fbpx
Connect with us

Sosial

Geopark Gunungkidul Divalidasi Ulang Oleh Tim Unesco

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Kawasan Karst Gunung Sewu yang membentang di 3 Kabupaten yakni Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan akan segera dilakukan revalidasi oleh tim Asesor Unesco Global Geopark. Rencananya, tim asesor sendiri akan melakukan penilaian dan pengamatan ulang pada akhir Juli mendatang. Terdapat beberapa aspek yang nantinya akan dilakukan penilaian maupun peninjauan oleh tim gabungan tersebut.

Tiga wilayah ini memiliki keragaman geosite yang cukup tinggi. Dengan adanya kawasan Geopark Gunungsewu sendiri dianggap mampu menyeimbangkan konservasi alam yang kemudian berdampak pada sektor pariwisata. Dari 33 geosite yang ada di 3 Kabupaten tersebut, Gunungkidul memiliki 13 titik yang membentang dari kawasan barat hingga timur.

Adapun pada komplek ini terdapat beberapa potensi geosite yang luar biasa yang lebih dari 50 persennya didominasi oleh kawasan karst. Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten yang memiliki beragam potensi mulai dari goa, kawasan pegunungan hingga kawasan pesisir yang tak kalah eksotis. Dalam perkembangannya, ada beberapa sektor yang ikut masuk ikut andil diantaranya budaya, pariwisata bahkan edukasi pada masyarakat dan pengunjung yang ada.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, jika tanggal 25 Juli 2019 mendatang tim assesor akan melakukan penilaian dan peninjauan ulang di kawasan Geopark Gunungsewu. Sebelumnya tim beranggotakan personel dari luar negeri ini melakukan peninjauan di Kabupaten Pacitan dan Wonogiri.

Berita Lainnya  Dapat Lahan Pertanian Seluas 2 Hektar Melalui Program Transmigrasi, Berminat?

Ada beragam aspek yang akan dilakukan penilaian ulang diantaranya yakni konservasi, edukasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Indikator lainnya yang juga akan dilakukan penilaian maupun penunjauan meliputi mitigasi bencana, perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, kearifan lokal, dan pelibatan masyarakat dalam pengembangannya.

“Harapan kami cukup besar dalam revalidasi Geopark Gunungsewu ini. Semoga tetap berada pada level atau predikat Green Card. Karena ini merupakan suatu kekayaan yang dimiliki Gunungkidul dan 2 kabupaten lainnya,” terang Harry Sukmono, Selasa (23/07/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, sejauh ini dengan Gunungkidul memiliki kawasan geopark yang terdapat beragam geosite dengan berbagai keindahan masing-masing sudah berdampak baik di bidang pariwisata. Pasalnya tak sedikit pula yang tertarik mengunjungi kawasan ini.

Kondisi di lapangan menurut Harry sudah berdampak pada kesejahteraan masyarakat Gunungkidul. Meski sementara ini, kemanfaatan baru dirasakan di lingkup kawasan tersebut.

“Pada hakekatnya geopark memang untuk mensejahterakan masyarakat. Kalau sekarang ini sudah ada dampak positif yang dirasakan saya kira ke depan akan jauh lebih baik lagi,” imbuh dia.

Ia mencontohkan, beberapa lokasi geosite yang sekarang ini sudah mulai terlihat geliat keberhasilannya baik pengelolaan pariwisata hingga pemberdayaan masyarakat diantaranya kawasan Nglanggeran, Ngingrong, Kali Suci, dan Hutan Turunan yang sudah paling tidak telah ada penghidupan bagi masyarakat. Kawasan ini pun juga menjadi idola bagi wisatawan pecinta alam.

Berita Lainnya  Resahnya Warga Ngleri Terdampak Polusi Pabrik Fiber, Ada Yang Terjangkit Sakit Paru-paru Hingga Pilih Pindah Rumah

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memaparkan, penilaian ulang pada kawasan Geopark memang sangatlah dibutuhkan, paling tidak selama 5 tahun sekali harus ada penilaian ulang. Jika sekiranya tidak ada aktifitas yang dilakukan, predikat yang selama ini ada lebih baik dicabut. Aktifitas yang dimaksud yakni dampak pada pariwisata, budaya, edukasi hingga peningkatan kesejahteraan pada masyarakat.

“Jika pemerintah kabupaten sendiri kewalahan dalam pengembangannya bisa saja kolaborasi dengan pemerintah provinsi,” ucapnya.

Wakil Tim Assesor Unesco Global Geopark, Arthur Agostinho De Abreu, menjelaskan, sekitar 4 tahun lalu, Gunung Sewu telah dinyatakan masuk dalam Jaringan Unesco Global Geopark. Penilaian ulang ini sebagai dasar kekuatan agar jaringan Global Geopark Gunungsewu dapat permanen.

Kendati demikian, untuk mempertahankan jaringan ini memanglah tidak mudah. Perlu adanya kerja keras dari masing-masing pemerintah dalam proses pengembangannya. Ia meyakini jika solidaritas dan inovasi masing-masing kabupaten atau provinsi ini cukuplah kuat.

“Potensi yang dimiliki masing-masing kabupaten cukup beragam, tinggal bagaimana pengemasannya dampak yang ditimbulkan bagaimana. Selama tiga hari ini kami akan berkeliling dari Pacitan, Wonogiri dan Gunungkidul untuk melakukan penilaian,” kata dia.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler