fbpx
Connect with us

Peristiwa

Pergi Dari Rumah Bawa Tali, Pelajar Ditemukan Gantung Diri di Tengah Ladang

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Syahrul Saifudin (18) warga Padukuhan Sawahan 2, RT 37 RW 06, Desa Bleberan Kecamatan Playen ditemukan tergantung di sebuah gubuk yang berada tak jauh dari rumahnya pada Sabtu (26/05/2018) malam tadi. Saat ditemukan, pelajar yang masih duduk di bangku SMK ini sudah dalam keadaan tak bernyawa. Diduga kuat, kejadian ini merupakan aksi gantung diri yang dilakukan oleh korban. Hingga kini belum diketahui penyebab pasti pelajar kelas XI ini nekat mengakhiri hidupnya.

Aksi nekat yang dilakukan oleh Syahrul ini membuat kaget seluruh keluarganya. Bahkan hingga Minggu (27/05/2018) dinihari tadi, ayah korban, Sarijo (47) masih terlihat shock berat lantaran tak menyangka putra kesayangannya tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara yang sangat tragis. Sebelumnya, memang tak ada tanda-tanda keanehan pada diri Syahrul. Bahkan pada Sabtu sore, korban masih sempat memberi makan ternaknya. Usai memberi makan ternak tersebut, Syahrul kemudian pergi meninggalkan rumah.

Keluarga mulai cemas lantaran ketika ditunggu hingga malam hari, Syahrul tak kunjung pulang. Sarijo (47) semakin panik lantaran ia teringat bahwa saat pergi, putranya tersebut membawa tali yang diambil dari kandang. Sang ayah lantas mengajak beberapa orang tetangganya untuk melakukan pencarian.

Setelah beberapa waktu melakukan pencarian, sekitar pukul 22.00 WIB, Syahrul kemudian berhasil ditemukan di sebuah gubuk di tengah ladang yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Namun sayang, saat ditemukan tersebut, Syahrul sudah tergantung kaku di seutas tali yang diikatkan ke bangunan gubuk tersebut. Ayah korban dan para tetangga yang panik lantas berusaha menurunkan tubuh Syahrul dengan harapan nyawa anaknya tersebut masih dapat diselamatkan. Sejumlah warga lainnya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Playen dan memanggil petugas dari Puskesmas. Setelah dilakukan pemeriksaa oleh tim medis Puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia selama beberapa waktu.

Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Desa Bleberan, Indardi membenarkan adanya kejadian gantung diri yang dilakukan oleh warganya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian dan tenaga kesehatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Diduga kuat Syahrul nekat melakukan bunuh diri.

"Belum ada informasi penyebab apa yang membuat korban itu nekat. Hal ini tentu menjadi keprihatinan usianya masih muda," pungkas dia.

Berdasarkan informasi sementara yang didapat pidjar.com, korban diketahui memang selama ini temperamental. Lantaran sifatnya yang emosional tersebut, ia seringkali terlibat adu mulut dengan anggota keluarga lainnya. Masalah keluarga yang dialami inilah yang kemudian diduga menjadi penyebab korban nekat melakukan gantung diri ini.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler