fbpx
Connect with us

Peristiwa

Hari Kedua Pencarian Nelayan Yang Diduga Jatuh Dari Tebing, Tim SAR Hentikan Sementara Pencarian Laut

Diterbitkan

pada

BDG

Purwosari,(pidjar.com)–Pencarian hari kedua terhadap Jiyono (45) warga Pringwulung, Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari yang diduga terjatuh dari teping Song Lurah, tepatnya di timur Goa Langse, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari terus dilakukan oleh petugas gabungan. Jiyono sendiri dikabarkan menghilang sejak Senin (11/03.2019) lalu usai berpamitan hendak mencari lobster. Puluhan petugas dibantu dengan masyarakat dan nelayan masih terus berupaya melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian lantaran Jiyono diduga terjatuh dari tebing.

Sekretaris SAR Linmas wilayah II Baron, Surisdiyanto mengungkapkan, untuk hari kedua pencarian Jiyono, tim yang diterjunkan terbagi menjadi beberapa regu. Sementara ini, pencarian dan penyisiran hanya dilakukan dari darat saja. Beberapa pertimbangan yang telah dibahas oleh tim disepakati jika pencarian melalui jalur laut sementara diberhentikan.

“Untuk yang menggunakan kapal kami off kan sementara. Fokus di darat dengan tim gabungan yang melakukan pencarian,” kata Surisdiyanto, Jumat (15/03/2019) saat dihubungi.

Adapun pencarian meluas hingga radius 2 kilometer dari titik di mana awal Jiyono memancing. Baik ke arah barat maupun ke arah timur petugas melakukan penyisiran tersebut. Akan tetapi hingga pukul 14.00 WIB tadi belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan Jiyono yang telah dinyatakan hilang oleh pihak keluarga sejak beberapa hari lalu.

“Masih di sekitar lokasi untuk pencarian sembari menyisiri radius 2 kilometer. Kalau untuk kenapa off yang diperairan karena memang belum ada tanda-tanda, kesepakatan bersama seperti ini,” imbuh dia.

Proses pencarian Jiyono, nelayan lobster yang hilang dan diduga terjatuh dari tebing

Sejauh ini pihaknya belum mendapat tanda-tanda yang pasti. Hanya Kamis (14/03/2019) sore kemarin, dari relawan pencarian mendapati sebuah tas dan beberapa isi lainnya yang masih berada di lokasi kejadian. Ia juga meminta pada para nelayan di kawasan pantai selatan khususnya yang ada di daerah Purwosari, Panggang, Saptosari jika mengetahui hal-hal yang mencurigakan untuk dapat segera melapor ke tim SAR.

Berita Lainnya  Penggemar PUBG Berkumpul di Siyono, Rebutan Hadiah Jutaan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejak Senin silam, Jiyono meninggalkan rumah untuk mencari lobster di sekitar tebing yang medannya cukup terjal itu. Akan tetapi hingga Kamis yang bersangkutan tidak kunjung kembali ke rumah dan tidak ada kabar. Dari situlah keluarga kemudian berusaha melaporkan kejadian hilangnya Jiyono ke kepolisian maupun SAR untuk dilakukan pencarian.

Kapal Nelayan Karam di Pantai Sadeng

Sementara itu, pada Kamis (14/03/2019) kemarin, nasib apes dialami empat anak buah kapal yang hendak melaut untuk mencari ikan di perairan pantai Sadeng. Kapal yang ditumpangi para nelayan tersebut justru mengalami kerusakan dan menghantam kubus pemecah gelombang. Kejadian sendiri bermula saat sekitar pukul 15.00 WIB, kapal yang ditumpangi oleh 4 ABK berangkat dari tepi pantai Sadeng. Kemudian sekitar 15 menit melakukan perjalanan laut tiba-tiba mesin kapal eror hingga mati dan tidak bisa bergerak.

Di waktu yang bersamaan ombak besar datang kemudian menghantam kapal naas itu. Hantaman kuat gelombang laut mengakibatkan kapal bergerak ke arah kubus pemecah ombak dan menghantamnya. Empat anak buah kapal kemudian langsung menceburkan diri untuk menyelamatkan diri mereka agar tidak terluka atau mengalami insiden lain.

Berita Lainnya  Tikungan Maut Tleseh, Dalam Beberapa Jam Picu 2 Kecelakaan Lalu Lintas

“Baru berangkat kapalnya, tepat di perairan depan dermaga Sadeng kejadiannya,” kata Sunu Handoko Bayu Segara, Koordinator SAR Linmas Wilayah I Sadeng saat dikonfirmasi.

Kapal nelayan yang karam di Perairan Sadeng

Adapun kejadian tersebut nampak jelas dari kaca mata para petugas SAR maupun warga yang ada di tepi pantai dan dermaga. Mengetahui kejadian tersebut, petugas kemudian berusaha mengevakuasi para anak buah kapal agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan. Beruntung keempat orang tersebut langsung bisa dievakuasi oleh petugas tanpa mengalami luka-luka.

Puluhan orang juga membantu dan menanti para petugas SAR yang mengevakuasi korban. Data ABK yang mengalami naas adalah Tetra (35) warga Songbanyu, Kecamatan Giriubo; Dalang (52) warga Pelabuhan Ratu, Jawa Barat; Bayu (25) warga Ngasem, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo dan Nari (40) warga Puger Banyuwangi, Jawa Timur. Saat sampai di daratan pertolongan pertama kemudian diberikan agar para korban tidak mengalami penurunan kesehatan dan menghilangkan kaget pasca kejadian.

Berita Lainnya  Api Sampah Terbang Tertiup Angin Kencang, Dapur Edi Kebakaran

“Untuk kapal juga kami evakuasi bersama dengan nelayan lain. Mereka (korban) telah terbiasa melaut sebagai sumber mencari uang,” imbuh dia.

Ia menghimbau para nelayan untuk lebih memperhatikan kondisi mesin dan kapal yang akan digunakan untuk melaut. Karena pekerjaan ini sangatlah beresiko tinggi jika sewaktu-waktu terjadi hal serupa dan telah berada di laut lepas justru berdampak buruk. Melakukan servis mesin secara berkala juga dibutuhkan demi keselamatan bersama.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler