Hukum
Kasus Penembakan di Girisubo, Briptu MK Dituntut 3,5 Tahun Penjara
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Sidang perkara penembakan oknum anggota Polsek Girisubo, Briptu Muhammad Kharisma yang menewaskan seorang pemuda masih bergulir di Pengadilan Negeri Gunungkidul. Kamis (14/09/2023) kemarin, sidang kembali digelar dengan agenda pembacaan tuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun menuntut hukuman 3 tahun 6 bulan penjara dikurangi masa tahanan.
Siang kemarin, sidang diketuai oleh Annisa Noviyati, dengan anggota Iman Santoso, dan I Gede Adi Muliawan. Sementara JPU adalah Widha Sinulingga, sidang dilaksanakan secara hibrid sesuai dengan kesepakatan sejak awal. Majelis Hakim, JPU, dan Kuasa Hukum berada di ruang sidang PN Wonosari sedangkan terdakwa mengikuti sidang di Lembaga Permasyarakatan Wonosari.
Pada sidang tersebut dibacakan tuntutan JPU yakni, terdakwa ditutut hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan. Selain itu, terdakwa dibebankan untuk membayar restitusi kepada keluarga korban sebesar Rp 197.626.500. Restitusi ini adalah hasil perhitungan dari LPSK RI karena keluarga korban mengajukan restitusi.
Adapun JPU menyebut hal yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa seseorang, menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban, serta membuat keresahan di tengah masyarakat. Kemudian hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan selama jalannya persidangan dan mengakui serta perbuatannya. Selain itu, jaksa menyebut Briptu M. Kharisma belum pernah dihukum.
“Barang bukti berupa kemeja lengan panjang dan satu butir selongsong peluru dimusnahkan. Sementara senjata dikembalikan ke Polsek Girisubo. Menyatakan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 2.500,” kata Jaksa Penuntut Umum.

Pasal yang disangkakan kepada terdakwa adalah pasal 359 KUHP dan Pasal 360 KUHP. Tuntutan tersebut berdasarkan sejumlah keterangan dari 8 saksi, 2 saksi meringankan terdakwa dan 2 saksi ahli.
Sidang selanjutnya akan dilakukan 21 September 2023 untuk mendengarkan pledoi atau pembelaan dari kuasa hukum terdakwa. Majelis hakim juga akan mendengarkan keterangan dari LPSK berkaitan dengan resititusi tersebut.
“Kita jadwalkan setelah jawaban dari JPU usai mendengar pledoi dari kuasa hukum terdakwa,”imbuhnya.
Nampak pula keluarga korban, rekan korban dalam PSHT serta juga kuasa hukum PSHT mengikuti persidangan hingha selesai.
Salah seorang perwakilan keluarga korban, Wahyudi menilai tuntutan JPU kepada terdakwa masih terlalu rendah. Pihaknya berharap Briptu M. Kharisma bisa dihukum maksimal. Keluarga sebenarnya merasa tuntutan tersebut masih kurang.
Berkaitan dengan restitusi yang dibebankan kepada terdakwa, angka tersebut sudah dihitung secara seksama oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya ada untuk mencukupi kebutuhan pihak keluarga.
“Harapan kami (restitusi) juga terpenuhi. Karena korban itu sebagai tulang punggung keluarga. Belum lama ini ayahnya meninggal, sehingga ibunya yang kemudian menjadi tulang punggung keluarga,” tutup Wahyudi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Minggu (14/05/2023) lalu diadakan electone di Balao Padukuhan Wuni, Kaluraan Nglindur, Kapanewon Girisubo dalam rangka bersih dusun. Saat itu, acara berlangsung ricuh, pihak panitia dan kepolisian berupaya melakukan pengamanan. Aldi selaku panitia hanya duduk di bawah panggung namun kemudian tertembak senjata laras panjang yang dibawa oleh Briptu M. Kharisma.
Hasil pemeriksaan dari pelaku dan saksi, saat itu Briptu MK mulanya hendak menengahi sebuah keributan antar penonton itu. Dari atas panggung Briptu MK meminta senjata api yang dibawa oleh rekannya sesama anggota Polri, yakni Satyo Ibnu Yudhono selaku saksi. Alasannya, demi mengamankan senjata tersebut karena Setyo masih lebih junior ketimbang Briptu MK.
Saat menyerahkan senjata tersebut, saksi menjelaskan dengan kode bahwa senapan tersebut dalam keadaan terisi. Briptu MK lalu mengangguk sebagai tanda mengerti kondisi senapan laras panjang tersebut. Namun saat Briptu M. Kharisma menunduk untuk menegur penonton, senjata laras panjang tersebut tanpa sengaja meletus hingga mengenai Aldi hingga meninggal dunia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
