fbpx
Connect with us

Sosial

Lebih Tinggi dari Rerata Nasional, Lahan Kering Wilayah Selatan Gunungkidul Hasilkan 1,9 Ton Kedelai per Hektar

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Meski berada di daerah yang kering, namun ternyata petani di wilayah selatan Gunungkidul mampu menunjukkan produktivitas yang baik. Pada musim tanam kedua ini, Kelompok Tani Milenial Tunas Inti, Kalurahan Kemadang Kapanewon Tanjungsari berhasil memanen kedelai dengan jumlah yang besar.

Adapun data yang dilaporkan oleh pengurus kelompok tani, profitas produksi kedelai di wilayah ini rerata 1,5 ton per hektarnya.

Kepala Dinas Pertanian DIY, Sugeng Purwanto mengatakan selama ini, Gunungkidul dikenal sebagai dareah yang rentan air. Meski demikian, sektor pertanian di wilayah ini berkembang dengan baik sehingga patut dikembangkan lagi.

Sebagai contohnya, komoditas kedelai yang profitasnya mencapai 1,9 ton perhektar. Jumlah ini dapat disebut berada diatas rata-rata nasional.

“Kendala terkait kebutuhan air bisa diatasi dengan pemanfaatan pompa air. Dari pemerintah juga memberikan bantuan untuk penyediaan air pertanian,” kata Sugeng.

Pemerintah tengah menggodok strategi dalam peningkatannya, dengan begitu diharapkan bisa mengurangi beban kedelai impor. Kebutuhan kedelai secara nasional mencapai 3 juta ton yang di penuhi dalam negeri hanya kisaran10-20 % selebihnya di penuhi import.

Sementara itu Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengapresiasi petani Gunungkidul yang mampu bertahan dalam membangun dan sektor pertanian. Kawasan selatan, selain masuk kluster pariwisata namun harus diimbangi dengan pertanian agar berjalan selaras.

“Potensi pertanian di Gunungkidul yang sangat besar. Jadi ini juga perlu diperhatikan agar semakin berkembang pesat,” jelas Sunaryanta.

Menurutnya untuk memaksimalkan sektor pertanian, perlu adanya pelatihan, pendampingan, dan pangsa pasar yang berkelanjutan. Hal ini menjadi penting agar petani terfasilitasi.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler