fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Tak Bergantung Dengan Program Bantuan Pemerintah, Petani Diharapkan Mau Manfaatkan Fasilitas KUR

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kementerian Pertanian bersama dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mendorong para petani untuk memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam mengembangkan pertanian mereka. Dengan bantuan permodalan yang lebih ini, pertanian diharapkan bisa lebih maju, mandiri dan modern. Langkah ini sebenarnya perlu diambil agar para petani lebih mandiri sehingga segala sesuatunya tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah mengingat sekarang ini cakupan pemerintah terbatas dan perbantuan diberikan dengan melihat skala prioritas.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto memaparkan, sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, para petani di daerah didorong untuk menjadi seorang petani yang sigap dan memiliki terobosan dalam mengembangkan sektor pertanian. Dengan petani yang memiliki inovasi, maka paling tidak 7 persen sektor pertanian tumbuh sehingga mampu mencukupi kebutuhan baik lokal maupun ekspor. Untuk itu, dari pemerintah bekerjasama dengan sejumlah lini memberikan kemudahan bagi petani yang ingin mengembangkan sektor pertanian mereka.

Di Gunungkidul sendiri, diharapkan para petani dapat terbantu dengan adanya fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pembiayaan bunga rendah yang disubsidi oleh pemerintah. Dengan begitu, para petani mampu mengelola dan memanfaatkan fasilitas ini dalam kaitannya meningkatkan usaha di sektor pertanian.

“Harapan pemerintah memang serapan KUR sebakin tinggi. Kementan sendiri telah menyiapkan dana sekitar Rp 50 triliun untuk program ini di seluruh Indonesia,” kata Bambang.

Adapun masing-masing provinsi nantnya diharapkan tingkat serapan mencapai 1 trilyun. Pengembangan industri pertanian dengan bantuan permodalan ini dapat berdampak pada pendapatan para petani. Jika modal terpenuhi dengan baik, tentunya semangat atau etos bercocok tanam akan semakin besar lagi, pendapatan yang didapat pun juga semakin meningkat.

“Sektor pertanian di Gunungkidul memiliki potensi yang cukup tinggi. Mengingat lahan yang dimiliki luas dan mayoritas masyarakatnya memang petani. Harapan untuk peningkatan pendapatan pun pastinya juga besar,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala BPD DIY Cabang Wonosari Platie Soulistyanti menjelaskan bahwa kredit KUR untuk pertanian dibagi menjadi 2 yaitu kredit mikro kecil dengan plafon sampai dengan Rp 25 juta rupiah dan kredit retail sampai dengan Rp 500 juta rupiah. Pada tahun 2019 Bank BPD DIY Cabang Wonosari menyalurkan KUR sebesar 71,27 Milyar rupiah dan tahun 2020 ditargetkan tersalur 83,4 Milyar rupiah.

“Sudah lumayan petani yang memanfaatkan fasilitas ini untuk peningkatan di sektor pertanian,” papar Platy.

Lanjut Platie, di tahun ini harapannya ialah semakin banyak petani yang mau pinjam KUR karena banyak kemudahannya. Antara lain bunga rendah hanya 6% per tahun dan tidak ada biaya administrasi peminjaman. Semua lini berjalan dengan baik dan berkesinambungan, kemudian sektor pertanian Gunungkidul pun juga semakin terangkat, maju, mandiri dan modern.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler