Pemerintahan
Nglanggeran dan Goa Pindul Masuk Radar Pengembangan Sport Tourism Gunungkidul
Playen, (pidjar.com)—Destinasi wisata unggulan seperti Nglanggeran dan Goa Pindul tak lagi hanya diproyeksikan sebagai tempat rekreasi alam. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai memetakan sejumlah kawasan wisata untuk dikembangkan sebagai lokasi penyelenggaraan event olahraga atau sport tourism. Hal ini tentunya sejalan dalam upaya memperluas daya tarik pariwisata dan mendongkrak kunjungan wisatawan. Potensi bentang alam yang unik dinilai menjadi modal kuat bagi Gunungkidul untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga berbasis alam di masa mendatang.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengatakan, daerahnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata olahraga maupun wisata kesehatan berbasis alam. Selain dikenal dengan pantainya, Gunungkidul juga memiliki kawasan perbukitan, hutan, hingga geopark yang cocok untuk berbagai aktivitas olahraga luar ruang.
Menurut Eko, sejumlah kegiatan sport tourism sebenarnya sudah mulai berjalan, salah satunya melalui event Running Baron 10K yang digelar di kawasan Pantai Baron. Ke depan, pengembangan event serupa akan diperluas ke destinasi lain yang memiliki karakteristik alam berbeda.
“Di Nglanggeran atau sekitar Goa Pindul juga potensial untuk event sport tourism,” kata Eko, Minggu (14/6/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah mulai mendorong mitra-mitra pariwisata untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga di destinasi wisata alam. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya diversifikasi produk wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Gunungkidul.

“Kami sudah mulai melakukan pemetaan untuk pengembangan itu,” ujarnya.
Selain sport tourism, Disparekrafpora juga melihat peluang besar pengembangan wellness tourism atau wisata kesehatan yang saat ini tengah menjadi tren di kalangan wisatawan. Potensi tersebut didukung keberadaan kawasan alam yang masih asri dan relatif jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Salah satu lokasi yang mulai mengembangkan konsep tersebut adalah kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder. Kawasan ini menawarkan beragam aktivitas berbasis alam seperti trekking, camping, birdwatching hingga edukasi konservasi.
Kepala Tahura Bunder Alex Zubaedi mengatakan, wisata alam saat ini semakin diminati masyarakat, khususnya wisatawan domestik yang mencari pengalaman berlibur sekaligus memulihkan kondisi fisik dan mental.
Menurut dia, Tahura Bunder memiliki keunggulan berupa bentang sungai berbatu karst serta hutan kayu putih yang masih terjaga. Kondisi tersebut menjadikan kawasan itu cocok untuk berbagai aktivitas wisata berbasis kesehatan dan kebugaran.
“Wisatawan bisa merasakan pengalaman healing di tengah hijaunya kawasan hutan tropis Gunungkidul,” kata Alex.
Beberapa komunitas bahkan mulai memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan wellness tourism. Pada akhir Mei lalu, Genitri Eco Wellness menggelar kegiatan wisata kesehatan berbasis alam yang melibatkan berbagai komunitas.
Pengelola Genitri Eco Wellness, M. Taqiyuddin, mengatakan konsep yang dikembangkan tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga menggabungkan aspek kesehatan, edukasi lingkungan, dan pelestarian alam.
Melalui program tersebut, wisatawan diajak melakukan berbagai aktivitas seperti relaksasi di alam terbuka, menanam pohon, hingga mengikuti kelas edukasi mengenai ketahanan pangan mandiri dan pola hidup sehat berbasis bahan alami.
“Kita mengajak wisatawan benar-benar lari dari hiruk pikuk kota dan kepenatan sehari-hari,” ujarnya.
Pemkab Gunungkidul berharap pengembangan sport tourism dan wellness tourism dapat menjadi alternatif baru penggerak sektor pariwisata daerah. Dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, kedua konsep wisata tersebut dinilai mampu memperluas pasar wisatawan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi destinasi wisata di luar wisata pantai yang selama ini menjadi andalan.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized7 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized2 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
