fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pemkab Godok Pembangunan Embung Raksasa di Dadapayu

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Harapan warga Kecamatan Semanu dan sekitarnya untuk mengatasi permasalahan air yang selama ini sering terjadi terutama ketika musim kemarau tiba nampaknya mulai terbuka lebar. Pemerintah saat ini tengah menggagas pembangunan sebuah embung raksasa di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu. Rencananya, embung yang memanfaatkan sumber air dari Bribin ini tak hanya akan memenuhi kebutuhan air bagi kehidupan masyarakat namun juga bisa digunakan untuk hal lain, seperti misalnya pertanian.

Namun meski telah digagas sejak akhir 2017 silam, proyek pembangunan embung raksasa yang diperkirakan menelan dana hingga 8 miliar ini masih belum bisa dilakukan. Masalah birokrasi terkait penganggaran menjadi kendala utama mandegnya proses pembangunan.

Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno menjelaskan, hingga saat ini proyek pembangunan embung raksasa di Desa Dadapayu memang masih belum bisa dilakukan. Pasalnya, proyek tersebut masih belum masuk ke dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS). Berkaitan dengan proyek pembangunan, pihaknya sendiri telah mengajukan anggaran senilai 8 miliar. Namun sementara, baru direalisasikan sebesar Rp 3 miliar untuk pembebasan lahan.

“Proposal untuk pembebasan lahan telah dimasukan ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tinggal menunggu tindak lanjut dari Pemkab,” kata Suharno, Rabu (27/06/2018) siang.

Mengingat betapa pentingnya keberadaan embung ini bagi masyarakat setempat, Suharno menyatakan akan mendorong agar proyek bisa segera dieksekusi. Pengoptimalan sumber air bersih bisa menjadi solusi konkrit bagi permasalahan kekeringan yang selama ini membelenggu masyarakat Gunungkidul.

Pembangunan embung sendiri menjadi salah satu realisasi dari program airisiasi yang menjadi tahap awal pipanisasi. Yang pertama adalah mempersiapkan airnya, baru kemudian menyalurkannya ke masyarakat.

"Kalau begitu harusnya bisa untuk anggaran perubahan, jangan sampai anggaran mangkrak," ujarnya, Rabu (27/6).

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Sri Suhartanta membenarkan perihal belum mulai dibahasnya proyek pembangunan embung Dadapayu. Menurut Sri, proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan dan pengkajian oleh Pemkab Gunungkidul.

Ia beberkan lebih lanjut, penggodokan terus dilakukan guna nantinya proyek ini bisa berimbas maksimal. Imbas maksimal yang dimaksud oleh Sri adalah bagaimana caranya nanti embung ini tidak hanya berdampak positif bagi pemenuhan kebutuhan air warga sekitar, namun juga bisa berdampak ke seluruh Gunungkidul.

“Jadi memang perlu pembahasan matang untuk pengoptimalan potensinya,” beber dia.

Pemkab Gunungkidul sendiri memang cukup concern dengan program ketersediaan air bersih dan pengentasan kekeringan yang selama ini menjadi masalah utama masyarakat Gunungkidul. Pihaknya terus mendorong optimalisasi PDAM Tirta Handayani dalam terus meningkatkan jangkauan pelayanan.

Setiap tahunnya, Pemkab menganggarkan dana sebesar Rp 3,5 miliar guna menyasar lebih dari 1600 sambungan rumah PDAM Tirta Handayani.

“Kita terus mendukung langkah-langkah antisipasi kekeringan,” tandas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler