Pemerintahan
Pemanfaatan Shelter Wanagama, Pemkab Ajukan Permohonan Bantuan Tenaga Medis ke Pemda DIY
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemanfaatan Wisma Wanagama sebagai shelter atau tempat isolasi terpadu di Gunungkidul bagi pasien covid19 masih terus dipersiapkan oleh pemerintah. Salah satu yang terpenting adalah ketersediaan tenaga kesehatan untuk melakukan pananganan dan pelayanan terhadap pasien covid yang berada di shelter tersebut.
Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto mengatakan, saat ini pemerintah sedang berproses untuk melengkapi ketersediaan nakes yang akan ditugaskan di Wisma Wanagama. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri telah bersurat ke Gubernur dan Poltekes Yogyakarta untuk meminta bantuan nakes agar turut menangani covid19 di Kabupaten Gunungkidul.
Adapun Pemkab Gunungkidul mengajukan bantuan tenaga kesehatan sebanyak 54 orang. Sementara RSUD Wonosari sudah mendapat tambahan tenaga sebanyak 26 orang dan menurutnya akan segera ada tambahan lagi.
“Saat ini kami masih menunggu. Nantinya 54 nakes itu akan ditugaskan shelter Wanagama. Tentunya nanti menyesuaikan kebutuhan dan jumlah pasien yang dirawat,” papar Heri Susanto, Senin (26/07/2021).
Sebagaimana diketahui, tahun lalu Wisma Wanagama memang sempat dimanfaatkan pemerintah sebagai tempat isolasi bagi pasien covid. Di tempat ini terdapat 8 kapel, di mana rencananya 7 kapel akan digunakan untuk pasien terkonfirmasi positif dan 1 kapel lagi untuk tenaga medis. Dalam 1 kapel ada 4 bed, namun bisa dimanfaatkan untuk 8 orang.
Peralatan dan perlengkapan lainnya juga tengah dipersiapkan oleh pemerintah. Sehingga para pasien positif covid19 ini dapat tertangani oleh medis.
Di Gunungkidul sendiri ada beberapa shelter yang dibentuk pemerintah. Saat ini yang sudah berfungsi yaitu shelter di Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop. Pemerintah memanfaatkan bangunan bekas sekolah dasar untuk menampung para pasien isolasi.
“Kapasitasnya 50 orang. Awal-awal itu hanya satu orang yang mau menjalani isolasi disini, tapi kemudian seiring dengan melonjaknya kasus covid, sudah ada 18 pasien dirawat di shelter ini,” papar dia.
Dengan banyaknya pasien yang menjalani perawatan di shleter Petir maka dapat mengakses bantuan logistik, operasional, peralatan perlengkapan dan lainnya dari Dinsos DIY.
“Alhamudulillah setelah dimanfaatkan dengan baik bantuan logistik terus mengalir,” jelas Sarju, Lurah Petir.
Untuk memantau perkembangan kondisi pasien, di shelter ini terdapat sejumlah petugas dari Puskesmas, satgas covid Kalurahan, serta pengelola yang bertugas. 24 jam kondisi dan aktivitas para pasien terus dipantau.
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Sosial1 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
