fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Kunjungi Program Sapi Wajib Bunting, Bupati Beri Nama Calon Bayi Sapi

Published

on

Semanu,(pidjar.com)–Program upaya khusus (upsus) sapi indukan wajib bunting (siwab) terus digenjot oleh jajaran Pemkab Gunungkidul. Program yang merupakan bagian dari program nasional tersebut bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak rumanansia besar di Gunungkidul.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto menyampaikan bahwa pada tahun 2017 silam, pihaknya telah berhasil melakukan pemberian Inseminasi Buatan (IB) kepada 42.097 sapi dari target sebanyak 45.000 ekor akseptor , dengan target bunting 38.000 sapi. Hingga akhir 2017 lalu terdapat 1.251 sapi yang melahirkan.

"Masih didominasi sapi bukan putih. Untuk sapi putih ada 15.480 sedangkan non putih ada 27.846 sudah mendapatkajln pelayanan IB," kata Bambang di sela acara Upsus Siwab di Padukuhan Keblak, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu pada Senin (05/02/2018) siang tadi.

Dikatakan Bambang, dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Ngeposari tersebut dilakukan untuk mendorong minat masyarakat peternak dalam mendapatkan IB gratis kepada sejumlah sapi betina produktif milik mereka. Tak hanya mendapatkan IB secara gratis, para peternak juga bisa melakukan pengecekan kesehatan ternaknya tanpa dipungut biaya.

"Kita ingin membangun rasa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan ternak, terutama sapi betina produktif," imbuh dia.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Hj Badingah yang juga turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan populasi sapi di Kabupaten Gunungkidul. Selama ini menurut Bupati, Gunungkidul merupakan gudangnya sapi di DIY.

"Ini tetap harus kita pertahankan. Sebab dari dulu sesuai tradisi masyarakat setempat, jika masyarakat sudah tercukupi bahan pangannya, ternak yang banyak itu akan menciptakan rasa bahagia," kata Bupati.

Pada kegiatan ini, Badingah juga berkeliling melakukan pengecekan langsung terhadap sapi-sapi betina produktif yang telah mendapatkan program IB dari pemerintah. Bupati juga sempat memberikan nama kepada anak calon sapi yang mendapatkan program IB. Sapi beruntung itu dinamai Bupati dengan nama Andini Lestari.

"Andini itu artinya sapi, sedangkan Lestari itu banyak dan berkembang biak. Ya ini merupakan doa agar sapi di Gunungkidul bisa banyak dan terus berkembang biak sehingga bisa memberikan kesejahteraan bagi warga Gunungkidul," pungkas Bupati.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler