Connect with us

Pemerintahan

Fenomena Bediding Melanda, Ini Penyakit Yang Perlu Diwaspadai

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Fenomena bediding tengah terjadi di Gunungkidul beberapa hari terakhir. Di mana suhu udara pada malam hingga dini hari terasa lebih dingin dari biasanya. Kondisi ini merupakan fenomena alam yang lazim terjadi saat musim kemarau, terutama di daerah perbukitan dan dataran tinggi, akibat pendinginan radiasi yang kuat pada malam hari. Pada kondisi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan, pasalnya dalam kondisi seperti ini jika kondisi tubuh tidak fit mudah terpapar penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono mengungkapkan, perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam hari yang tidak seperti biasanya berpotensi menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.

Berita Lainnya  Bangun Saluran IPAL di 4 Desa, Pemerintah Gelontorkan Anggaran 1,9 Miliar

“Istilahnya saat ini sedang bediding (perubahan suhu) kami mengimbau agar warga menjaga kesehatan agar tidak mudah sakit,” kata Ismono.

Menurutnya, beberapa penyakit yang perlu diwaspadai selama musim peralihan dan bediding antara lain batuk, flu, demam, radang tenggorokan, hingga gangguan pernapasan.

Warga diminta untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur yang kaya serat, mencukupi kebutuhan air putih, beristirahat dengan cukup, serta melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari seperti berjalan kaki atau lari ringan.

Selain itu, apabila mengalami gejala sakit diharapkan warga dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis (CKG) di fasilitas kesehatan terdekat untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini.

Berita Lainnya  Tak Ada Lagi Bantuan Logistik Untuk Pasien Covid19 Yang Isolasi Mandiri

“Segera periksakan diri ke Puskesmas agar dapat segera terdeteksi, tertangani dan diobati,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, selama ini pemerintah memiliki program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dalam program tersebut dapat melayani skrining dan deteksi dini penyakit, seperti tuberkulosis, diabetes melitus, thalasemia, gangguan kesehatan umum, serta pemeriksaan gigi, penglihatan, dan pendengaran.

“Seluruh 30 puskesmas yang tersebar di kabupaten ini melayani pemeriksaan kesehatan gratis ini. Kita juga melakukan pemeriksaan jemput bola ke kelompok-kelompok tertentu di tingkat Kalurahan hingga Padukuhan,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga 10 Juni 2026, jumlah masyarakat yang telah mengikuti program CKG mencapai 38.840 orang atau sekitar 10,81 persen dari target 359.171 orang. Angka tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat target capaian yang diharapkan setidaknya mencapai 40 persen. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 capaian CKG tercatat sebanyak 88.096 orang dari target 310.770 orang atau sebesar 28,3 persen.

Berita Lainnya  Rekor Terendah, Hingga Semester Pertama, Serapan Anggaran DPUPRKP Baru 4,74%

Dalam pelaksanaan program tersebut, dinas masih menghadapi sejumlah kendala. Diantaranya keterbatasan tenaga kesehatan, sarana dan prasarana pelayanan, bahan medis habis pakai (BMHP), serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, masih ada sebagian warga yang enggan memeriksakan diri karena khawatir mengetahui kondisi penyakit yang dideritanya.

“Kami juga melakukan pemeriksaan menyasar pegawai untuk memastikan kondisi kesehatan mereka,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 hari yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Berita Terpopuler