Politik
Laporan Dana Kampanye Parpol ke KPU, PAN Paling Boros
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Seluruh partai politik peserta Pemilu 2019 telah melaporkan penggunaan dana kampanyenya. Laporan ini sendiri merupakan pemenuhan atas peraturan Komisi Pemilihan Umum di mana seluruh partai politik peserta Pemilu 2019 wajib untuk memberikan laporan keuangan dalam Laporan Penerimaan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Seluruh LPPDK sendiri telah diterima oleh KPU sejak Rabu (01/05/2019).
Dalam laporan yang masuk tersebut, parpol tertinggi yang menggunakan dana kampanye di Kabupaten Gunungkidul adalah Partai Amanat Nasional dan paling rendah ialah Partai Garuda. Partai Amant Nasional mendapatkan jumlah sumbangan senilai Rp. 1.127.902.500,- dengan jumlah pengeluaran mencapai Rp 1.127.745.750,-. Sedangkan Partai Garuda hanya mendapatkan jumlah sumbangan Rp. 1.000.000,- dengan pengeluaran Rp. 900.000,-.
Ketua DPD PAN Kabupaten Gunungkidul, Arif Setiadi mengatakan, anggaran kampanye yang dikeluarkan oleh partainya paling banyak untuk membuat Alat Peraga Kampanye (APK). Selain itu, pertemuan-pertemuan dengan warga yang diadakan oleh setiap calon legislatif (caleg) cukup menguras anggaran.
Dipaparkan Arif, dalam mengarungi tahapan-tahapan Pemilu, PAN mengandalkan sumbangan dana dari para calegnya. Sumbangan inilah yang menjadi sumber dana utama PAN.
“Laporan dana kampanye yang diserahkan ke KPU adalah hitungan keseluruhan dana kampanye sejak kampanye terbuka dimulai pada Januari 2019 silam. Selain itu, untuk keperluan operasional partainya, kami membeli sebuah mobil Toyota Avanza seharga Rp90 juta,” kata dia.

Sementara itu, Komisioner KPU Gunungkidul Rohmad Komarudin mengatakan, pihaknya mengapresiasi kesadaran seluruh parpol kontestan Pemilu di Gunungkidul untuk melaporkan dana kampanyenya. Seluruh partai politik di Kabupaten Gunungkidul disebut Komar ontime dalam menyerahkan LPPDKnya.
“Justru yang calegnya tidak lolos duduk di kursi dewan malah cepat melaporkan, Partai Garuda dan PSI justru menjadi yang pertama melaporkan. Kedua parpol tersebut tercatat melaporkan dana kampanye pada Senin 29 April 2019 lalu,” katanya.
Jika dilihat dari berita acara LPPDK Parpol di Kabupaten Gunungkidul. Biaya kampanye di Kabupaten Gunungkidul tergolong tinggi. Ia beberkan lebih detail seperti misalnya Partai Kebangkitan Bangsa menerima sumbangan sebesar Rp. 409.460. 000,- dengan pengeluaran Rp. 409.460. 000,-. Untuk Partai Gerindra menerima sumbangan Rp. 998.481.000,- dengan pengeluaran Rp. 997.481.000,-. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menerima sumbangan Rp. 1.046.485.000 dengan pengeluaran 1.046.485.000,-. Partai Golkar menerima sumbangan Rp. 359.024.400,- dengan pengeluaran Rp. 356.524.400,-.
Kemudian Partai Nasdem menerima sumbangan Rp. 1.097.343.600,- dengan pengeluaran Rp. 1.095.343.600,-. Partai Garuda menerima sumbangan Rp. 1.000.000 sedangkan pengeluaran Rp. 900.000,-. Partai Berkarya menerima sumbangan Rp. 64.200.000,- dengan pengeluaran Rp. 63.700.000,-. Sementara untuk Partai Keadilan Sejahtera menerima sumbangan Rp. 484.050.290,- pengeluaran Rp. 484.023.000,-. Perindo menerima sumbangan Rp. 233.011.900,- pengeluaran Rp. 232.900.000,-. PPP menerima sumbangan Rp. 12.250.000,- pengeluaran Rp. 12.150.000,-. PSI menerima Rp. 73.955.000,- pengeluaran Rp. 73.855.000,-. Partai Amanat Nasional yakni jumlah sumbangan senilai Rp. 1.127.902.500,- dan jumlah pengeluaran ialah Rp. 1.127.745.750,-.
Untuk Partai Hanura menerima 10.100.000,- dan pengeluaran sebesar Rp. 10.000.000,-. Partai Demokrat menerima Rp. 97.087.293,- pengeluaran sebesar Rp. 97.025.500,-. Terakhir PBB menerima Rp. 5.875.000,- dan mengeluarkan Rp. 5.875.000,-. (Ulfah Nurul Azizah)
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized4 hari yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial4 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Peristiwa3 hari yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized6 hari yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized1 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized1 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized3 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Pemerintahan4 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
