Pemerintahan
Luncurkan Pathilo Untuk Pangkas Waktu Antrian, Daftar Layanan RSUD Kini Bisa Langsung Lewat Online
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selama ini, banyak masyarakat mengeluhkan waktu mereka yang harus terbuang hanya untuk mengantri ketika hendak mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Wonosari. Banyak warga yang memilih datang sedini mungkin guna menghindari antrian panjang yang harus mereka hadapi. Tak sedikit pula warga yang harus rela meninggalkan aktifitas rutin mereka manakala ingin mendapatkan pelayanan di rumah sakit terbesar di Gunungkidul ini.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat dan sekaligus memberikan kemudahan kepada pasien, RSUD Wonosari melaunching aplikasi Pendaftaran Tanpa Harus Antri, Lewat Online (Pathilo). Seperti namanya, melalui aplikasi ini, masyarakat bisa melakukan pendaftaran secara online sehingga diharapkan nantinya antrian pendaftaran yang saat ini sering terjadi bisa ditekan seminimal mungkin.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati, sebagai rumah sakit utama berstatus plat merah, layanan di RSUD Wonosari memang sangat padat. Tak heran sehari-harinya, antrian pasien menjadi sangat panjang. Atas antrian panjang yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat, pihaknya pun kemudian berpikir untuk melakukan terobosan memanfaatkan layanan internet yang memang sudah dikenal luas.
“Setelah beberapa waktu melakukan persiapan, akhirnya kita luncurkan aplikasi Pathilo ini, sudah bisa diunduh melalui dan kemudian digunakan masyarakat untuk mendaftar,” beber Heru, Kamis (24/05/2018) siang.
Pada tahap awal ini, meski telah dilaunching secara resmi, aplikasi Pathilo ini masih dalam kategori uji coba. Untuk dapat mendaftarkan secara online, pasien terlebih dahulu harus mempunyai nomor rekam medis di RSUD Wonosari. Nomor rekam medis inilah yang nantinya menjadi salah satu persyaratan penting ketika melakukan registrasi dan membuat akun. Setelah akun berhasil didaftarkan, barulah pasien bisa memilih jenis layanan dan waktu berobat.

“Pendaftaran bisa dilakukan 2 hari sebelum tanggal periksa,” lanjutnya.
Ke depan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan sehingga layanan di RSUD Wonosari bisa semakin memudahkan masyarakat. Salah satu yang saat ini tengah dibidik adalah pendaftaran melalui sms, WA maupun telfon sehingga pasien bisa melakukan pendaftaran dari rumah.
“Kita ingin semakin memudahkan warga masyarakat yang menjadi pasien RSUD Wonosari,” tandas Heru.
Pada kesempatan ini, selain Pathilo, RSUD Wonosari sekaligus juga melaunching Sistem Antrian Apotik (Siantik). Melalui sistem ini, pasien bisa mengetahui kejelasan berapa lama harus menunggu obat. Selama ini, warga masyarakat memang seringkali harus menunggu tanpa kejelasan terkait obat yang harus mereka beli bisa jadi kapan. Hal ini, juga seringkali dikeluhkan oleh masyarakat.
“Obat kan ada dua, yang racikan dan non racikan. Kalau yang racikan memang agak lama sedangkan yang non racikan bisa lebih cepat,” lanjut dia.
RSUD Wonosari juga membentuk tim simpatik. Tim ini memiliki tugas khusus untuk membantu pasien yang membutuhkan, seperti pasien yang membutuhkan kursi roda dan bantuan didorong untuk menuju ruangan. Tak hanya itu, dibentuk pula Satgas Rokok yang nantinya akan memiliki tugas membersihkan lingkungan RSUD Wonosari dari asap rokok. Seringkali meski sudah terpasang papan larangan, banyak dilanggar oleh para pengunjung dengan tetap merokok.
“Tim ini yang nanti bertugas memberikan teguran demi kenyamanan semua,” lanjut Heru.
Bupati Gunungkidul, Badingah yang menghadiri secara langsung launching Pathilo dan Simpatik menyambut baik adanya terobosan dari RSUD Wonosari ini. Ia meyakini dengan adanya aplikasi-aplikasi yang memudahkan seperti ini, akan sangat berguna dan membantu warga masyarakat Gunungkidul.
“Selain akan sangat membantu masyarakat, ini juga sangat penting untuk meningkatkan level RSUD Wonosari dari tipe C ke B,” ujar Badingah.
Di zaman modern seperti sekarang ini, instansi yang langsung berkaitan dengan layanan masyarakat memang harus terus berinovasi. Kemudahan serta kenyamanan saat ini menjadi tuntutan utama masyarakat.
“Kita harapkan bisa mengurangi waktu tunggu masyarakat dalam mendapatkan layanan karena waktu saat ini memang sangat berharga,” pungas Bupati.
-
Info Ringan7 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
