Sosial
Akan Digusur Untuk Dibangun Gedung Koperasi Desa Merah Putih, Pedagang Pasar Pitik Protes
Wonosari,(pidjar.com)–Pasar Unggas atau yang biasa dikenal oleh warga Gunungkidul sebagai Pasar Pitik merupakan salah satu salah satu legenda dalam dunia per jual belian ayam. Pasar yang sudah puluhan tahun beroperasi ini tetap tak tergerus zaman dan masih eksis hingga sekarang. Sejumlah warga sendiri banyak menggantungkan hidupnya di Pasar Pitik.
Namun saat ini, para pedagang Pasar Pitik tengah dilanda keresahan. Pasalnya, ada rencana bahwa pasar tersebut akan digusur dan dialih fungsikan menjadi bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menindaklanjuti adanya rencana ini, Paguyuban Pedagang Unggas Pasar Kepek menggelar pertemuan pada Jumat (12/6/2026) setelah menerima sosialisasi terkait rencana pemindahan pasar yang selama ini menjadi pusat perdagangan unggas di Gunungkidul.
Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan proses relokasi pedagang menyusul tidak diperpanjangnya izin penggunaan tanah yang selama ini ditempati Pasar Unggas Kepek.
“Hari ini kami bertemu dengan para pedagang untuk menyampaikan bahwa ke depan Pasar Unggas Kepek akan dibongkar dan para pedagang akan dipindahkan ke lokasi baru. Setelah bangunan pasar dibongkar, di lokasi tersebut akan dibangun Gedung Koperasi Merah Putih,” kata Kelik.
Menurut Kelik, dasar kebijakan tersebut berasal dari surat Kalurahan Kepek yang menolak pengajuan perpanjangan penggunaan tanah untuk aktivitas pasar unggas.
“Berdasarkan surat dari Kalurahan Kepek, pengajuan perpanjangan penggunaan tanah tidak disetujui. Karena itu kami harus menyiapkan langkah relokasi bagi para pedagang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan alternatif lokasi bagi pedagang yakni di kawasan Pasar Hewan Siyono.

“Kami menawarkan lokasi di Pasar Hewan Siyono sebagai tempat relokasi. Nantinya seluruh aktivitas perdagangan unggas akan dipindahkan ke sana,” imbuhnya.
Meski demikian, rencana tersebut belum sepenuhnya mendapat respons positif dari para pedagang. Pengelola Pasar Unggas Kepek, Sularno, mengungkapkan bahwa para pedagang tidak menolak kebijakan relokasi, namun mempertanyakan kesiapan lokasi baru yang dinilai perlu dikaji lebih matang.
“Pedagang sebenarnya tidak mempermasalahkan jika harus pindah. Yang menjadi persoalan adalah lokasi penggantinya harus benar-benar mendukung aktivitas perdagangan. Jangan sampai setelah dipindah justru pembeli berkurang dan pedagang dirugikan,” kata Sularno.
Menurutnya, Pasar Unggas Kepek telah bertahun-tahun menjadi pusat transaksi unggas dengan jaringan pelanggan yang sudah terbentuk. Karena itu, relokasi ke lokasi baru tidak bisa hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan semata.
“Kalau memang akan dipindah ke Pasar Hewan Siyono, kami minta dilakukan peninjauan ulang bersama pedagang. Kami ingin ada kajian apakah lokasi itu benar-benar layak, mudah dijangkau pembeli, dan mampu mendukung usaha para pedagang,” tegasnya.
Sularno juga membenarkan bahwa pengajuan perpanjangan penggunaan tanah untuk Pasar Unggas Kepek telah ditolak oleh pihak kalurahan karena lahan tersebut direncanakan untuk pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih.
“Kami mendapat penjelasan bahwa perpanjangan penggunaan tanah memang tidak disetujui karena akan digunakan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih,” jelasnya.
Di tengah rencana pembangunan tersebut, sejumlah pedagang berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada proyek fisik, tetapi juga memperhatikan dampak ekonomi yang akan dirasakan para pelaku usaha kecil. Mereka meminta agar proses relokasi dilakukan secara transparan dan melibatkan pedagang dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang diambil tidak mengorbankan keberlangsungan usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
-
Uncategorized7 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized7 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized7 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
