Pemerintahan
Abate Sulit Didapat Saat Ramai DBD, Pemerintah Dianggap Irit Sosialisasi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Kesehatan Gunungkidul harusnya bekerja lebih keras dalam upaya mensosialisasikan pencegahan penyebaran DBD. Sampai sekarang ini masih ada warga yang belum mengetahui jika akses bubuk abate yang ada di setiap puskesmas diberikan secara gratis.
Seperti yang diungkapkan oleh Ranto Wiyatno, warga Desa Putat. Ia mengaku jika tidak tahu bagaimana cara mendapatkan bubuk abate, obat yang digunakan membunuh sarang nyamuk. Obat ini digunakan untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah juga disebar di tampungan air. Selain itu, secara berkala juga melakukan pengurasan area bak mandi.
“Kalau dulu (pada saat Orde Baru) ada pembagian bubuk secara gratis. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Itu biasanya ditaburkan di bak penampungan air untuk mengurangi jentik” kata Ranto, Minggu (15/03/2020).
Ranto pun berharap pemerintah agar terus menyosialisasikan tentang adanya pemberian abate secara gratis sehingga upaya pencegahan DBD bisa lebih optimal.
Hal senada diungkapkan oleh Kismaya Wibawa, salah seorang warga Desa Wareng, Kecamatan Wonosari. Sosialisasi pencegahan DBD dirasa masih kurang. Sebagai warga, ia hanya tahu imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran DBD. Namun untuk akses obat-obatan pencegahan seperti abate tidak tahu cara mendapatkannya. Kismaya pun berharap agar pemerintah lebih menggalakan dalam upaya pencegahan.

“Saya yakin kalau masyarakat tahu cara mendapatkannya abate, maka upaya pencegahan akan lebih optmimal,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty saat dikonfirmasi kemarin membenarkan bahwa bubuk abate diberikan secara gratis di setiap puskesmas di Gunungkidul. Warga pun bisa mengakses obat ini dengan mendatangi ke puskesmas terdekat.
“Semua ada di puskesmas. Di sana nanti dijelaskan cara mendapatkan bubuk abate. Yang jelas semua diberikan secara gratis,” katanya.
“Ketersediaan obat ini dan obat jenis lain saya rasa masih sangat cukup di dinas dan puskesmas,” tambahnya.
Selain itu, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sangatlah ditekankan oleh pemerintah untuk meminimalisasi berkembangnya nyamuk. Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk lebih menjaga pola hidup dan kebersihan di lingkungan rumah.
Untuk foging sendiri memang terus dilakukan oleh pemerintah di lingkungan rumah penderita DBD. Namun hal itu dianggap kurang efektif, hal ini lantaran fungsi foging sendiri hanya bertahan beberapa hari.
“Kalau foging kan seperti kita semprotkan obat nyamuk hanya bertahan sebentar sekitar 3 hari. Misal di lingkungan itu saja yang di foging terus kita pergi ke kawasan yang tidak di foging, potensi DBD tetap ada,” tambahnya.
Foging sendiri menurut dewi, hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa. Setelah itu, kembali muncul dari jentik yang berubah jadi nyamuk.
“Foging tetap dilakukan. Hanya saja kaki upayakan pmahaman masyarakat mengenai pola hidup sehat dan PSN itu,” jelas dia.
Per 13 Maret 2020 kemarin tercatat ada 374 kasus DBD yang ditangani 3 diantaranya meninggal dunia. Hal ini menjadi catatan dan perhatian bersama untuk segera dilakukan tindakan.
“Mengubur, menutup, dan menguras tampungan air atau yang berpotensi jadi sarang nyamuk itu juga sangat perlu ” tutupnya.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
