguran ini diberikan kepada pengguna jalan yang pelanggarannya ringan.

“Tidak pakai masker misalnya, itu kami tegur dan ada beberapa hal lainnya. Kita juga bagi-bagi masker,”tambah Soni.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk kecelakaan lalu lintas di ruas jalur Jogja Wonosari (Tleseh) dan jalur Wonosari (Bunderan Siyono) selama operasi patuh ini 0 kejadian. Meski begitu di titik lain tetap terlaporkan ada kecelakaan lalu lintas.
“Kalau di titik operasi 0 laka lantas. Hanya memang di luar TO beberapa kejadian terlaporkan,” paparnya.
Selama 2020 untuk kecelakaan di jalur Gunungkidul terlaporkan menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sampai Agustus ini sekitar 300 lebih kejadian kecelakaan terlaporkan.
“Biasanya sampai Agustus bisa sampai 500 lebih kejadian, tahun ini memang menurun karena mobilitas masyarakat juga berkurang,” tutupnya.
Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Ari Hani Saputri mengatakan pelayanan pengambilan barang bukti tilang tetap dilayani sesuai dengan prosedur. Dari Kejaksaan sendiri ada dua opsi dalam pelayanan uakni tatap muka bisa diambil di Kejaksaan dan ada pula layanan pembayaran denda dilakukan melalui kantor pos terdekat.
“Antisipasi kerumunan jadi bisa pembayaran denda di kantor pos dan nanti barang bukti dikirim ke alamat pemilik,” tutupnya.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan4 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Uncategorized4 hari yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized3 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
