Connect with us

Sosial

Kisah Korban Teror Bank Plecit di Gunungkidul, Sampai Ada Yang Jual Rumah dan Terpaksa Hijrah ke Jakarta

Diterbitkan

pada

Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sampai sekarang ini, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) ilegal menjadi racun mematikan bagi sebagian masyarakat di Gunungkidul. Masyarakat sendiri memang dengan mudah terjerat lantaran untuk bisa memanfaatkan jasa peminjaman dana dari KSP abal-abal yang sering disebut sebagai bank plecit tersebut, warga cukup memberikan agunan berupa fotocopy KTP saja. Warga tak sempat memikirkan bahwa bank plecit tersebut menerapkan bunga hutang yang sangat tinggi. Hal semacam ini pada akhirnya memuat banyak masyarakat tercekik oleh bunga hutang tinggi.

Dikatakan Besar (65), Ketua RT 02, Padukuhan Kernen, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, saat ini beroperasinya sejumlah pegawai bank plecit sangat meresahkan warganya. Ia menyebut bahwa saat ini, banyak warganya yang terjerat dengan bunga tinggi rentenir berkedok koperasi simpan pinjam tersebut. Sejumlah warga mengeluh lantaran kehidupannya seperti diteror oleh para penagih hutang itu.

Berita Lainnya  Nekat Masuk ke Tengah Kota, Sejumlah Peserta Takbir Keliling Dihalau Polisi

“Banyak korbannya bisa jadi sampai separuh warga saya terpaksa gali lubang tutup lubang untuk menutup hutang koperasi tak jelas tersebut. Dalam menagih hutang pun mereka tidak punya etika sopan santun, main nylonong saja ke rumah warga,” katanya, Kamis (25/10/2018).

Senada dengan Besar, Dukuh Kernen Aminto juga menyatakan akibat ulah koperasi tak jelas tersebut sampai ada warganya yang boyongan ke Jakarta lantaran tak kuat menanggung beban hutang koperasi plus bunganya yang mencekik leher.

“Akumulasi hutang dari beberapa koperasi tak jelas mencapai Rp 30 juta. Karena malu dan tak kuat lagi rumahnya dijual untuk menutup hutang kemudian pergi ke Jakarta. Seluruh anggota keluarga diajak,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang korban bank plecit, Lin (38), warga Padukuhan Kernen, Desa Ngunut, Kecamatan Playen mengaku saat ini kehidupannya didera kesulitan membayar hutang. Pasalnya dia mempunyai pinjaman tak hanya di satu koperasi. Lin sendiri mengaku tergiur dengan segala kemudahan yang diberikan oleh para bank plecit yang datang menawarkan pinjaman ke rumahnya. Ia yang membutuhkan modal usaha, bahkan tak sempat memikirkan dampak dari keputusannya untuk meminjam uang di bank plecit tersebut.

Berita Lainnya  Berkah Kemarau Bagi Petani Tembakau, Panen Hingga Miliaran Rupiah

Pada akhirnya, keputusannya tersebut merubah kehidupannya. Setiap minggu ia harus mengangsur hutangnya tersebut. Sampai pada suatu saat ia tak mempunyai uang untuk membayar angsuran, sementara penagih hutang selalu datang. Ia pun kemudian nekat meminjam lagi ke bank plecit lainnya hanya untuk bisa mengangsur pinjamannya tersebut.

“Pinjaman agunannya hanya selembar fotocopy KTP makanya saya tertarik. Hutang saya misalnya Rp 2 juta maka akan dipotong administrasi dua ratus ribu rupiah. Tinggal terima Rp 1,8 juta, kewajiban mengangsur Rp 200 ribu kali 12 minggu. Pada akhirnya memang sangat memberatkan,” ungkapnya.

Terpisah, Widagdo S.Sos, M.Si Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gunungkidul langsung menerjunkan petugas ke lapangan untuk menanggapi keluhan warga. Menurut Widagdo, untuk bisa beroperasi di Gunungkidul, KSP-KSP harus melapor ke Dinas Koperasi UKM Gunungkidul dan tidak boleh sembarangan. Koperasi Simpan Pinjam harus memiliki ijin berupa badan hukum dari dinas yang berwenang mengeluarkan.

Berita Lainnya  Cerita Investigasi Pejabat Dinas Untuk Ungkap Hewan Liar Misterius Pemangsa Ternak

“KSP ada yang area operasionalnya nasional, berarti bisa buka cabang di seluruh Indonesia, badan hukumnya langsung dari Kementerian Koperasi UKM, namun ada juga yang berbadan hukum dinas Provinsi, area operasi hanya se Provinsi dan ada yang level kabupaten, artinya hanya beroperasi di wilayah kabupaten yang mengeluarkan ijin,” tegasnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata3 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler