Connect with us

Pemerintahan

Puluhan Ribu Warga Gunungkidul Masih Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Salah satu persoalan sosial di Gunungkidul yang masih belum juga terselesaikan adalah kemiskinan. Dengan UMK yang bahkan terendah di DIY serta kurangnya lapangan pekerjaan, cukup sulit memang mengentaskan permasalahan ini. Salah satu parameter kemiskinan adalah kelayakan tempat tinggal. Saat ini, puluhan ribu masyarakat kelas menengah ke bawah di Gunungkidul masih tinggal di rumah yang berkategori tak layak huni. Lebih dari 20.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut tersebar di seluruh wilayah Gunungkidul.

Untuk mengentaskan persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten sudah memiliki program bantuan stimulah perbaikan RTLH. Namun dalam pelaksanaannya memang harus dilakukan secara bertahap lantaran menyesuaikan dengan kemampuan anggaran keuangan yang dimiliki daerah. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik, secara keseluruhan rumah tangga yang memiliki hunian layak huni dalam tiga tahun terakhir tercatat fluktuatif. Misalnya saja pada tahun 2018 tercatat sudah 99,25% rumah tanggga yang memiliki hunian layak huni, pada tahun 2019 turun menjadi 75,25%, dan naik kembali pada tahun 2020 sebesar 83,73%.

Berita Lainnya  Layanan SIM dan Samsat Keliling Malam Hari Kembali Digelar Hingga Akhir Juni, Ini Jadwalnya

Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, menyampaikan jika berdasarkan data dari Sikab Gumbregah, jumlah RTLH di Gunungkidul mencapai 21.758 unit yang tersebar di seluruh wilayah Bumi Handayani. Ia meminta kepada tiap Pemerintah Kalurahan untuk membuat program yang sejalan melalui gerakan Gunungkidul Satukan Data Sasaran Pembangunan Daerah Berbasis Sistem Informasi (Gunungkidul Sadar Pondasi). Dengan gerakan tersebut, diharapkan sasaran program pembangunan semakin jelas dan luas serta program yang dijalankan lebih efektif dan efisien serta langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Jumlah rumah tidak layak huni di Gunungkidul memang cukup banyak, sehingga dalam program perbaikannya, pemerintah akan melakukan secara bertahap,” ungkap Heri, Senin (04/10/2021).

Pemetaan data yang rinci akan lebih memudahkan pengusulan dan penyaluran program dari tingkat Pemerintah Kalurahan hingga Pemerintah Daerah. Peran Pemerintah Kalurahan menjadi sangat penting dalam membuat peta data yang cepat dan terukur untuk keberlangsungan program.

“Data akan lebih valid jika mempunyai peta data yang rinci. Banyak potensi yang bisa dilakukan kalau mempunyai peta data,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan tahun 2021, pemerintah Daerah Gunungkidul akan memberikan stimulan bedah rumah kepada 626 Kepala Keluarga. Selain adanya bedah rumah, pemerintah juga memberikan bantuan penyediaan penampungan air hujan untuk 294 Kepala Keluarga.

Berita Lainnya  Fokus Amankan Momen Perayaan Natal dan Tahun Baru, Polisi Antisipasi Peredaran Miras

Selain adanya bedah rumah, perhatian pemerintah juga tertuju pada pentingnya jaringan sanitasi yang ada di tiap rumah tangga. Merujuk pada data BPS, secara keseluruhan rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak tiap tahunnya selalu meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2018 presentasenya mencapai 79,12%, kemudian naik pada tahun 2019 menjadi 93,34%, dan tahun 2020 kembali naik mencapai 95,80%. Tahun ini Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyediakan jamban sehat bagi KK miskin sebanyak 818 KK, dan penyediaan septic tank bagi KK miskin sebanyak 167 KK.

“Sekali lagi, kita harus mempunyai data yang valid dan terukur agar perbaikan RTLH lebih cepat dan tepat sasaran,” tandas Heri.

Berita Lainnya  Sepuluh Jabatan Eselon II Kosong, Fraksi PAN Sayangkan Lambatnya Respon Pemkab Gunungkidul

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata3 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler