fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Habiskan Anggaran 10 Miliar, 2 Ruas Jalan di Gunungkidul Bagian Timur Mulai Dibangun

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Sejak pandemi melanda, program pembangunan yang digagas pemerintah banyak terganggu. Anggaran yang ada dipotong untuk penanganan darurat covid. Hal yang sama juga terjadi di Gunungkidul. Di tengah anggaran yang sebagian besar diplot untuk belanja pegawai dan operasional, tentunya anggaran untuk program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat harus mengalami pemotongan. Alhasil, banyak proyek yang harus ditunda atau bahkan dibatalkan akibat hal ini.

Untuk tahun 2021 ini, meski masih dilakukan refocusing anggaran, akan tetapi ada beberapa proyek pengerjaan infrastruktur yang masih tetap bisa berjalan. Sejumlah ruas jalan akan segera dilakukan pembangunan. Diantara yang akan segera dilaksanakan adalah pembangunan Jalan Nglebak-Jatiayu dan Semin-Tambakromo. Dua proyek rehabilitasi ini menelan anggaran hingga 10 miliar rupiah yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Gunungkidul.

Berita Lainnya  Menekan Angka Kasus Bayi Stunting di Gunungkidul

Kepala Bidang Binamarga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Setyo Koordijanto menjelaskan, dua jalur tersebut sebelumnya pernah direhabilitasi menggunakan DAU. Kemudian pada tahun ini proses rehabilitasi dilanjutkan menggunakan DAK yang dimaksudkan agar pembangunan lebih maksimal.

Adapun rehabilitasi pembangunan untuk Jalan Nglebak-Jatiayu sepanjang 2,6 kilometer akan menghabiskan anggaran sebesar 7 miliar rupiah. Kontrak kerja sendiri mulai 29 Maret 2021 sampai dengan 26 Juli 2021 mendatang. Sementara untuk ruas jalan Semin-Tambakromo dianggarkan 3,4 miliar rupiah dengan panjang jalan 1 kilometer. Pengerjaannya mulai dari 13 April 2021 sampai dengan 11 Juli 2021 mendatang.

“Sekarang sudah mulai proses pengerjaan,” kata Setyo Koordijanto, Selasa (15/06/2021).

Ia menambahkan, untuk proses lelang proyek pengerjaan ruas jalan Semin-Tambakromo sempat terjadi pergantian rekanan. Lelang proyek ini awal mulanya dimenangkan oleh rekanan dari Makassar. Namun kemudian karena adanya sejumlah hal, perusahaan tersebut kemudian menggundurkan diri sebelum terjadi kontrak dengan pemerintah.

Berita Lainnya  Ruang Terbuka Hijau Senilai 182 Juta Hanya Dapat 4 Pohon, Dinas Lingkungan Hidup Sebut Sudah Sesuai RAB

“Pertimbangan dukungan peralatan dan AMP (basecamp produk aspal) dari perusahaan yang berada di Solo menarik diri dari kesanggupan mendukung penyediaan aspal. Jadi kemudian mereka memilih untuk mengundurkan diri,” ucap dia.

Karena itu kemudian sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pemerintah melanjutkan proses dengan mengganti rekanan dengan nilai tawar tertinggi kedua untuk kemudian dinyatakan sebagai pemenang lelang.

“Untuk di proses pembangunan ruas Jalan Semin-Tambakromo itu saat ini dikerjakan oleh PT Kartika Jati Sentosa,” paparnya.

Tahun ini, selain dua jalan tersebut juga ada beberapa titik jalan kabupaten yang rencananya akan dilakukan rehabilitasi oleh pemerintah. Namun demikian, saat ini masih berproses pada perencanaan tahun berjalan.

Berita Lainnya  Kebijakan Penghapusan Denda Pajak dan Denda Bea Balik Nama Diperpanjang

“Ada beberapa ruas jalan yang nantinya akan kami perbaiki menggunakan dana APBD. Ini masih proses,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler