fbpx
Connect with us

Pariwisata

Hari Kedua Pembukaan Obyek Wisata, Kawasan Pantai Sepi Pengunjung

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Ribuan wisatawan langsung memadati kawasan pantai pada hari pertama pembukaan obyek wisata Gunungkidul. Mulai Rabu (20/10/2021) kemarin, Kabupaten Gunungkidul yang telah menyandang level 2 PPKM ini memang mulai membuka obyek-obyek wisatanya setelah tutup sejak 3 Juli 2021 silam. Jumlah wisatawan yang datang diperkirakan ke depan akan semakin banyak mengingat pada hari pertama kemarin, para wisatawan masih didominasi wisatawan dengan kendaraan pribadi dan belum romobongan-rombongan besar.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mencatat, hingga Rabu (20/10/2021) petang, terdapat 4.325 wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul. Pesona pantai pasir putih yang dimiliki Bumi Handayani masih jadi primadona para wisatawan yang memang seakan rindu berwisata ke Gunungkidul.

“Tujuan utama kunjungan wisatawan masih di lokasi pantai,” kata Harry, Rabu malam.

Harry menambahkan, check in melalui aplikasi PeduliLindungi menjadi kewajiban para wisatawan yang hendak berkunjung ke obyek wisata di Gunungkidul. Berdasarkan pantauannya juga tidak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan pada hari pertama kunjungan kemarin.

“Di hari pertama uji coba ini sudah kelihatan euforia wisatawan, mereka memang menantikan dibukanya kawasan wisata,” ucap dia.

Sementara itu, petugas penjaga pos TPR JJLS, Wijang Antok menuturkan, pada hari kedua pembukaan pariwisata ini, tingkat kunjungan wisatawan menunjukkan penurunan. Ia menyebut, jika dibandingkan kunjungan hari pertama kemarin yang cukup ramai, hari kedua ini cenderung sepi. Ia memperkirakan, kunjungan wisatawan akan mencapai puncaknya pada hari Sabtu dan Minggu mendatang.

“Hari ini tadi masih sepi, memang sekarang bukan hari libur,” papar dia.

Pada pembukaan obyek wisata ini, ada sejumlah prosedur baru yang diterapkan. Selain memungut retribusi, para petugas jaga TPR juga melakukan screening kepada wisatawan. Menurut Antok, hal ini membuat rentang waktu tugas menjadi lebih lama. Jika biasanya per kendaraan hanya 1 menit lantaran hanya memungut retribusi, saat ini per kendaraan pihaknya harus menghabiskan waktu 3 menit.

“Yang dikhawatirkan adalah nanti akan adanya antrian panjang di jalur TPR. Namun sudah diantisipasi dengan penambahan personel,” beber Antok.

Salah satu pemilik lokasi wisata Teraskaca, Pak Haji menyambut positif kawasannya mendapatkan izin buka dari Pemkab Gunungkidul. Dari sisi kesiapan protokol kesehatan, pihaknya sudah mendapatkan sertifikat CHSE sejak tahun 2020 lalu.

“Dengan demikian wisatawan yang hendak mengunjungi Teraskaca Pantai Ngularan tak perlu ragu lagi, karena kami jamin keamanannya dan protokol kesehatan yang tersedia di pantai,” tandas Pak Haji.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler