Pemerintahan
Klaim Sudah Maju, Wakil Bupati Tolak Data BPS Yang Sebut Gunungkidul Kabupaten Termiskin
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi menampik wilayahnya menjadi kabupaten termiskin di DIY. Berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat bahwa ada sembilan kecamatan di Gunungkidul dari 15 kecamatan di DIY merupakan daerah miskin.
"Kalau angka kemiskinan didalami khas Gunungkidul, nggak akan sebesar itu, nggak mungkin. Apalagi sampai disebut 9 kecamatan yang miskin dari 15 kecamatan termiskin di DIY," tuturnya, Sabtu (17/03/2018).
Immawan menilai, jika melihat kondisi di lapangan sebenarnya tidak seburuk pada angka yang telah dikeluarkan oleh BPS tiga tahun silam tersebut. Sejumlah pencapaian kinerja pemerintah, menurutnya telah membuktikan bahwa angka tersebut tidak sepenuhnya benar dan berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat.
Immawan melanjutkan, Gunungkidul saat ini telah mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satunya yakni dari sektor pariwisata yang paling mencolok dan bisa meningkatkan perekonomian warga. Ia menaksir, saat ini peningkatan perekonomian dari sektor pariwisata bisa mencapai 600 persen.
"Data BPS memang tidak salah karena dalam mendata pasti ada perhitungannya. Tapi tidak semuanya benar. Jika dilihat dari disparitas kelompok ekonomi atau kesenjangan, Gunungkidul paling rendah, hanya 2,2. Berbeda dengan Kota Jogja yang paling tinggi mencapai 4 angka disparitasnya," jelasnya.

Meski begitu, ia mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan indeks kemiskinan yang dibuat BPS. Hanya saja, ia khawatir apabila angka tersebut dijadikan pedoman resmi dalam perencanaan penanggulangan kemiskinan pemerintah provinsi. Sebab hal ini akan menimbulkan tumpang tindih kebijakan dengan pemkab.
"Kalau angka BPS dijadikan pedoman resmi, lalu gimana dengan saudara kita yang berada di luar 9 kecamatan yang dimaksud? Nanti menjadi salah kebijakan. Kalau kebijakan sudah salah, jangan pernah kita bisa mencapai tujuan yang kita inginkan," tandasnya.
Seperti yang diketahui, Gunungkidul tercatat sebagai Kabupaten termiskin dari 4 Kabupaten dan 1 Kota yang ada di DIY. Hal ini lantaran dari 15 kecamatan termiskin di DIY, paling banyak diantaranya berada di Gunungkidul. Sementara DIY sendiri menjadi provinsi termiskin se Jawa-Bali.
Adapun 9 kecamatan di Gunungkidul yang termiskin se-DIY tersebut yakni Wonosari, Karangmojo, Playen, Semin, Ngawen, Patuk, Saptosari, Ponjong dan Nglipar.
"DIY jadi provinsi termiskin se Jawa-Bali pun harus kita perhatikan juga. Bagaimana bisa DIY yang sejahtera tapi miskin, miskin tapi sejahtera. Secara ilmiah, tentu tidak dapat diterima. Harus kita urai dan temukan bersama-sama penyebabnya," jelas Immawan.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
