fbpx
Connect with us

Sosial

Bangun Kemitraan dengan Kacang Garuda, Para Petani di Tanjungsari Kembangkan Kacang Varietas Kelinci

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Sebagian besar masyarakat Gunungkidul berprofesi sebagai petani, baik tanaman pangan maupun palawija. Salah satu komoditas yang produksinya melimpah dari Gunungkidul adalah kacang tanah. Sejumlah petani di wilayah Tanjungsari mulai melakukan kerjasama dengan perusahan makanan ringan berbahan baku kacang untuk meningkatkan nilai jual kacang tanah dari Gunungkidul.

Salah seorang petani di Kapanewon Tanjungsari, Sukisno mengatakan, selama ini permasalahan yang dihadapi oleh petani adalah harga jual dan pemasaran kacang tanah. Namun demikian, saat ini masyarakat di kawasan ini lebih mudah menjual kacang tanah lantaran secara mandiri kelompok tani menjalin kemitraan dengan PT Kacang Garuda.

“Petani memanan jenis varitas Kelinci jenis dan kualitas yang dibutuhkan oleh perusahaan,” kata Sukisno.

Benih kacang ini diperoleh para petani dari perusahaan tersebut. Satu kilogram benih dihargai 20 ribu rupiah oleh pihak perusahaan, sistem pembayaraannya setelah petani selesai melakukan panen kacang tanah varietas tersebut.

Kemudian pada saat musim panen seperti ini, kacang milik petani kemudian disortir oleh perusahaan. Ia mencontohkan pada 1 musim bisa bisa mengirimkan 400 ton kacang polong tanah ke perusahaan. Kacang-kacang tersebut diperoleh dari wilayah Tanjungsari.

Selama ini, kerjasama antara PT Kacang Garuda dengan petani masih sebatas lisan saja. Meski demikian, tetap saling menguntungkan. Adapun setelah panen, kacang tersebut langsung dbisa diambil oleh perusahaan dengan harga yang lumayan.

“Kacang polong basah dihargai Rp 7.000 sampai Rp 8.000 per kilogramnya,” ucap Nurrochim Penyuluh Pertanian Lapangan di Tanjungsari.

Berdasarkan hitungan yang dilakukan, 1 hektare lahan membutuhkan benih sekitar 120 kg dengan modal Rp 2.400.000. Kemudian mampu menghasilkan 4 ton kacang polong per hektarenya dengan harga jual yang telah ditentukan. Paling tidak 1 musim petani mengantongi pendapatan Rp 28.000.000 dikurangi harga benih dan pupuk serta tenaga kerja maka para petani masih sangat untung.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengapresiasi kerjasama yang dilakukan oleh petani Sido Makmur di Padukuhan Walikangin, Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari ini. Dengan begitu diharapkan dapat mengembangkan korporasi pertanian antara lain dengan pola kemitraan dengan Korporasi untuk skaling up usaha pertanian perdesaan.

“Harapannya kemitraan ini bisa menjangkau lebih luas petani Gunungkidul,” ucap Bambang.

Adapun petani Sido Makmur telah melakukan panen kacang tanah dimusim tanam pertama ini dengan luasan lahan 5 hektare. Kemudian musim kedua luas tanam kacang tanah bertambah bisa mencapai 20 an hektar dari total luas garapan lahan seluruhnya mencapai 38 Ha.

“Sistemnya ada yang tumpangsari juga. Data di kami, musim tanam pertama di Gunungkidul sudah ada 16.557 hektare lahan kacang yang dipanen dengan hasil 4,8 ton kacang polong basah atau 1,53 ton wose kacang tanah,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler