Connect with us

Pemerintahan

Dilema Wacana Pelarangan Kegiatan Hajatan di Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Beberapa waktu lalu Gugus Tugas Pengendalian Covid19 mewacanakan untuk melarang penyelenggaraan hajatan dan juga berbagai macam kegiatan sosial masyarakat. Wacana ini digulirkan lantaran saat ini, cukup banyak klaster hajatan yang muncul di berbagai kapanewon di Gunungkidul. Tercatat hingga, Kamis (17/06/2021) ini sudah ada ratusan warga Gunungkidul positif corona dari klaster-klaster hajatan maupun klaster lainnya tersebut. Saat ini, sudah ada belasan klaster aktif yang tentunya harus membuat tim Satgas Penanganan Covid19 Gunungkidul bekerja keras melakukan tracing maupun penanganan.

Wacana pelarangan penyelenggaraan hajatan maupun kegiatan kemasyarakatan ini banyak menimbulkan pro kontra di masyarakat. Tak sedikit masyarakat yang tak setuju dengan wacana ini. Sejumlah solusi mulai dibahas di kalangan pejabat pembuat kebijakan di lingkungan Pemkab Gunungkidul berkaitan dengan hal ini. Termasuk konsekuensi yang harus dilakukan jika nantinya pemerintah tetap memperbolehkan penyelenggaraan hajatan.

Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto di hadapan para panewu dalam rapat koordinasi penanganan Covid19 mengatakan penularan corona banyak terjadi saat kerumunan dilakukan. Utamanya saat pelaksanaan hajatan di mana banyak interaksi antar satu masyarakat dan masyarakat lainnya.

Berita Lainnya  Rayu Siswi SMP, Oknum Ketua RT Disidang Warga

“Kalau mengikuti kebijakan PPKM mikro, di mana lokasi yang tidak boleh menggelar hajatan di RT yang zona orange dan merah saya rasa kurang relevan karena tamunya dari berbagai zona,” kata Heri, beberapa waktu lalu.

Untuk itu, kurang dari sepekan lalu, Heri yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid19 tersebut menghendaki untuk hajatan tidak dilaksanakan. Namun, hingga kini Surat Edaran dari wacana tersebut masih belum keluar.

“Ini baru sekedar wacana, untuk teknisnya akan kami tuangkan dalam SE,” kata Heri.

Nyatanya, pengendalian covid19 pada hajatan ini belum sepenuhnya bisa dilaksanakan. Misalnya saja di Kapanewon Playen. Panewu Playen, Setyawan mengatakan, wilayahnya cukup representatif untuk diadakannya hajatan oleh warga masyarakat dari luar daerah. Ia mencontohkan keberadaan Gedung Olahraga Siyono.

Berita Lainnya  Pemkab Gunungkidul Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman

“Selama ini kegiatan hajatan di GOR Siyono tidak terpantau karena izinnya ada di BKAD, kami justru tidak tahu jika akan diadakan hajatan,” ujar Setyawan.

Setyawan menambahkan, selain hajatan, keberadaan landasan udara di Gading juga kerap kali lepas dari perhatian gugus tugas penanganan Covid19 Kapanewon Playen. Sama dengan GOR Siyono, perizinan dari lapangan tersebut langsung ke TNI AU.

“Padahal kegiatannya juga lumayan padat di sana, tapi kami tidak memonitor karena izinnya tidak di kami,” jelas Setyawan.

Kepala Kundha Kabudayaan, Agus Kamtono juga menilai dilematis kaitannya dengan kebijakan izin hajatan. Menurutnya hajatan sebenarnya bisa tetap dilakukan asalkan dengan protokol kesehatan ketat.

“Tapi faktanya di lapangan, protokol kesehatan ini cukup lemah masyarakat kurang sadar dengan disiplin prokes,” kata Agus.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho menilai kegiatan sosial kemasyarakatan bisa tetap jalan terus, namun pengawasan prokes harus benar-benar ketat. Tim pengawas harus bisa bersikap tegas agar masyarakat bisa benar-benar melaksanakan prosedur kesehatan secara ketat saat pelaksanaan hajatan yang melibatkan banyak orang. Tak hanya di bagian depan saja, namun protokol kesehatan juga harus dilaksanakan dari semua sisi, termasuk para perewang.

Berita Lainnya  Bangun Saluran IPAL di 4 Desa, Pemerintah Gelontorkan Anggaran 1,9 Miliar

“Gugus tugas memang harus bekerja ekstra tegas, kalau tidak ketat langsung dibubarkan. Misal hajatan ya harus non prasmanan, hanya datang unjuk muka pulang bawa boks nasi. Tidak usah ada acara kirab temanten, pasrah panampi, yang penting ijab qobul sah yang rewang juga prokes,” tutur Heri.

Ia menilai, kemunculan klaster hajatan ini disebabkan oleh lemahnya pengawasan dari gugus tugas pengendalian Covid19. Ia mendorong kinerja gugus tugas bisa dimaksimalkan. Ia menyadari bahwa ini adalah pekerjaan berat.

“Tapi akan lebih baik disiplin, daripada nutup hajatan dampak sosial ekonomi makin berat dan wisatawan ke Gunungkidul wajib rapidtes,” tandas Heri.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata6 hari yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler