Budaya
Buka Jalan Baru, Warga Temukan Potongan Batuan Diduga Jaman Megalitik
Paliyan,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Warga Padukuhan Kenteng, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan digegerkan dengan penemuan sejumlah batuan mirip umpak atau penyangga rumah masa lampau. Untuk itu Dinas Kebudayaan akan melakukan penelitian untuk penyelamatan batu tersebut agar tidak rusak
Dari pantauan di lokasi batu berbentuk kotak persegi panjang dengan dan ada cekungan mirip bak kamar mandi dan batu persegi ditengah berlubang bulat, saat ini dibiarkan tergeletak ditengah ladang. Sejumlah warga sejak beberapa hari terakhir mendatangi lokasi, untuk menyaksikan batu itu.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Sarjono mengatakan, batu tersebut ditemukan warga saat hendak membuat jalan padukuhan. Saat itu, alat berat yang sedang mengeruk tanah merasakan ada keganjilan lantaran menerjang lempengan batu.
"Batu itu ditemukan di dalam tanah, tidak begitu dalam sekitar 1-2 meter di dalam tanah," ujar Sarjono, Kamis (09/08/2018).
Dengan temuan itu, warga kemudian menyingkirkan bebatuan itu ketempat yang lebih aman. Pihaknya sampai saat ini belum mengetahui apakah batu akan dipindahkan atau tetap ditanah milik Harjo Winoto itu.
"Belum mengetahui apakah akan diamankan atau akan tetap disana,"katanya
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Ari Setyastuti mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim untuk meninjau temuan itu. Namun demikian, bebatuan tersebut belum bisa dipindahkan dari lokasi saat ini berada.
"Batunya belum bisa kita amankan karena terkendala jalan yang belum bisa dilewati karena baru diperbaiki untuk Jalan Usaha Tani (JUT). Selain itu, kita masih menunggu kesepakatan warga terkait boleh diamankan atau tidak, karena mungkin masyarakat juga menginginkan untuk merawat dan melestarikannya,"ucapnya.
Disinggung dari usia, pihaknya belum bisa memastikan, karena membutuhkan penilitan lebih lanjut. Namun demikian, jika dilihat dari pengamatan fisik temuan tersebut diduga dibentuk dari batu putih (tuf).
"Kalau usia kita belum bisa memprediksi. Tetapi kalau dari bentuknya dan banyak ditemukan di daerah Gunungkidul, batu ini termasuk lumpang batu. Yang mungkin masih ada kaitannya dengan peradaban masa megalitik yang berkelanjutan di wilayah tersebut khususnya dan Gunungkidul pada umumnya," kata dia.
Disinggung terkait fungsinya, Ari mengatakan bahwa batu tersebut digunakan untuk menumbuk atau menghaluskan.
"Bisa juga sebagai sarana upacara tetapi itu juga tergantung konteks temuannya,"katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono mengaku belum mendengar adanya penemuan ini. Pihaknya akan segera melakukan pengamanan terkait penemuan batu tersebut.
"Nanti jika sudah ada kajian akan ditindaklanjuti oleh tim saya,"katanya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
