Connect with us

Pemerintahan

Nglanggeran dan Goa Pindul Masuk Radar Pengembangan Sport Tourism Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Playen, (pidjar.com)—Destinasi wisata unggulan seperti Nglanggeran dan Goa Pindul tak lagi hanya diproyeksikan sebagai tempat rekreasi alam. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai memetakan sejumlah kawasan wisata untuk dikembangkan sebagai lokasi penyelenggaraan event olahraga atau sport tourism. Hal ini tentunya sejalan dalam upaya memperluas daya tarik pariwisata dan mendongkrak kunjungan wisatawan. Potensi bentang alam yang unik dinilai menjadi modal kuat bagi Gunungkidul untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga berbasis alam di masa mendatang.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengatakan, daerahnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata olahraga maupun wisata kesehatan berbasis alam. Selain dikenal dengan pantainya, Gunungkidul juga memiliki kawasan perbukitan, hutan, hingga geopark yang cocok untuk berbagai aktivitas olahraga luar ruang.

Menurut Eko, sejumlah kegiatan sport tourism sebenarnya sudah mulai berjalan, salah satunya melalui event Running Baron 10K yang digelar di kawasan Pantai Baron. Ke depan, pengembangan event serupa akan diperluas ke destinasi lain yang memiliki karakteristik alam berbeda.

Berita Lainnya  Puluhan Orang Pasien Covid19 Meninggal Dunia Selama Februari Ini

“Di Nglanggeran atau sekitar Goa Pindul juga potensial untuk event sport tourism,” kata Eko, Minggu (14/6/2026).

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah mulai mendorong mitra-mitra pariwisata untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga di destinasi wisata alam. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya diversifikasi produk wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Gunungkidul.

“Kami sudah mulai melakukan pemetaan untuk pengembangan itu,” ujarnya.

Selain sport tourism, Disparekrafpora juga melihat peluang besar pengembangan wellness tourism atau wisata kesehatan yang saat ini tengah menjadi tren di kalangan wisatawan. Potensi tersebut didukung keberadaan kawasan alam yang masih asri dan relatif jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Berita Lainnya  Lecehkan Rekan Kerja, Pegawai Puskesmas di Gunungkidul Diberhentikan Sementara

Salah satu lokasi yang mulai mengembangkan konsep tersebut adalah kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder. Kawasan ini menawarkan beragam aktivitas berbasis alam seperti trekking, camping, birdwatching hingga edukasi konservasi.

Kepala Tahura Bunder Alex Zubaedi mengatakan, wisata alam saat ini semakin diminati masyarakat, khususnya wisatawan domestik yang mencari pengalaman berlibur sekaligus memulihkan kondisi fisik dan mental.

Menurut dia, Tahura Bunder memiliki keunggulan berupa bentang sungai berbatu karst serta hutan kayu putih yang masih terjaga. Kondisi tersebut menjadikan kawasan itu cocok untuk berbagai aktivitas wisata berbasis kesehatan dan kebugaran.

“Wisatawan bisa merasakan pengalaman healing di tengah hijaunya kawasan hutan tropis Gunungkidul,” kata Alex.

Beberapa komunitas bahkan mulai memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan wellness tourism. Pada akhir Mei lalu, Genitri Eco Wellness menggelar kegiatan wisata kesehatan berbasis alam yang melibatkan berbagai komunitas.

Berita Lainnya  Sempat Batal, Lelang Gedung Dewan 42 Miliar Kembali Dibuka

Pengelola Genitri Eco Wellness, M. Taqiyuddin, mengatakan konsep yang dikembangkan tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga menggabungkan aspek kesehatan, edukasi lingkungan, dan pelestarian alam.

Melalui program tersebut, wisatawan diajak melakukan berbagai aktivitas seperti relaksasi di alam terbuka, menanam pohon, hingga mengikuti kelas edukasi mengenai ketahanan pangan mandiri dan pola hidup sehat berbasis bahan alami.

“Kita mengajak wisatawan benar-benar lari dari hiruk pikuk kota dan kepenatan sehari-hari,” ujarnya.

Pemkab Gunungkidul berharap pengembangan sport tourism dan wellness tourism dapat menjadi alternatif baru penggerak sektor pariwisata daerah. Dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, kedua konsep wisata tersebut dinilai mampu memperluas pasar wisatawan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi destinasi wisata di luar wisata pantai yang selama ini menjadi andalan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata6 hari yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler