Sosial
Goa Ngingrong Riwayatmu Kini, Sepi Setelah Diambil Alih Pemerintah Kalurahan
Wonosari, pidjar.com—Goa Ngingrong yang terletak di Kelurahan Mulo, Kapanewon Wonosari merupakan obyek wisata minat khusus yang sangat cantik. Terletak hanya sekitar 8 kilometer dari pusat kota Wonosari, posisinya strategis karena berada diantara jalur menuju obyek wisata kawasan pantai Gunungkidul membuat kawasan Ngingrong sangat potensial.
Di kawasan tersebut saat ini berdiri bangunan megah Taman Kuliner Goa Ngingrong. Pada masa jayanya, kawasan tersebut sangat ramai oleh pengunjung maupun wisatawan. Sejumlah fasilitas saat itu dibangun oleh Pokdarwis setempat yang didominasi oleh kawula muda.
Sayangnya, seiring berjalannya waktu, kondisi Taman Kuliner Goa Ngingrong saat ini seakan mati suri, hidup segan mati tak mau. Bahkan saking sepinya pengunjung, para pedagang berangsur-angsur menutup lapaknya. Saat ini bahkan hanya tersisa satu pedagang yang beroperasi di taman kuliner tersebut.
Sebagai contoh, pada liburan lebaran kemarin, saat ratusan ribu wisatawan membanjiri berbagai obyek wisata Gunungkidul saat momen libur lebaran 2026 ini, hampir tidak ada wisatawan yang sudi mampir berwisata di Goa Ngingrong.
“Saya itu H+1 Lebaran sampai saya tongkrongi di sana, tidak ada satu pun wisatawan yang berbelok ke Goa Ngingrong,” keluh Totok Aminarto, Pengawas BumKal Bangun Kencana Mulo selaku pengelola obyek wisata Goa Ngingrong.

Totok mengaku tak habis pikir, sudah bermacam cara dilakukan untuk memasarkan Goa Ngingrong agar laku dijual kepada wisatawan. Namun situasi justru semakin memburuk. Pihaknya tak kuasa saat para pedagang lantas memutuskan untuk berhenti berjualan.
“Suasana lebaran, namun hampir tidak ada satu pun lapak pedagang yang buka dan berjualan di sana. Barangkali itulah salah satu penyebab wisatawan enggan mampir,” tambahnya.

Senada dengan Totok, Puput Wening Ngati Bendahara BumdKal juga mengaku sudah kehabisan akal.
“Lapak pedagang kita gratiskan, tetap nggak ada yang mau jualan. Kita sendiri jajaran BumKal membuka usaha angkringan di sana, tetap saja nggak laku,” lanjut Puput.
Sementara itu hasil pantauan lapangan di Goa Ngingrong kondisinya memang menyedihkan. Terkesan kurang terawat dan hanya ada 1 pedagang angkringan yang eksis berjualan di kawasan itu.
“Setiap hari hampir 24 jam saya berdagang di sini, tapi ya beginilah keadaannya hanya 1 – 2 pengunjung yang kadang mampir sekedar beli minuman atau makanan ringan,” jelas Ari .
Lebih lanjut Ari menambahkan, ada puluhan lapak pedagang di kawasan Goa Ngingrong, tapi tidak ada yang mau buka lapak. Alasannya klasik, tidak laku dan cenderung merugi hingga pilih tutup.
Nada kritis disampaikan Sularno, warga Kepil, Mulo yang dengan lantang menyampaikan pendapatnya.
“Goa Ngingrong itu salah urus Mas. Dulu dikelola Pokdarwis malah jalan. Sejak diambil alih BumKal langsung mati suri. Itu terjadi karena memang orientasi Pokdarwis dan BumKal sangat berbeda,” jelas Sularno.
Pokdarwis, tambahnya, berorientasi bagaimana caranya Goa Ngingrong ramai, laku dijual dan membawa kemakmuran masyarakat sekitar. Berbeda dengan BumKal, orientasinya hanya untung dan proyek saja tapi tidak becus mengelola obyek wisata.
“Jadi Goa Ngingrong itu semangatnya dulu adalah bagaimana caranya Pemerintah Kelurahan Mulo dapat meraih dana besar dari Pusat untuk membangun kawasan Goa Ngingrong. Dana betul betul cair, wujud fisiknya terbangun, kelihatan indah di awal. Tetapi setelah selesai proyek ya sudah, laku Alhamdulillah, nggak laku yang penting Pemkal Mulo dulu sudah dapat untung,” pungkas Sularno.
-
Uncategorized2 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized6 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized1 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan1 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Pemerintahan4 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
