Pemerintahan
Dianggap Jadi Penyebab Perceraian dan Angka Putus Sekolah, Kecamatan Saptosari Resmi Larang Pernikahan Dini
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pernikahan dini bak tren yang terus tumbuh di tanah air. Pilihan menikah muda bukan saja dilakukan oleh anak-anak muda pedesaan yang rendah pendidikan tetapi juga anak-anak muda perkotaan yang sebagian diantaranya sudah terbius pergaulan bebas.
Lain halnya dengan Kecamatan Saptosari yang dengan terang melarang pernikahan dini terjadi di kalangan anak muda mereka. Aturan ini diberlakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas warga desa. Sehingga anak-anak nantinya tidak akan kehilangan masa depannya dan warga bisa terdorong untuk mengeyam pendidikan minimal sampai tingkat SMA karena memang biasanya, pernikahan dini diikuti dengan putus sekolah.
Camat Saptosari, Jarot Hadiatmojo mengatakan, upaya pencegahan pernikahan dini di kalangan remaja harus digencarkan. Didukung oleh muspika dan KUA setempat, mereka sepakat tidak akan menandatangani izin menikah bagi warga Saptosari yang belum cukup umur. KUA pun dilarang untuk memberikan dispensasi menikah pada usia anak yang tidak sesuai UU Perkawinan.
"Banyak kasus bahwa di usia muda sudah jadi janda. Menikah terlalu dini juga kasihan nanti melahirkan anak-anak pada usia yang rawan bagi kesehatan reproduksi," jelasnya, Sabtu (07/04/2018) petang tadi.
Selain tidak diizinkan memberikan tandatangan dan dispensasi nikah, bagi mereka yang nekat maka tak ada seorang pun bersedia menjadi saksi nikah ataupun hadir pada acara tersebut. Aturan ini sengaja dengan keras dilakukan untuk menekan kasus pernikahan dini seminim mungkin.
"Agar pasangan yang menikah adalah mereka yang siap menikah baik lahir maupun batin. Biasanya, anak hasil pernikahan dini menjadi beban orangtuanya," terang Jarot.
Menurutnya, anak-anak di bawah umur yang memutuskan menikah sebagian besar tidak akan berpikir untuk melanjutkan sekolah. Padahal, mereka bahkan bisa mendapat kesempatan menjadi perangkat atau pejabat desa jika saja memenuhi syarat pendidikan minimal lulus SMA.
Apalagi, potensi wisata di kawasan Saptosari juga merupakan aset yang harus dipertahankan di masa depan. Sehingga pendidikan adalah satu-satunya cara membuat warga lebih kompetitif di tengah perubahan arus jaman yang deras ini.
"Ini tentang mengubah pemikiran. Akan lebih baik nikah saat dewasa," ujarnya.
Pernikahan dini yang semakin meningkat di Indonesia memang patut menjadi pusat perhatian. Pasalnya, PBB dan UNICEF mencatat bahwa rata-rata pernikahan dini di Indonesia terjadi di usia 16-17 tahun. Usia yang masih sangat rentan dan berisiko. Untuk itu penting sekali bagi pemegang kekuasaan menempuh cara bijak untuk mengubah paradigma atau pandangan masyarakat terkait bahaya pernikahan dini.
-
Uncategorized3 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu5 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Ditarget Rampung Desember
-
Uncategorized3 minggu yang laluPelaku Pencurian Pompa Sibel dan Kabel Pengairan di Ngawis Berhasil Dibekuk Polisi
