Sosial
Meski Harga Meroket, Stok Masker Sudah Kembali Tersedia di Sejumlah Apotek
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menyusul adanya virus corona di berbagai belahan dunia, ketersediaan masker pun menjadi sangat langka. Barang ini semakin menjadi salah satu buruan masyarakat pasca terus bertambahnya pasien positif corona di Indonesia. Alhasil akibat kelangkaan yang terjadi, mengakibatkan harga masker meroket tak terkendali.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Johan Eko menuturkan, saat ini, beberapa apotek telah menyediakan masker. Kendati demikian harganya mengalami kenaikan. Hal tersebut diduga terjadi lantaran permintaan mengalami kenaikan sedangkan stoknya sangat terbatas.
“Kita lakukan pemantauan dan memang ada kenaikan. Kenaikan sendiri sudah terjadi dari distributor yang menjual dengan harga tinggi,” kata Johan, Jumat (13/03/2020).
Ia menambahkan, harga masker di pasaran saat ini yang paling laku adalah produk dari Industri Kreatif Menengah (IKM). Yakni masker dengan bahan dasar kain.
“Justru yang laris adalah masker bukan buatan pabrik tapi buatan dari IKM yang bahan baku kain. Minggu lalu harganya yang semula Rp 28 ribu naik jadi Rp 50 ribu,” jelas Johan.
Menurutnya laris manisnya masker menjadi buruan ini bisa justru menjadi peluang bagi para pelaku IKM. Pihaknya menghimbau kepada para pengusaha untuk meningkatkan dan menggenjot produksi guna menutup permintaan.
“IKM ini banyak yang dari Gunungkidul kok. Ini juga jadi peluang, kita dorong untuk meningkatkan produksinya,” imbuh dia.
Sementara itu, salah seorang warga Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Novita menuturkan, isu perihal menyebarnya virus corona memang cukup membuatnya khawatir. Ia pun mulai melakukan langkah antisipasi mandiri. Seperti misalnya dengan memakai masker jika bepergian ke luar rumah.
Namun, upayanya ini terbentur dengan harga masker yang terus meroket. Seperti misalnya belum lama ini, dirinya datang ke apotek untuk membeli masker. Namun lantaran harganya tinggi ia memilih mengurungkan niatnya.
“Saya mau beli yang hijau itu, tapi karena harganya Rp 18 ribu dengan isi hanya 3 buah, saya tidak jadi. Pilih beli obatnya saja,” ungkap Novita.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
