Sosial
Memasuki Musim Kemarau, Petani Gunungkidul Waspadai Serangan MEP
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul meminta agar petani lebih mewaspadai gangguan Monyet Ekor Panjang (MEP). Pasalnya saat musim kemarau diperkirakan gangguan MEP di lahan pertanian berpotensi lebih besar.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwiningsih, mengatakan saat musim kemarau salah satu gangguan yang perlu diwaspadai ialah gangguan MEP di lahan pertanian warga. Dari pengalamannya, saat musim kemarau gerombolan MEP akan turun dari habitatnya untuk mencari air yang biasanya melalui lahan pertanian warga.
“MEP kalau kemarau biasanya lebih banyak turun dari habitatnya,” terang Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwiningsih.
Maka dari itu, ia menyarankan kepada petani agar dapat menghalau MEP mengganggu lahannya. Menurutnya, petani bisa memasang jaring di lahannya ataupun menunggui lahannya agar terhindar dari gangguan MEP. Selain itu menurutnya, petani dapat menyediakan wadah berisikan air di sekitar lahannya agar MEP tidak sampai masuk ke area pertanian warga.
“Kalau petani di daerah rawan kita sarankan pakai jala, atau juga bisa dikuatkan tempat berisi air untuk MEP,” ucapnya.

Menurutnya, perlu dukungan dari pemerintah kalurahan ataupun kelompok masyarakat untuk menyediakan tempat air disekitar area pertanian daerah rawan gangguan MEP. Hal itu untuk menguatkan meminimalisir gangguan MEP di daerah rawan.
“Cukup disediakan bak air agar tidak merusak tanaman, sebenarnya MEP hanya mencari air. Harapannya memang ada dukungan melalui Pemkal atau kelompok masyarakat untuk menyediakan air di area pertanian saat kemarau, kalau tidak MEP bisa merusak tanaman lainnya,” ungkapnya.
Salah seorang warga Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Wanto, mengatakan di wilayahnya masih sering terdapat gangguan MEP khususnya saat musim tanam. Disebutnya saat musim tanam jagung beberapa waktu lalu MEP sempat mengganggu area pertanian warga. Namun demikian, saat musim kemarau dikatakannya selama ini tidak ada gangguan MEP lantaran petani tidak menggarap lahan pertanian.
“Kalau pas kemarau petani tidak menanam, tapi kemarin pas musim tanam jagung masih ada gangguan dari MEP,” tutupnya.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Peristiwa4 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
