Connect with us

Hukum

Ditemukan Unsur Paksaan dan Ancaman, Pemuda Cabul Yang Setubuhi Bocah 13 Tahun Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Su (20) warga Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu harus merasakan dinginnya penjara untuk waktu yang cukup lama. Ia terancam hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara lantaran terbukti melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 81. Polisi sendiri telah menetapkan pemuda bejat itu sebagai tersangka dan secara resmi memberlakukan penahanan.

Sejumlah hal yang memberatkan telah siap dijeratkan kepada Su. Dalam perkembangan pemeriksaan, polisi menemukan indikasi adanya pemaksaan serta ancaman yang menyertai penyetubuhan Su terhadap Sekar (13), bukan nama sebenarnya, warga Kecamatan Semanu yang masih berstatus sebagai pelajar.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya menjelaskan, saat ini Su sendiri telah mendekam di ruang tahanan Mapolres Gunungkidul. Kasus ini sendiri diambil alih oleh jajaran Polres Gunungkidul setelah sebelumnya sempat ditangani oleh Polsek Semanu.

Menurut Riko, hingga saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Gunungkidul. Sejumlah barang bukti termasuk hp milik korban dan tersangka telah diperiksa oleh penyidik.

“Dalam pesan-pesan yang dikirimkan pelaku kepada korban, memang kita temukan sejumlah ancaman yang membuat korban semakin tertekan,” kata Riko, Rabu (07/11/2018).

Ia mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, kasus persetubuhan dengan anak tersebut terjadi pada medio Oktober 2018. Antara korban dengan tersangka diketahui tidak memiliki hubungan asmara apapun.

Berita Terkait  Dugaan Pungli di SMP N 2 Playen, Tim Saber Pungli Diminta Unjuk Gigi

“Mereka tidak pacaran,” imbuh Riko.

Disinggung mengenai adanya usur paksaan dalam hubungan yang terjadi pada Oktober lalu, Riko memilih irit bicara. Pun demikian pula dengan adanya iming-iming yang diberikan pelaku kepada korban.

“Kita masih mendalami adanya pesan singkat yang berisi paksaan serta ancaman dalam ajakan pelaku untuk berhubungan badan terhadap korban. Ancaman berbunyi jika tidak mau menuruti akan membeberkan aibnya hingga mendukunkan korban,” terang Riko.

Sebelumnya diketahui, terungkapnya kasus itu terjadi pada Senin (05/11/2018) malam lalu. Saat itu, Sekar mengadu kepada ayahnya setelah berulangkali mendapatkan pesan ancaman dari pelaku. Adapun dalam pesan Whatsapp itu berisi “Nek ra gelem nglayani aku arep tak gilir rame-rame”, pesan kedua pun berbunyi “Nek ra gelem nglayani aku aibmu tak sebarke neng konco – konco“. Kemudian pesan ketiga “Nek ra gelem nglayani aku arep tak garap nganggo gambar akik karo miyak menyan”.

Merasa tidak terima karena anaknya mendapat sejumlah pesan ancaman dari Su, akhirnya Tu (42) ayah Sekar mengajak Su bertemu di pinggir jalan. Kala itu, sempat ada pembicaraan antara keduanya atas permasalahan tersebut. Hingga akhirnya pelaku diminta untuk meminta maaf dan dibawa ke rumah korban.

Berita Terkait  Jadi Biang Kerok Mandegnya Pembangunan, Oknum Perangkat Desa Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Aksi bejat pelaku kemudian mulai terungkap setelah di tengah-tengah pembuatan surat pernyataan itu, keluarga dikagetkan dengan tangisan Sekar yang seakan tak terbendung. Kala itu warga sempat kebingungan mengenai apa yang terjadi sebenarnya antara Su dengan Sekar.

Keluarga berusaha menenangkan Sekar namun tangisan justru menjadi-jadi. Sejumlah pertanyaan dari warga dan tokoh masyarakat dilontarkan kepada Su dan Sekar. Sembari menangis, Sekar lalu menceritakan jika ia pernah disetubuhi oleh Su.

Mendengar pengakuan polos itu, emosi keluarga dan warga setempat takhirnya tak terbendung lagi. Warga secara spontan lalu beramai-ramai mengamuk Su di rumah korban. Beruntung kemudian aparat dari Polsek Semanu kemudian datang dan berhasil mengamankan Su dari kemungkinan yang lebih buruk lantaran panasnya situasi malam itu.

Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

unique visitors counter