fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Nama-nama Calon Pejabat Kepala Dinas Bocor, Putra Daerah Tersingkir

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Dalam waktu dekat ini, Bupati Gunungkidul bakal melakukan kocok ulang pejabat di lingkungan Pemkab Gunungkidul. Tercatat 4 posisi penting yaitu Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Dinas Perpurstakaan dan Kearsipan, serta Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik akan segera mempunyai pejabat baru. Proses seleksi jabatan sendiri telah dilangsungkan sejak bulan Oktober 2017 silam dan saat ini menjadi detik-detik akhir penentuan pejabat yang terpilih.

Belum juga dipilih dan dilantik, nama-nama pejabat penting yang terpilih diduga telah bocor dan menjadi perbincangan di masyarakat. Nama Ir Asti Wijayanti, MA yang saat ini menjabat sebagai Sekretarid Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul santer dikabarkan akan menempati jabatan Kepala Dinas Pariwisata menyingkirkan nama Dr Supriyadi Mpd serta Drs Siswanto. Untuk jabatan Sekretaris DPRD Gunungkidul akan dijabat oleh Drs Agus Hartadi M.Si yang menyingkirkan nama Hery Sukaswadi SH. MH serta Drs Marwatahadi, M.Si. Sementara Kepala Dinas Perpustakan dan Kearsipan berdasarkan kabar yang banyak beredar akan dijabat oleh Drs Ali Ridho MM yang menyingkirkan nama Drs Sugiyanto dan Putro Sapto Wahyono M.Pd. Sementara untuk kursi staf ahli Bupati ada 2 nama yang banyak diperbincangkan yaitu Markus Tri Munarjo SIP, M.Si atau Saptoyo S.Sos, M.Si dan meninggalkan nama Mohammad Arif Aldian SIP, M.Si.

Berita Lainnya  Lelang Aneh Kawasan Parkir Kukup, Dokumen Peserta Dinyatakan Gugur Tapi Kembali Dipanggil

Yang cukup unik, dari nama-nama tersebut, tak satupun pejabat pribumi asal Gunungkidul yang masuk menduduki jabatan penting. Seluruh nama yang santer diberitakan menjadi pejabat anyar tersebut diketahui bukan warga asli Gunungkidul maupun tinggal secara tetap di Gunungkidul. Dari 12 nama yang masuk ke dalam 3 besar kandidat yang lolos seleksi, hanya Supriyadi untuk kandidat Kepala Dinas Pariwisata dan Sugiyanto untuk kandidat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang merupakan putra daerah asli Gunungkidul. Tak ada satupun dari dua nama tersebut yang dikabarkan akan terpilih.

Salafudin salah satu warga di Kranon, Kepek, Kecamatan Wonosari mengaku sudah mendengar bocornya kandidat yang terpilih menjadi kepala dinas tersebut. Ia banyak mendengar perbincangan mengenai hal ini baik dari kalangan PNS maupun kalangan para aktifis di Gunungkidul.

“Dari beberapa perbincangan yang saya ikuti, memang yang santer dikabarkan terpilih ya nama-nama tersebut,” ucap Salafudin kepada pidjar.com, Jumat (26/01/2018) siang.

Berita Lainnya  Ada Ceramah Berbau Politis di Tempat Ibadah, Kemenag : Jamaah Boleh Interupsi

Salafudin mengaku tak mempermasalahkan siapapun nantinya yang akan menduduki jabatan penting itu. Ia hanya berpesan agar mereka yang terpilih nantinya bisa mengemban tugas berat untuk membangun Gunungkidul.

Salah satu yang ditekankan oleh pria yang juga merupakan aktifis masyarakat ini adalah untuk jabatan Kepala Dinas Pariwisata. Jabatan ini menurutnya sangat krusial lantaran merupakan salah satu kekuatan utama Kabupaten Gunungkidul. Di tangan yang benar, maka pariwisata akan lebih maju dan memberi dampak kesejahteraan bagi daerah maupun masyarakat secara optimal.

“Harus berani berinovasi dan meluncurkan kebijakan yang bagus. Jangan hanya main aman saja karena momentum boommingnya pariwisata Gunungkidul ini tidak datang berkali-kali. Harus dimanfaatkan dengan baik,” beber dia.

Berita Lainnya  Potensi Terjadinya Badai La Nina di Akhir Tahun, Petani dan Nelayan Diminta Waspada

Sementara ketika dikonfirmasi, Sekda Gunungkidul Drajad Ruswandono membantah adanya kabar-kabar mengenai nama-nama yang terpilih menjadi pejabat tersebut. Drajad menjelaskan bahwa memang sebenarnya menurut rencana para pejabat yang terpilih akan dilantik pada Kamis (26/01/2018) kemarin. Namun hal ini harus ditunda lantaran pihaknya masih melakukan konsultasi dengan KASN.

Pelantikan kemungkinan besar baru akan dilakukan pada Senin (29/01/2018) mendatang. Perihal nama-nama yang beredar tersebut, Sekda enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia hanya mengutarakan bahwa kemungkinan nama-nama tersebut ada hanya berdasarkan prediksi saja.

“Padahal belum tentu, semua masih tergantung Ibu Bupati. Saya saja belum tahu kok,” kilah dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler