Connect with us

Peristiwa

Serangan Hewan Liar Kembali Terjadi, Belasan Ternak di Panggang jadi Korban

Diterbitkan

pada

Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Serangan hewan liar kembali terjadi di Gunungkidul. Belakangan ini, belasan kambing di Kapanewon Panggang dilaporkan mati mengenaskan. Untuk mengantisipasi serangan yang semakin meluas, warga secara bergilir disetiap malam melakukan siskamling atau ronda.

Panewu Panggang, Widyastuti mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima dari masyarakat dan koordinasi dengan sejumlah pihak, pekan lalu ada sedikitnya 15 ternak milik warga Legundi, Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang yang ditemukan mati mengenaskan. Warga dan pihak kepolisian saat itu langsung bertindak cepat dengan mengevakuasi bangkai kambing dan menguburnya.

“Ada 15 ekor kambing milik warga yang diserang hewan buas sehingga mati,” paparnya.

Ia menjelaskan, ternak-ternak ini dipelihara di kandang yang berada di tengah ladang, sehingga jauh dari permukiman warga sehingga minim oengawasan. Dimungkinkan serangan binatang buas ini terjadi di malam hari.

Berita Lainnya  Ditemukan Dalam Kondisi Sakit dan Kelaparan di Ladang, Pria Tak Dikenal Akhirnya Dinyatakan Meninggal Dunia

“Kambing-kambing yang mati diduga diserangoleh anjing liar pada malam hari hanya dimakan organ bagian dalamnya,” kata dia.

Saat ini untuk mengantisipasi serangan yang kian meluas, warga kemudian menggencarkan siskamling atau ronda setiap malamnya. Tidak sekedar di lingkungan pemukiman saja, melainkan ladang-ladang yang sekiranya ada ternak juga turut di pantau. Pihaknya juga menghimbau agar ternak dipelihara dekat dengan pemukiman.

“Sekarang digencarkan siskamling oleh warga setiap malamnya. Ada dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang sering ikut,” ujar Panewu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kapolsek Panggang, AKP Ahmad Fauzi. Untuk menanggulangi kejadian serupa agar tidak menimbulkan keresahan khususnya bagi para peternak kambing dan masyarakat sekitar pada umumnya digencarkan siskamling. Selain itu, juga diharpakan ada tindakan khusus agar serangan tidak meluas.

Berita Lainnya  Puncak Gelombang Tinggi terjadi Malam Tadi, Tiga Kapal Nelayan Rusak

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata5 hari yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler