Connect with us

Sosial

Mengenal HRF, Komunitas Pemancing Tebing Terbesar di Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Memiliki kawasan pantai dengan bentangan paling panjang, masyarakat berlomba memanfaatkan pesisir selatan Kabupaten Gunungkidul. Menikmati keindahan laut dari bibir pantai memang sudah biasa. Bagi mereka yang menyukai tantangan, melihat dari atas tebing memang lebih mengasyikan.

Mulai dari daerah timur Kapanewon Girisubo hingga paling barat Kapanewon Panggang, tidak ada habisnya untuk menjelajahi tebing-tebing curam. Berawal dari ketidakpuasan memancing dari bibir pantai, mereka mulai naik ke atas. Peralatan berbeda, teknik yang tidak sama, dan medan yang sulit justru menghasilkan kepuasan tersendiri.

Orang-orang ini kini membentuk sebuah komunitas yang dikenal dengan Handayani Rock Fishing sebagai wadah menyalurkan hobi. Hampir empat tahun terbentuk, kini anggota mencapai dua ratus orang yang berasal dari seluruh penjuru Gunungkidul dan menjadi satu-satunya komunitas pemancing tebing terbesar di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Sulit Dapatkan Air Bersih, 7 KK di Tegalrejo Gunakan Air Keruh Untuk Kebutuhan Harian

“Untuk anggota tetap kami sangat membatasi umur. Resiko tinggi, untuk anak-anak lebih baik di bibir pantai dulu saja” ucap ketua pengurus HRF, Didik Widianto (02/12/2020).

Ia menjelaskan bahwa seluruh kawasan pantai memiliki potensi hasil hasil laut yang luar biasa. Sehingga untuk mendapatkan itu mereka mampu bertahan di atas tebing hingga sehari penuh.

Lokasi yang paling berkesan baginya ada di daerah pantai Sedahan, Girisubo karena yang ada di sana merupakan ikan-ikan predator. Yang apabila berhasil dinaikkan sungguh menjadi reward yang luar biasa.

“Yang terpenting saat mancing dari tebing itu adalah kerja tim. Bagaimana kita bersama mengendalikan hingga menaikan ikan ke darat” terangnya.

Memiliki resiko tinggi, ia harus mempertimbangkan keadaan angin, arus bawah laut, dan ombak. Selain menjaga kewaspadaan, faktor alam juga mempengaruhi hasil tangkapan ikan. Tidak jarang juga ia dan kawan-kawan pulang dengan tangan kosong. Nasib memang belum tentu baik.

Berita Lainnya  Sempat Tinggal dengan Kambing, Pasangan Ini Dapat Bantuan Bedah Rumah dari TNI Angkatan Darat

Mengusung tiga prinsip yakni Sehat, Senang, dan Solidaritas komunitas HRF tidak ada habisnya mengulik spot-spot baru. Olahraga memancing dari tebing bukan hanya tentang kesabaran menunggu umpan tersambar ikan. Akan tetapi track perjalanan menuju lokasi juga merupakan kesenangan yang berbeda.

Terdapat satu waktu efektif untuk memancing ikan. Didik menjelaskan bahwa malam hari adalah waktu yang tepat. Terutama saat musim teri tiba. Pemancing hanya perlu tau dimana keberadaan teri, maka ikan predator ada di sana.

“Biasanya untuk mancing dasaran kami biasa dapat jenis kakap, kerapu, layur, atau Barakuda” papar Didik.

Peralatan yang digunakan pun berbeda, harus yang berukuran lebih besar. Joran dengan panjang 3,9m hingga 4,2m, senar pancing yang lebih tebal, dan mata pancing berukuran besar menjadi bekal mereka. Selain hal-hal di atas, ia juga menjelaskan bahwa teknik memancing dari atas tebing jauh berbeda dengan di bibir pantai. Satu yang harus dipahami bahwa sebagai pemancing tebing tidak boleh terlalu dekat dengan tepi jurang.

Berita Lainnya  Jejak Penyebaran Islam di Gunungkidul, Jayani Simpan Al Quran Tulisan Tangan Berusia Ratusan Tahun

“Hati-hati itu kunci. Jangan mancing sendiri, apalagi malam” tegas Didik.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis5 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler