Sosial
Minim Sosialisasi, Rekruitmen Komisioner KPU Bergaji Belasan Juta Rupiah Masih Sepi Peminat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul membuka rekruitmen untuk posisi komisioner. Proses pendaftaran sendiri telah dibuka sejak tanggal 4 Juli 2018 silam dan akan ditutup pada 12 Juli 2018 esok.
Meski tinggal menyisakan waktu yang cukup singkat sebelum ditutup, hingga saat ini, warga masyarakat peminat posisi ini masih belum terlalu banyak. Sebuah hal yang cukup mengejutkan mengingat besarnya besaran gaji untuk kursi empuk komisioner KPU. Per bulannya, pejabat komisioner KPU bisa meraup gaji hingga mencapai belasan juta rupiah.
Anggota Tim Seleksi rekruitmen komisioner KPU Gunungkidul, Mutiulah mengungkapkan, saat ini, baru ada 2 orang yang telah secara resmi mendaftarkan diri. Jumlah masih sangat minim jika dibandingkan dengan kursi yang tersedia yaitu sebanyak 10 posisi.
Ia mengatakan bahwa, salah satu hal yang membuat pendaftar cukup minim adalah keterlambatan maupun minimnya sosialisasi yang dilakukan terkait pembukaan lowongan ini.
“Kami juga baru saja dilantik sehingga proses sosialisasi harus mundur waktunya,” kata Mutiulah, Rabu (11/07/2018) siang.
Dari 10 kursi komisioner KPU tersebut, ada sedikitnya 3 kursi untuk kuota perempuan. Nantinya jika hingga waktu yang ditentukan kuota ini belum terpenuhi, maka pihaknya akan memperpanjang waktu pendaftaran.
“Akan kita perpanjang hingga 2 sampai 3 hari,” imbuhnya.
Dibeberkan lebih lanjut oleh Mutiulah, sebagai komisioner KPU, nantinya akan mendapatkan gaji sebesar 10 hingga 12 juta. Jumlah ini disebutnya cukup sebanding dengan beratnya beban kerja yang harus disandang.
Salah satu yang disyaratkan untuk pejabat komisioner KPU adalah harus siap untuk bekerja secara full time.
“Jadi memang tidak boleh disambi,” jelas dia.
Mengingat pentingnya posisi ini dalam proses penyelenggaraan Pemilu, maka nantinya Timsel akan melakukan seleksi secara ketat. Segala hal tentang calon pendaftar akan ditelusuri. Termasuk diantaranya adalah memeriksa akun-akun media sosial milik pendaftar. Ia menyebut bahwa saat ini, rekam jejak yang berasal dari konten-konten yang diunggah oleh seseorang memang bisa digunakan sebagai parameter untuk melihat kepribadian seseorang.
“Kita tidak mau anggota komisioner nantinya terlibat dalam penyebaran ujaran kebencian,” ulasnya.
Sementara itu,Ketua KPU Gunungkidul, Zainuri Ikhsan menambahkan, pihaknya sangat meminta peran serta aktif dari masyarakat dalam penyelenggaraan perekrutan ini. Pasalnya dengan adanya masukan dari masyarakat, pihaknya bisa melakukan seleksi dengan lebih mendalam.
“Harapannya kita bisa mendapatkan anggota komisioner yang benar-benar berintegritas tinggi serta professional,” tutup dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
