Connect with us

Info Ringan

Olahan Lobster Segar Gunungkidul Diminati Wisatawan Mancanegara

Diterbitkan

pada

Tepus,(Pidjar.com)–Berbicara tentang Kabupaten Gunungkidul tentunya yang seketika muncul adalah daya tarik obyek wisatanya. Akan tetapi sebenarnya tidak hanya itu. Olahan makanan dari komoditas laut pun juga sangat menggugah niat orang luar untuk berkunjung ke Gunungkidul. Salah satunya adalah olahan lobster, makanan ini banyak diminati oleh para wisatawan.

Meski memiliki nilai ekonomi yang tinggi, akan tetapi olahan lobster selalu dicari oleh para pelancong. Bahkan olahan tersebut tidak hanya terkenal di lokal saja, sejumlah wisatawan asing pun juga banyak yang mencari olahan laut itu.

Seperti yang dilakukan oleh Rujiman (48) warga Dusun Pule Gundes 1 RT 04 Rw 09, Kalurahan Sidoharjo, Kepanewon Tepus. Ia mengolah lobster menjadi berbagai jenis masakan seperti saus tiram dan asam manis.

Berita Lainnya  Prambanan Jazz Festival 2024, Satu Dekade Bersama

Saat ini lobster sedang mudah diperoleh, biasanya Rujiman mengambil dari dari nelayan setempat atau pengepul di pantai lain yang kemudian ditampung di aquarium miliknya.

Jenis lobster yang diolah adalah jenis lobster merah batu, lobster hitam pasir, lobster bambu, dan lobster mutiara. Ia memiliki rumah makan bernama Jogo Segoro yang berada di Pantai Ngandong, Sidoharjo, Tepus.

“Saya biasa cari sendiri dulu karna saya juga punya kapal. Kalau lagi sepi baru saya cari di pengepul pantai sebelah habis itu saya tampung di aquarium saya. Jadi mereka bisa milih sendiri, ambil sendiri. Itu lebih menarik dan menyenangkan” kata Rujiman, (07/11/2020).

Cara pengolahannya pun cukup sederhana karena lobster segar memiliki rasa manis ya khas dan daging yang tebal. Hanya direbus saja sudah bisa dijadikan lauk makan. Sedangkan untuk asam manis dan saus tiram bumbunya cukup standar hanya bumbu rempah komplit, gula, garam, penyedap rasa, ditambah saus dan kecap sesuai dengan selera.

Berita Lainnya  Lima Tanaman Yang Bisa Halau Tikus Masuk Rumah

“Karna lobster itu udah manis ya jadi direbus aja udah enak. Kalau bakar cuma bawang putih, garam sama jeruk ditambah kecap. Masak lainnya cuma bumbu standar aja” ujar Rujiman.

Tak tanggung-tanggung konsumennya sendiri datang dari luar negeri seperti Australia, Prancis, Jepang, dan Cina. Mereka memiliki permintaan yang berbeda-beda. Untuk wisatawan Australia dan Prancis lebih banyak meminta untuk dimasak asam manis sedangkan wisatawan asal Jepang dan Cina lebih sederhana, hanya direbus. Tetapi karena pandemi ini wisatawan mancanegara tidak ada sama sekali.

“Kalau asal Australia sama Prancis biasanya lebih suka di asam manis. Kalau Jepang sama Cina lebih simpel kadang cuma di rebus atau mereka biasa bawa sashimi terus mereka file sendiri. Tapi gara gara corona ini kita gak terima tamu luar sama sekali” ujarnya.

Untuk menikmati lobster sendiri wisatawan lokal dapat merogoh kocek sebesar Rp 500.000 hingga Rp 550.000 per kilogram. Berbeda untuk wisatawan luar negeri dibandrol mulai harga Rp 800.000/kg. Sesuai dengan harga ekspor dan standar rumah makan yang ia miliki yakni memesan minimal 500gram.

Berita Lainnya  Pangsit Goreng Isi Udang

“Kita menyesuaikan harga ekspor ya, jadi kalau lokal mulai 500 sampai 550. Kalau luar harganya mulai 800. Tapi beda lagi kalau jenis mutiara karena susah nyarinya” ujarnya. (DINA KAMILA)

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler