Politik
Endah Subekti Kuntariningsih, Simbol Bangkitnya The Power of Emak-emak Dalam Kancah Politik Gunungkidul
Ponjong,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Keterlibatan kaum perempuan dalam bidang politik, pembangunan, dan aspek pemerintahan lainnya masih sangatlah minim, lantaran kaum ini sering dianggap tidak mampu dan tidak mumpuni. Terutama di bidang politik, kaum perempuan hanya dianggap sebagai pelengkap saja. Padahal untuk meraup simpatisan masyarakat perempuan lah yang justru paling handal dibandingkan dengan laki-laki.
Hal ini terbukti dalam 3 kali Pilkada Gunungkidul, Bupati saat ini, Badingah begitu superior. Dua kali mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati dan satu kali sebagai Bupati, Badingah seakan tak terbendung.
Berbicara mengenai politisi wanita di Gunungkidul, tidak bisa lepas dari nama Endah Subekti Kuntariningsih. Wanita yang menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan ini bisa disebut sebagai meteor dalam dunia politik Gunungkidul. Bagaimana di tengah awal kemunculannya, politisi muda ini sudah langsung menduduki beberapa jabatan penting.
Karirnya mulai gemilang usai terpilih dalam Pemilu 2014 sebagai anggota DPRD Gunungkidul untuk periode 2014-2019. Tak berselang lama, Endah kemudian terpilih menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, jabatan yang sebelumnya biasa disandang oleh kaum laki-laki. Lagi-lagi kemudian mandat penting datang kepada wanita yang tinggal di Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong ini setelah dipilih untuk maju dalam Pilkada Gunungkidul 2015 sebagai Calon Wakil Bupati.
Dalam kontestasi ini, memang pil pahit harus ia telan lantaran hanya menduduki peringkat kedua perolehan suara, kalah dari pasangan Badingah-Immawan yang saat ini memimpin Gunungkidul. Namun demikian, dengan capaian lebih dari 100.000 dukungan suara, hal tersebut tentu tak bisa diremehkan.

“Sebagai kader partai, saya harus selalu siap untuk ditugaskan untuk apapun. Hidup sudah saya serahkan untuk pengabdian,” tandas Endah ketika ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Jumat (01/03/2019) siang.
Menurut Endah, meski sebagai wanita, sejak awal ia memang tidak canggung untuk terjun ke politik. Sebuah hal yang tentunya bisa menjadi tantangan berat mengingat di PDI Perjuangan, khususnya Gunungkidul, kaum lelaki memang begitu mendominasi. Namun begitu, dengan keteguhan hati serta keyakinan yang ada, ia selalu berpikir bahwa sebenarnya wanita memiliki segalanya untuk bisa berkarir sebagai politisi.
Karakter perempuan yang lebih mengedepankan sifat keibuan seperti mengayomi, melindungi, mendengarkan dan berusaha memecahkan permasalahan yang dihadapi dengan tenang akan menjadi sebuah kekuatan besar dalam politik. Selain itu, kaum wanita juga lebih dekat dalam melakukan interaksi dan sosialisasi dengan individu lain. Kedekatan semacam inilah yang menurut Endah menjadi ujung tombak kaum perempuan dalam memasuki dunia politik yang diakui memang sangat keras dan penuh aksi jegal menjegal.
“Pendekatan langsung semacam ini yang memang saya kembangkan dalam berpolitik. Dengan pendekatan dan interaksi kepada masyarakat secara telaten, kita akan mendapatkan dukungan,” imbuh dia.
Keteguhannya untuk terjun total berpolitik disebutkan Endah tak lepas dari niatnya untuk merubah nasib warga Gunungkidul khususnya kaum wanita. Dengan adanya wakil yang benar-benar bekerja dan berjuang, wanita Gunungkidul bisa lebih terangkat harkat dan derajatnya daripada selama ini.

Ia mencontohkan, dalam setiap kegiatannya, selalu ada prioritas khusus terkait pemberdayaan wanita. Sebagai Ketua DPC PDIP, ia senantiasa memberikan tugas khusus kepada para anggota Fraksi PDIP di DPRD Gunungkidul agar bisa menggagas program-program untuk kaum perempuan.
“Saya ingin wanita Gunungkidul menjadi wanita yang berkualitas dan sebisa mungkin juga mandiri dengan kemampuannya. Tentu tanpa meninggalkan sifat keibuannya karena kodrat wanita juga adalah dalam mendidik anak serta membina rumah tangga,” urai Caleg PDIP untuk Dapil 3 bernomor urut 1 ini.
Menjadi hal biasa saat ia mengumpulkan ratusan wanita dalam satu ajang pertemuan. Tak hanya bersifat politis dalam pertemuan ini lantaran pihaknya juga kemudian memberikan mereka berbagai macam pelatihan. Seringkali ia juga mengundang pakar maupun ahli sehingga ilmu yang didapat para ibu-ibu tersebut bisa lebih banyak. Ia sangat berharap agar nantinya para wanita tersebut bisa mengembangkan kemampuan pelatihan yang didapat agar bisa berguna dalam kehidupan sehari-harinya.
Pertemuan demi pertemuan banyak ia galang khususnya yang melibatkan kaum perempuan dituturkan Endah tak membuatnya lantas merasa puas. Justru dengan banyak interaksi tersebut, ia merasa bahwa ada masih banyak hal yang memang dibutuhkan oleh para wanita Gunungkidul. Dengan pemikiran ini ia pun menjadi lebih banyak berpikir apa yang ia bisa lakukan sebanyak-banyaknya untuk kemudian sebisa mungkin membuat para wanita Gunungkidul ini lebih berdaya guna.
“Saya sadar bahwa memang masih banyak yang harus dilakukan. Untuk itu, program bagi para wanita ini tak hanya kita tugaskan pada para anggota Fraksi PDIP Gunungkidul saja, akan tetapi juga kalau perlu saya ajukan ke provinsi maupun pusat. Semakin banyak program akan semakin baik,” tegasnya.
Terkait dengan perempuan dalam dunia politik, Endah mengungkapkan terus mendorong para wanita agar mau tampil dalam berpolitik. Semakin ada banyak wanita yang mewakili, maka ia percaya bahwa nasib wanita Gunungkidul akan lebih baik.
Khususnya di PDIP, Endah selalu menegaskan kepada setiap caleg wanita agar selalu serius dan berjuang. Bukan hanya atas nama partai politik saja, akan tetapi juga atas nama wanita agar bisa mendapatkan perhatian yang lebih baik lagi.
“Saya akan dorong Endah-endah yang lain untuk terjun ke dunia politik. Banyak hal besar yang dilakukan dalam politik ini untuk kaum wanita khususnya,” tutup dia.
-
Info Ringan7 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
