fbpx
Connect with us

Info Ringan

Lima Macam Gula yang Paling Sering Digunakan

Diterbitkan

pada tanggal

Jogja,(pidjar.com)–Semua orang pasti tahu pemanis makanan dan minuman ini. Gula bisa digunakan untuk membuat aneka dessert, minuman segar, aneka jenis kue, bahkan dipakai juga untuk membuat masakan jadi terasa gurih. Namun, jenis gula itu ada banyak sekali dan fungsinya berbeda-beda sesuai jenisnya. Semua gula dibuat dengan cara yang sama, yaitu mengekstraksi sari gula dari sugar beet atau tanaman tebu, dari sanalah baru bisa dibuat berbagai jenis gula. Melalui sedikit penyesuaian dalam proses pembersihan, mengkristalkan, mengeringkan, dan memvariasikan tingkat molase, berbagai varietas gula bisa diciptakan. Kenapa Anda perlu tahu macam-macam gula dan fungsinya? Karena setiap jenis makanan dan minuman harus menggunakan jenis gula yang tepat supaya hasilnya sempurna. Contohnya, es teh yang menggunakan gula pasir dan gula batu akan memiliki rasa yang berbeda, bukan? Nah, berikut ini lima macam gula yang paling sering digunakan.

Gula Pasir/Gula Putih (Granulated/White Sugar)

Inilah benda yang disebut “gula” oleh semua orang. Kalau kita menyebutkan gula, pasti gula yang seperti ini langsung muncul di benak kita. Jenis gula ini bernama gula pasir atau gula putih, dalam bahasa Inggrisnya jadi white sugar atau granulated sugar. Di Asia, gula pasir dibuat dari tebu. Sedangkan di Eropa, gula pasir dibuat dari sugar beet (bit gula). Butiran gula pasir cenderung tengah-tengah, tidak terlalu halus tapi tidak kasar juga. Walaupun bernama gula putih, kadang ada yang warnanya agak kekuningan/kecoklatan. Biasanya gula yang agak kuning/coklat itu lebih murni karena tidak menggunakan pemutih. Fungsi gula putih ini adalah sebagai pemanis minuman (teh, kopi, jus, smoothies, dan lain-lain).

Berita Lainnya  Tingginya Lakalantas di Bawah Umur, Kasat Lantas Tempuh Jalur Sosialisasi dan Tindak Pelangaran Sebagai Antisipasi

Gula Kastor (Caster Sugar)

Selanjutnya ada gula kastor a.k.a caster sugar. Tapi, orang-orang ada yang menyebutnya juga sebagai baker’s sugar (karena gula ini memang lebih sering dipakai dalam urusan memanggang kue dan roti) dan superfine sugar karena gula ini teksturnya sangat lembut. Memang, gula kastor ini merupakan versi lebih lembutnya lagi dari gula pasir. Tapi, gula kastor berbeda dengan gula bubuk, ya. Tekstur gula kastor itu di antara gula pasir dan gula bubuk, tidak terlalu bubuk tapi tidak terlalu kristal juga. Warna gula kastor itu putih bersih. Karena sifatnya yang mudah bercampur, gula kastor lebih sering digunakan sebagai bahan pemanis dalam adonan kue, pastry, pie, kukis, dan lain-lain.

Gula Batu (Rock Sugar)

Siang-siang paling enak minum es teh pakai gula batu, setuju? Gula batu atau rock sugar merupakan gula pasir yang dikristalkan melalui air yang dipanaskan hingga mencapai kondisi jenuh, lalu menjadi dingin. Gula batu pertama kali dibuat di Iran pada abad ke-9 Masehi. Gula ini jauh lebih sehat daripada gula pasir. Kenapa? Soalnya, gula batu lebih mudah diubah menjadi energi oleh pankreas kita. Perbandingannya, pankreas hanya mampu mengubah ½ sendok gula pasir menjadi energi dalam kurun 140 menit, pankreas dapat mengubah 6 sendok gula batu jadi energi dalam jumlah waktu yang sama. Fungsi gula batu adalah untuk memaniskan minuman.

Berita Lainnya  Enam Pasar Ramadhan Di Jogja Yang Menjadi Jujugan Para Pemburu Takjil

Gula Merah (Brown Sugar)

Dalam bahasa Inggris gula ini bernama brown sugar, tapi ketika diterjemahkan jadinya gula merah, hihi. Gula ini pembuatannya berbeda dengan gula pasir. Gula merah ditambahkan molase, yaitu produk sampingan dari industri pengolahan gula tebu atau gula bit yang masih mengandung gula dan asam-asam organik. Warna gula merah mirip seperti gula Jawa/palem/aren, yaitu kecoklatan. Gula merah memiliki aroma yang mirip seperti karamel. Rasa gula ini sangat legit tapi tidak semanis gula pasir. Fungsi gula merah adalah untuk membuat kukis yang hasilnya lembut, bukan kukis garing. Kalau kukis yang krenyes-krenyes, itu dibuatnya dengan gula pasir.

Gula Jawa (Gula Merah)

Gula Jawa dibuat dari dari nira pohon palem dan pohon kelapa. Apa itu nira? Adalah cairan/sari manis yang keluar dari tandan bunga kelapa, palem, dan aren. Nira juga cukup dikenal dengan nama legen. Dari nira inilah jenis-jenis gula padat berwarna kecoklatan ini berasal. Gula yang dibuat dari nira kelapa disebut coconut sugar, dari nira palem disebut palm sugar, dan dari nira aren disebut gula aren. Kalau yang campuran nira pohon palem dan pohon kelapa, baru disebut gula Jawa. Pertama-tama, orang menyadap nira dari pohon palem dan pohon kelapa, lalu dimasak dalam wajan besar dengan api besar. Setelah muncul gelembung dan adonan meletup-letup, adonan dimasak sambil diaduk hingga mengental. Jika sudah selesai, adonan akan dicetak dan dibiarkan mendingin dan mengeras.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler