Sosial
Diburu Kolektor, Harga Motor-motor 2 Tak Langka Ini Tembus Puluhan Juta
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Industri sepeda motor saat ini terus berkembang pesat. Bahkan hampir setiap bulan, produk-produk anyar dikeluarkan oleh tiap pabrikan motor. Sejumlah pabrikan juga membuat kebijakan untuk tak lagi memproduksi beberapa jenis sepeda motor terutama dengan teknologi 2 tak. Jenis-jenis sepeda motor yang pernah kondang seperti Suzuki Satria, Yamaha FIZ R, Honda NSR kini tak lagi dijual. Namun siapa sangka mulai langkanya produk-produk motor ini, membuat banyak kolektor yang memburunya. Harganya pun membuat geleng-geleng kepala, karena meski keluaran lawas, harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung kondisi motor tersebut.
Seperti salah seorang kolektor motor 2 tak, warga Desa Wareng, Kecamatan Wonosari, Sudarmono (32). Sejak tahun 2007, pria yang berprofesi sebagai pembalap tersebut mulai melirik sepeda motor-sepeda motor 2 tak lawas.
"Pertama itu saya pengen waktu saya sering balapan di luar negeri. Awalnya saya hanya nyari motor-motor yang kencang di jalanan," kata Darmono ketika ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (13/02/2018) petang kemarin.
Dari situlah ia mulai memburu sepeda motor yang mulai terbilang langka di Indonesia. Saat ini dirinya mempunyai belasan sepeda motor dari pabrikan Yamaha.
"Saya punya 3 unit Yamaha 125 Z, Yamaha TZM 1 unit, Binter AR 3 unit, RX Z Malaysia 1 unit, Yamaha Touch 3 unit, 1 unit Yamaha RD 350 LC dan Yamaha Champ 1 ," papar Darmono.

Dikatakan Darmono, untuk berburu sepeda motor tersebut bukanlah hal yang mudah. Sebab sepeda motor yang umumnya dipasarkan di luar negeri tersebut jumlahnya sangatlah terbatas.
"Ini bukan motor lawas sebenarnya. Motor-motor ini diproduksi tahun 2000an. Tapi untuk di Indonesia sendiri sangat terbatas jumlahnya," imbuh dia.
Darmono mengaku 2 sepeda motor koleksinya harus ia dapatkan dari luar pulau Jawa. Melalui postingan di situs jual beli dirinya tak sungkan mendatangkan TZM 150 dari Kalimantan dan Yamaha RD 350 LC dari Medan.
"Kalau RX Z Malaysia itu saya dapat di Gunungkidul, kalau Yamaha 125 Z dari Magetan," kata dia.
Disinggung soal harga, Darmono mengatakan bahwa pada awalnya, harga untuk mengangkut motor-motor langka tersebut tidaklah mahal. Bahkan angkanya pun tak sampai puluhan juta.
"Dulu saya beli Yamaha Touch itu Rp 3 juta kalau saat ini pasarannya ya sampai 30 juta. Kalau Yamaha 125 Z itu sudah mahal sekitar Rp 15 juta, tapi yang baru juga masih keluar dengan harga Rp 40 an juta," terang Darmono.
Saat ini kendaraan-kendaraan miliknya itu pun masih kerap digunakan untuk aktifitas sehari-hari. Sebab selain memang disayangi, mesinnya pun menurut Darmono lebih nyaman kalau digeber di jalanan.
"Yamaha 125 Z saya ini tak pake nglaju Jogja-Wonosari. Mesinnya jauh lebih berkualitas daripada motor keluaran saat ini," lanjut dia.
Ada pun kendala yang ia alami, yakni ketika motor mengalami kendala kerusakan ataupun penambahan aksesoris. Di DIY, saat ini cukup sulit untuk mencari sparepartnya.
"Motor-motor ini pajaknya juga beda. Lebih mahal. Kalau rusak kita cari onderdilnya lewat online. Kalau nggak ya dibandrek pakai motor lainnya," terang dia.
Di Gunungkidul sendiri, kata Darmono, mulai banyak pemburu-pemburu motor langka tersebut. Bahkan, dirinya saat ini mempunyai sebuah komunitas bernama 2 Tak Gunungkidul. Di sanalah mereka saling tukar pengalaman bahkan melakukan transaksi jual beli khusus untuk penggemar motor 2 tak itu.
"Ada 30an anggota. Rata-rata mereka mempunyai lebih dari 2 sepeda motor," pungkasnya.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa4 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
