fbpx
Connect with us

Peristiwa

Gagal Diselundupkan, Puluhan Ribu Benih Lobster Senilai Belasan Miliar Dilepasliarkan di Pantai Baron

Diterbitkan

pada

BDG

Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)--Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta melepasliarkan puluhan ribu benih lobster di kawasan Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari pada Sabtu (25/05/2019) dini hari tadi. Pelepasliaran benih lobster senilai belasan miliar tersebut merupakan hasil dari penggagalan upaya penyelundupan ke Vietnam.

Kepala BKIPM Yogyakarta Hafit Rahman mengatakan, dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 01.25 WIB ini, pihaknya melepasliarkan sekitar 77 ribu benih lobster jenis mutiara dan pasir. Benih tersebut merupakan hasil penegakkan hukum oleh Ditpolairud Polda Riau di Kota Dumai yang berhasil mengagalkan percobaan penyelundupan benih dari Indonesia ke Vietnam.

“Jadi (77 ribu benih lobster) itu mau dikirim dari Riau ke Batam, sampai Batam mau dikirim ke Singapura dan selanjutnya dikirim ke Vietnam. Tapi sebelum sampai Vietnam berhasil digagalkan oleh petugas,” kata dia usai melepasliarkan benih lobster.

Ia menjelaskan, penggagalan penyelundupan itu sendiri mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) nomor 56 tahun 2016 tentang pembatasan penangkapan lobster, kepiting dan rajungan yang memiliki berat di bawah 200 gram. Terlebih, merujuk Permen tersebut, lobster, kepiting dan rajungan yang memiliki berat di bawah 200 gram juga dilarang untuk diperjualbelikan.

“Kalau untuk nominal harga dari 77 ribu ekor benih ini harganya mencapai Rp 11,5 miliar jika dijual di Vietnam,” terang Hafit.

Ia menceritakan, dari hasil keterangan pelaku, sesampainya di Vietnam 77 ribu benih lobster tersebut akan dikembangbiakkan untuk selanjutnya dijual. Bahkan, jika dijual di Vietnam, harga perekor benih itu mencapai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

Berita Lainnya  Tenggelam di Pantai Terpencil, Korban Laka Laut Harus Ditandu Sejauh 1,5 Kilometer

“Memang di Vietnam banyak peminatnya, tapi yang mengambil dari sini (Indonesia) dan dijual secara ilegal, kan yang jadi rugi malah kita sendiri. Apalagi di Vietnam dijual dengan harga mahal,” katanya.

Karena kondisi benih lobster yang masih utuh, maka BKIPM Pekanbaru berkoordinasi dengan BKIPM Yogyakarta untuk melepasliarkan benih-benih lobster tersebut di Pantai Baron. Menurutnya, terpilihnya Pantai Baron sebagai tempat melepasliarkan benih lobster sesuai dengan saran dan persetujuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Sesuai arahan Kementerian Kelautan dan Perikanan, lobster ini cocok hidup di daerah berair jernih dan berkarang seperti di Pantai Selatan Gunungkidul. Karena itu Pantai Baron dijadikan tempat untuk melepasliarkan benih lobster ini,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Tanjungsari yang juga hadir dalam pelepasliaran lobster menyampaikan rasa terimakasihnya terhadap Kementrian kelautan dan Perikanan yang telah mempercayakan Pantai Baron sebagai lokasi pelepasliaran 77 ribu benih lobster. Ia berharap kepada para masyarakat utamanya nelayan agar mampu menjaga benih yang telah ditebar dengan cara mematuhi perundang-undangan yang ada.

Berita Lainnya  Gunungkidul Berduka, Banteng Militan Ini Berpulang

“Nantinya kan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sini. Kita jelas berterimakasih kepada kementrian dan juga BKIPM karena mempercayakan benih-benih ini di Pantai Baron. Kalau lobster lestari kan dapat menambah nilai pendapatan warga,” pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler